DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
PELEDAK TIRUAN!


__ADS_3

“Ron!” panggil Kenzo pada salah satu anak buahnya. “Bawa wanita itu kemari, sekarang juga!” perintahnya.


Anak buahnya itu segera pergi ke ruangan di mana Mayang di sekap.


“Kau memang psikopat gila!” Maki Marco pada adiknya itu.


“Aku memang gila, jadi kau mau apa?”


“Aku ingin nyawamu! Nyawamu!”


“Bebaskan istriku, setelah dia bebas. Kita selesaikan semua dendam yang ada! Dendam antara kita, dendam yang di ciptakan oleh rubah tua yang licik itu!” Jack berbicara dengan lantang di hadapan Iwan, Kenzo dan juga Marco.


“Jika kau, tidak merebut kasih sayang ibuku, sudah aku pastikan, aku akan memeluk tubuhmu dengan erat.” Batin Marco sambil menatap Jack yang ada di hadapannya.


Kini, Mayang telah di bawa oleh anak buah Kenzo. Dan sudah berada di ambang pintu ruangan itu.


“Kak!” panggil Mayang.


Jack berbalik, dan melihat wajah istrinya yang pucat.


“Mayang, kau tidak apa-apa?” Jack mendekati istrinya itu, lalu memeluk tubuhnya dengan erat.


“Mayang gak apa-apa,” jawab Mayang. “Kenapa kakak datang kesini?” Mayang mendongakkan wajahnya pada wajah Jack.


“Aku datang untuk meyelamatkanmu,” ucap Jack. Lalu, ia berbisik pada Mayang. “Bersabarlah, sebentar lagi Erick dan yang lainnya akan tiba.”


Di luar gudang minyak. Anak buah Kenzo telah lenyap satu persatu di dalam kegelapan malam. Pelaku pelenyapan itu adalah Argo yang sebelumnya bersembunyi di dalam mobil Jack.


Ia menghabisi satu persatu anak buah Kenzo dengan cara menyembelihnya.


Tap tap tap.. Langkah kaki Argo mendekat dengan perlahan tapi pada para anak buah Kenzo yang berjaga dengan cara menyebar itu.


Diam-diam, Argo menyeret salah satu anak buah Kenzo ke pojokan gudang.

__ADS_1


Sreett.. Buk..


Satu anak buah Kenzo tumbang dengan leher yang sudah hampir putus.


Mendengar suara seperti durian jatuh, anak buah Kenzo yang lain berteriak.


“Siapa di sana?” teriaknya sembari mendekat untuk memeriksa keadaan.


Tapi, tiba-tiba saja, Argo memukulnya dari belakang.


Buk.. Orang itu jatuh tersungkur. Lagi-lagi, Argo segera menghabisi nyawa anak buah Kenzo tanpa rasa kasihan sedikit pun, ia menyembelih leher musuhnya seperti menyembelih ayam.


Dret.. Dret.. Ponsel yang ada di saku celana Argo bergetar. Ia segera merogoh saku celananya dan melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata yang menghubunginya adalah Erick.


“Kami sudah berada di ujung dermaga. Apakah keadaan terkendali?” tanya Erick.


“Saat ini, keadaan masih terkendali. Tuan Jack ada di dalam gudang untuk menyelamatkan istrinya,” ucap Argo.


“Kenapa kau membiarkannya masuk sendirian, Argo?”


“Sudah-sudah, nanti kau jelaskan. Sekarang di mana posisimu?”


“Aku berada di sisi utara dermaga, tepatnya tiga meter dari tiang penyangga alat berat.”


“Baiklah, kami ke sana sekarang!” Erick pun mematikan sambungan telponnya. Lali segera menuju tempat yang di sebutkan oleh Argo.


*


“Bagaimana dengan Jack?” tanya Dean pada Argo.


“Tuan Jack pasti saat ini baik-baik saja. Dia adalah Tuan yang jenius,” ucap Argo. Ia tersenyum di dalam kegelapan malam. Ia pun menceritakan pada Dean, Erick dan juga Sam, atas rencana yang telah di buat oleh Jack.


Flashback on

__ADS_1


“Kau pegang dulu ini!” Jack memberikan bahan peledak palsu pada Argo.


“Untuk apa bahan peledak ini, Tuan?” tanya Argo pada Jack.


“Pasangkan ke tubuhku!” perintah Jack.


“Tapi, Tuan. Barang ini sangat berbahaya, bagaimana Tuan bisa melakukannya?” Argo tidak berani menuruti perintah Tuannya itu.


“Ini tiruan!”


“Hah? Tiruan!” kejut Argo.


“Ya, tapi kau jangan sampai salah pasang,” kata Jack sambil meletakan satu yang asli di antara tiga bahan peledak yang ada.


“Salah pasang? Berati di antara tiga bahan peledak ini, ada yang asli?” tanya Argo.


“Hmm.. Ini yang asli, cepatlah pasang yang ini di tubuhku!”


Argo pun segera memasangkan bahan peledak tiruan itu di tubuh Jack. Setelah itu, Jack memakai kembali jaketnya.


Jack pun segera keluar dari mobilnya, sedangkan Argo. Ia masih berdiam di dalam mobil. Sebelum Jack keluar, Jack berpesan lebih dulu pada Argo.


“Ingat! Kau jangan ketepian dermaga yang ada di depan,” kata Jack. “Aku akan meletakan peledak yang asli di sana, dan akan meledakkannya sewaktu-waktu!”


“Baik, Tuan!” sahut Argo. Ia tidak menyangka, Jack akan berpikiran sejauh itu.


Flashback off


“Keren kan!”


“Pantas saja dia mengamuk saat aku dan Sam memukulnya,” guman Dean.


“Kita kalah pintar dari nya, Kak. Kak Jack memang paling keren,” kata Sam pada Dean.

__ADS_1


BERSAMBUNG!


__ADS_2