DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
MENJEBAK PENGKHIANAT SESUNGGUHNYA!


__ADS_3

“Bagus!” balas Jack. “Iwan, kami akan kembali ke Perusahan, tolong awasi Argo. Jangan biarkan dia kabur seperti Marco!” perintah Jack pada Iwan. Setelah itu, Jack, Dean dan Sam segera pergi.


Setelah punggung Jack, Sam, dan Dean tidak terlihat lagi. Iwan segera masuk ke dalam markas. Ia memasuki ruangan di mana Argo di tahan.


“Bang Iwan, mau apa kau kemari?” tanya Argo dengan suara yang lelah.


“Untuk apa?” Iwan mendekat dengan wajah datarnya. “Tentu untuk mengucapkan terimakasih kasih padamu dan juga Joe,” kata Iwan dengan santai.


“Apa maksudmu?” tanya Argo.


“Ckk.. Kau masih saja bodoh!” Iwan menarik rambut Argo. Agar kepala Argo yang menunduk dapat melihat wajahnya. “Kau tahu, aku lah yang melepaskan Marco, aku lah pengkhianat itu, dan aku lah penyusup itu!”


“Bedebah, kau keterlaluan!” maki Argo.


“Hahahahaha..! Kalian sungguh bodoh! Dapat aku kelabui selama ini,” Iwan tertawa terbahak-bahak.


“Aku tidak meyangka, kenapa kalian begitu setia kepada Jackson yang bodoh itu!” Iwan melepaskan cengkeramannya pada rambut Argo.


“Kau seperti anjing! Penjilat!” maki Argo. Ia tidak meyangka, bahwa yang di katakan Joe benar adanya, bahwa Iwan tidak sebaik dan selugu yang mereka kira selama ini.


“Menyesal kami mempercayai mu, menyesal kami berteman denganmu, dan menyesal kami menyelamatkan mu waktu itu!”


“Menyesal pun tidak ada gunanya. Sebentar lagi, kau akan menyusul Joe ke neraka!” Iwan memegang dagu Argo dengan sangat keras.


“Siapa bilang Argo akan menyusulku ke neraka?” suara yang ada di ambang pintu ruangan itu mengejutkan Iwan.


“Joe, kau! Bukankah kau sudah mati?” pekik Iwan karena terkejut.


“Kenapa? Kau terkejut?” tanya Joe sambil berjalan mendekati Iwan. Di belakangnya sudah ada Jack, Sam dan juga Dean. Sedangkan area luar, sudah di amankan oleh Erick dan kelompoknya.


Flashback on


“Erick, berhenti! Aku yang akan membuat mereka mengaku, bawa semua orang pergi!”


Setelah semua orang pergi, tinggalah Jack, Joe dan juga Argo di dalam ruangan itu.


“Katakan sejujurnya, dari mana kalian?”


“Kami sudah jujur, Tuan. Kami pergi ke pertandingan arena balap motor gunung. Jika Tuan tidak percaya, kami punya buktinya,” ucap Argo. “Tolong buka ponsel saya, saya merekam semua aksi balap yang di lakukan Joe tadi malam,” sambungnya.


Sebenarnya, Jack sudah percaya jika Argo dan Joe berkata jujur. Hanya saja, ia ingin mengetahui gerak gerak seluruh anggota Klan Dragon yang mencurigakan.

__ADS_1


“Aku mencurigai Bang Iwan!” sahut Joe tiba-tiba.


“Tidak mungkin!” sanggah Argo.


“Tidak ada yang tidak mungkin, aku sudah beberapa kali memergoki dia keluar dari markas ini saat kita semua sudah beristirahat dan kembali sebelum kita terbangun,” kata Joe, ia mencoba menjelaskan pada Argo dan Jack.


“Itu mustahil, Bang Iwan adalah orang yang lugu dan tidak banyak tingkah,” Argo masih tidak percaya dengan semua penjelasan Joe.


“Ya sudah jika tidak percaya, terserah. Jika, Tuan Jack juga tidak percaya, dan masih menganggap kami sebagai pengkhianat Klan, bunuh saja kami!”


“Cukup! Aku meminta mereka pergi, bukan karena ingin membunuh kalian,”, kata Jack. “Mari kita pancing pengkhianat sebenarnya menyerahkan diri,” sambungnya.


“Bagaimana caranya?” tanya Joe dan Argo serempak.


