DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
CEPATLAH TUMBUH!


__ADS_3

“[Lapor, Tuan! Perusahaan kita mengalami kerugian besar, pasalnya para investor menarik saham mereka tiba-tiba. Kini, perusahaan kita sedang berada di ujung tanduk,]” jelas Li kepada Tuan Brahma melalui sambungan telpon.


“[Apa]”


“[Maafkan saya, Tuan. Saya tidak bisa berbuat apa-apa! Kebocoran data perusahaan kita, sudah sampai pada seluruh perusahan. Saat ini, perusahaan kita terancam gulung tikar!]”


“[Sial! Kenapa bisa seperti ini?]” Tuan Brahma mematikan sambungan telpon itu dengan kesal.


“Ada apa, Pa?” tanya Marco. Sedangkan Iwan dan Kenzo, saling melempar pandang.


“Perusahaan kita, terancam gulung tikar!” terkejut kah, Marco, Iwan dan Kenzo yang mendengar hal itu.


“Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini?” tanya Iwan dengan perawakannya yang selalu tenang.


“Ada pihak yang meretas ke amanan data-data perusahaan lalu membocorkannya.” Jawab Tuan Brahma. “Jika sudah seperti ini! Akan sulit untuk memperbaikinya.”


“Ini pasti ulah Jackson lagi!” terka Kenzo. Membuat Iwan, Tuan Brahma dan Marco memandang ke arahnya.


“Apa maksudmu? Kenapa kau mengatakan jika dalangnya adalah dia?” tanya Marco.


“Apakah kalian tidak menyadari perubahan yang ada pada diri Jackson? Siapa dia sebenarnya? Bagaimana dia sebelumnya?” tanya Kenzo. “Dia adalah Jackson Morren, bukan pria kampung yang kalian kenal dulu. Banyak kejadian tak terduga yang telah terjadi satu tahun belakangan ini. Dan dalang dari semuanya adalah dia, Jackson Morren yang jenius!” jelas Kenzo.


Membuat Tuan Brahma, Iwan dan Marco berpikir ulang. Mereka menerka-menerka siapa orang-orang yang sudah membantu Jackson. Tidak mungkin, jika Jackson bekerja sendirian. Begitu pikir mereka!


.


.


.


“Bagaimana, Sam?” tanya Jack pada Sam, saat hari sudah menjelang sore.


“Lihat sendiri!” Sam yang sedang duduk santai di kursi sofa itu, segera menyodorkan laptop yang ia pangku kepada Jack.


Jack segera melihat hasil kerja Sam, ia pun tersenyum senang melihat hasilnya.


“Bagus! Perusahaan A sudah mengalami kerugian besar. Kita hanya menunggu mereka gulung tikar,” ucap Jack. “Pastikan, mereka tidak mendapatkan bantuan dari pihak manapun!” Sambung Jack.


“Baik, Kak. Akan aku pastikan, bahwa mereka akan benar-benar gulung tikar dalam waktu empat hari kedepan!” Sam meraih laptopnya yang di serahkan kembali oleh Jack.

__ADS_1


Setelah berbicara seperti itu, Jack meninggalkan Sam sendirian di sofa yang ada di dalam ruangan Jack itu. Jack sengaja meninggalkan Sam di dalam ruangannya. Agar, pemuda hacker itu dapat fokus dalam mengerjakan pekerjaannya.


“Kak Dean, aku pulang duluan ya. Kau tunggulah dulu Sam,” kata Jack pamit pada Dean saat tiba di ruangan Dean.


“Baiklah!” sahut Dean. Jack segera keluar dari perusahaan itu, dan segera menuju parkiran. Ia memasuki mobilnya lalu segera menacap gas menuju apartemen.


Tidak lama kemudian, ia telah tiba di apartemen. Ia memasuki apartemen itu, lalu menemui istrinya.


“Sayang!” panggil Jack pada Mayang yang sedang berada di dapur bersama Mbok Jum.


“Udah pulang? Mana Kak Dean dan Sam?” tanya Mayang, karena ia tidak melihat keberadaan Dean dan Sam bersama suaminya.


“Mereka masih di kantor, masih ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan.” Jelas Jack.


“Tuan muda, mau minun kopi?” tawar Mbok Jum.