Jack melepaskan baju anti peluru yang ia pakai dan juga mengeluarkan kantung darah yang ia bawa dan simpan di dalam jaketnya. Lalu meminta Joe memakai baju anti peluru itu, lalu memasukan kantong darah kedalam pakaian yang di kenakan oleh Joe.


Joe segera memakai baju anti peluru itu. Ia mengerti maksud dari Jack, tapi tidak dengan Argo.


“Apa yang akan, Tuan lalukan?” tanya Argo.


“Kau hanya perlu berteriak dengan memaki namaku, ku pastikan tidak memakan waktu yang lama. Pengkhianat itu akan menampakkan batang hidungnya,” kata Jack.


Dor dor.. Jack melepaskan dua peluru pada tubuh Joe. Joe pun segera pura-pura mati.


Sedangkan Argo, ia segera menjalankan perannya. Yaitu berteriak dengan memaki-maki nama Jack.


Flashback off


“Kalian menjebak ku!?”


“Jika tidak begini, kami tidak akan tahu siapa pengkhianat sesungguhnya!” Suara Jack yang penuh penekanan.


“Hahahaha..!” Iwan tertawa dengan keras, mencoba menghilangkan kegugupannya. “Kalian semua bodoh, sangat bodoh!”


“Diam!” bentak Jack. Ia sangat geram pada Iwan yang terlihat lugu dan bodoh tetapi sangat licik itu.


“Kenapa? Kenapa menyuruhku diam? Pria gila seperti mu tidak pantas menjadi seorang ketua.” Ejek Iwan pada Jack.


Jack hendak maju ke arah Iwan, tapi Joe segera menghalanginya. “Biar aku yang duluan, Tuan. Aku sangat ingin membunuh pengkhianat ini!” ujar Joe.


“Aku juga ingin membunuhnya!” sahut Argo sambil melepaskan tangannya yang di ikat tapi tidak kencang itu.

__ADS_1


“Kalian semua sekongkol untuk mengelabuiku?” Iwan mundur beberapa langkah dari hadapan Jack, Joe, Dean dan juga Erick.


“Mau kemana kau?” Argo yang di belakangnya menatap dengan tatapan tajam. “Aku sungguh tidak meyangka, kau tega memperdaya kami semua! Kini aku sadar, jika orang yang terlihat lugu dan polos tidak selalu baik. Begitu juga sebaliknya,”


“Apa kau sudah selesai berbicara omong kosong!” cela Iwan. Ia terus berjalan mundur, menjauhi semua orang yang ada di dekatnya.


“Aku tidak akan mengampuni mu!” Jack terus maju ke arah Iwan yang terus mundur.


“Jika kau tidak sayang pada nyawamu! Terus lah maju, aku akan melepaskan timah panas ini ke kepalamu, dan istri mu akan segera menjadi janda, hahaha!” Iwan mencoba memecah konsentrasi Jack, ia tahu, bahwa Mayang adalah kelemahan Jack.


“Jangan dengarkan dia, Jack. Bunuh saja dia, maka Mayang akan aman,” ucap Dean yang ada di belakang nya.


“Maju lah, Jack. Ayo!”


Beberapa detik kemudian, Settt.. Brak.. Iwan melompat keluar dari jendela kaca yang ada di sampingnya. Ia sengaja mengecoh untuk mengulur waktu untuk kabur.


“Kita terkecoh, Kak.,” ucap Sam.


“Menyebar! Tangkap pengkhianat itu, hidup ataupun mati!” teriak Dean kepada seluruh anggota Klan Dragon yang ada di dalam ruangan.


Seluruh anggota Klan Dragon segera menyebar, baik di bagian Barat, Timur, Utara dan Selatan.


“Sial! Akan ku kejar dia ke lubang semut sekalipun!” Jack segera melombat dari jendela itu untuk mengejar Iwan. Ia berlari menuju hutan lebat dan benar saja, Iwan berlari ke arah hutan itu.


Dor.. Iwan melepaskan satu tembakan ke arah Jack yang sedang mencarinya itu.


Dor dor.. Jack membalas tembakan Iwan, terjadilah kejar kejaran di hutan itu. Tapi bukan kejar kejaran film india kuch kuch hotahai, tapi kejar kejaran antara Jack dan Iwan yang tidak romantis.


“Jangan lari kau bajingan!” teriak Jack yang terus mengejar.


Dor.. Jack kembali melesatkan satu tembakan.


“Arrkkhhh..” erang Iwan, saat timah panas milik Jack mengenai lengan kirinya.


.


.


.


Sembari nunggu up, bisa mampir ke karya di bawah ini ya!

__ADS_1



__ADS_2