“Gak usah, Mbok. Jack tidak ingin minum kopi, Jack lelah. Ingin istirahat saja,” kata Jack pada Mbok Jum.


Kini, Jack tidak pernah lagi berkata kasar kepada Mbok Jum, setelah kejadian malam itu. Di mana ia merenggut paksa kehormatan Mayang.


“Aku ke atas dulu, ya.” Pamit Jack pada Mayang. Lalu ‘Cup’ tanpa sungkan, Jack mengecup pipi Mayang di hadapan Mbok Jum.


Dua minggu kemudian.


Malam itu, Jack menyandarkan kepalanya di paha Mayang yang sedang duduk berselonjor di atas ranjang.


“Mayang..” panggil Jack pada istrinya dengan pelan.


“Kenapa?” tanya Mayang sambil mengelus kepala suaminya.


“Belum ada tanda-tanda kah?” tanya Jack.


“Tanda apa?” tanya balik Mayang yang tidak paham dengan arah pembicaraan suaminya.


“Tanda-tanda kehamilan,” kata Jack. “Aku pengen punya anak,” sambungnya.


“Belum ada, Kak. Beberapa hari yang lalu, Mayang abis datang bulan,” ucap Mayang.


“Udah selesai?” tanya Jack dan Mayang mengangguk.

__ADS_1


“Kalo gitu, kita main ya!” ajak Jack. Lagi, Mayang hanya mengangguk sembari tersenyum.


Jack yang mendapatkan izin itu, segera melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan. Setelah itu, ia mendekati Mayang, bibirnya ia satukan pada bibir istrinya, sedangkan tangannya sibuk menggerayangi tubuh sang istri.


Des*han indah keluar dari bibir Mayang, membuat Jack makin semangat. Lama Jack melakukan pemanasan pada Mayang, membuat Mayang makin menggila di buatnya.


“Sayang.. Aku kerjain sekarang ya,” ucap Jack dengan wajah sayu.


Mayang mengangguk pelan, Jack pun segera melancarkan aksinya. Ia segera memompa tubuh Mayang dengan pelan. Membuat Mayang tak henti-hentinya mend*h nikmat.


“Ahhh.. Kak!”


Lama mereka bermain, dan kini Jack sudah mencapai puncaknya. Ia menanamkan benihnya pada rahim Mayang, dengan harapan, benih itu segera tumbuh dan berkembang.


Jack mengelus perut Mayang dengan lembut. “Cepatlah tumbuh di dalam sini, sayang. Daddy menantikanmu,” ucap Jack. Lalu, ia menciumi perut Mayang dengan penuh cinta.


BERSAMBUNG!


.


.


.


SAMBIL NUNGGU UPDATE, BISA MAMPIR DI KARYA KAKAK ONLINE NENG YANG ADA DI BAWAH INI YA!


JUDUL: PENJARA CINTA MAFIA KEJAM


PENULIS: SITI FATIMAH


Kenapa hidupku harus menderita seperti ini, jika banyak orang yang bisa merasakan apa arti itu bahagia, kenapa hanya aku orang yang terjebak didalam lembah penderitaan ini sendiri.


Hidup bersama dengan seorang Mama tiri seperti halnya hidup didalam jeruji besi, sekaligus awal kehancuran bagiku setelah beberapa tahun yang lalu Mama kandungku meninggalkanku untuk selama-lamanya.


Dan Papa yang memutuskan untuk menikah lagi dengan Monika yang tak lain sekarang dia menjadi Mama tiri-ku sendiri, awalnya aku kira Mama tiri-ku peduli dan sayang kepadaku, tapi nyatanya setelah Papa pergi meninggalkanku dan menyusul Mama di Surga.


Sifat dan perlakukan dia terhadapku seketika berubah, bahkan dia hanya menganggap-ku layaknya seperti hewan yang tidak ada gunanya dan hanya akan jadi bahan siksaan. Yang selalu ia kurung didalam kamar tanpa beralas yang hanya menyisakan selembar karpet tipis beserta selimutnya. Bahkan sangking jahatnya ia hanya akan mengeluarkan-ku ketika menyerahkan-ku pada laki-laki mesum yang berani membayarnya dengan harga tinggi yaitu 50 juta permalam sangat kejam bukan.


__ADS_1


__ADS_2