DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
ORANG TUA MAYANG!


__ADS_3

Tiba-tiba saja, seorang pria paruh baya yang memanggul kardus di bahunya, meneriaki nama Mayang.


“Mayang..!” panggil pria paruh baya itu.


Jackson yang mendengar suara itu, tidak bergeming di tempatnya. Ia ingat, siapa pemilik suara itu. Sedangkan Mayang, ia langsung menghambur kepelukan pria paruh baya tersebut.


“Ayah, bagaimana kabar ayah?” tanya Mayang.


“Seperti yang kay lihat, ayah baik-baik saja,” kata Pak Jono. Kini ia sadar, bahwa derajat manusia sama. Tidak ada yang lebih tinggi dari sang pencipta.


“Lalu, kenapa ayah seperti ini? Ayah bawa apa?” tanya Mayang pada ayahnya, yang memakai pakaian biasa. Tidak seperti juragan beras sebelumnya. “Lalu, apa yang ayah bawa di kardus ini?” Mayang membuka kardus yang di bawa sang ayah.


“Ayah berjualan kecil-kecilan di pasar saat ini,” kata sang ayah sembari tersenyum kecil. Pasalnya, saat ini. Ia hanya berjualan sedikit kebutuhan yang banyak di cari kau pria. Yaitu, tembakau dan juga bahan rokok lainnya.


Mayang hanya dapat menatap sedih pada wajah tua sang ayah. Ia tidak menyangka, bahwa hukuman yang di berikan Jack tempo hari sangat berpengaruh pada hidup sang ayah.


“Dia siapa, Mayang?” tiba-tiba, mata tua pak Jono, menatap Jack yang masih berdiri dan menunduduk ke layar ponselnya yang menyala, tanpa memperhatikan sekitarnya.


“Dia suami Mayang, Ayah,” kata Mayang. Pak Jono pun mendekat, dan hendak menyapa Jack.


“Berhenti di situ!” Jack mundur beberapa langkah dari tempatnya. “Jangan pernah berpikir untuk menyentuh pakaianku apa lagi tubuhku!” Lagi, Jack memberikan peringatan yang terkesan seperti ancaman.


“Kak..” tegur Mayang.


“Hustt..! Aku tidak ingin mendengar apapun, dari awal sudah aku katakan kan? Aku akan mengantar mu menemui pria tua ini, tapi aku tidak pernah bilang bahwa aku sudah mengampuninya dan juga mau berjabat tangan dengannya!” jelas Jack, membuat Mayang terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa.


Sesaat kemudian, Jack mengangkat kepalanya. Agar Pak Jono dapat melihat dengan jelas. “Masihkah kau ingat dengan wajah ini?”

__ADS_1


Pak Jono terkejut, ia ingat betul siapa pria yang ada di hadapannya itu. Pria yang hampir tiga tahun lalu, ia sakiti dan di usir layaknya seorang binatang.


“Ka-ka-kamu!” tunjuk Pak Jono pada Jack.


“Kau masih ingat dan mengenaliku?” Kata Jack, dahinya berkerut, bibirnya tersenyum tipis seakan mengingat kejadian di mana ia di usir secara tidak manusiawi dari tempat itu. Juga senyumannya menunjukan bahwa ia sedang mengejek pria paruh baya yang ada di hadapannya itu.


Cukup lama Pak Jono terdiam, sambil memandangi wajah Jack. Di hatinya timbul rasa bersalah yang teramat besar. Tidak seharunya ia memperlakukan pemuda itu seperti binatang, hanya karena mendekati putrinya yang pada dasarnya, pemuda itu tidak pernah mendekati putrinya. Tapi, putrinya lah yang selalu mengejar-ngejar pemuda itu.


“Ayo, Mayang. Ajak suamimu masuk!” tiba-tiba, Pak Jono kembali berbicara dan membuka pintu rumahnya untuk menghilangkan kecanggungan.


“Kak, ayo masuk,” ajak Mayang pada Jack.


“Aku di sini saja,” kata Jack tanpa mengalihkan perhatian pandangannya dari ponsel miliknya.


“Kak..!” Mayang menarik ponsel yang menyala di tangan Jack.


“Ayo, masuklah! Aku akan menemani mu sebentar,” kata Jack. Ia pun mengikuti langkah istrinya memasuki rumah Pak Jono.


Di dalam rumah Pak Jono. “Kalian pasti lapar, ayo makan dulu!” kata Pak Jono pada Mayang dan Jack.


“Maaf, saya tidak lapar!” sahut Jack. Tatapan tajam selalu di tunjukan Jack pada Pak Jono. Tapi, tatapan itu akan berubah menjadi tatapan sendu dan penuh cinta saat ia menatap Mayang. Pak Jono sendiri dapat melihat hal itu.


“Ayah, Mayang ingin ke kamar Mayang sebentar ya, boleh?”


“Silahkan, Nak. Kamar itu milikmu, ayah tidak memindahkan apapun dari tempat itu,” kata Pak Jono. Setelah mendengar perkataan ayahnya, Mayang segera berlari menuju di mana kamarnya berada.


Jack hanya memandang istrinya yang seperti anak kecil itu. Setelah itu, ia kembali menatap Pak Jono yang ada di hadapannya.

__ADS_1


“Di mana orang-orang itu?” tanya Jack pada Pak Jono.


“Orang-orang yang mana, Nak Rahmat?” tanya Jack.


“Pertama, orang-orang yang aku tanyakan, tentu orang-orang mu yang pernah memperlakukan aku dengan buruk. Dan yang kedua, jangan pernah panggil aku dengan sebutan Rahmat! Nama yang selalu ku indahkan tapi selalu membawa kesialan, aku tidak ingin mendengarnya lagi,” kata Jack dengan penuh penekanan.


“Ba-baik Tu-tuan,” kata Pak Jono, ia menjadi ketakutan setelah melihat perubahan air muka Jack yang sangat menakutkan.


“Mereka sekarang, bekerja di pasar sebagai buruh kuli panggul. Dan sebagian bekerja di tempat lain,” kata Pak Jono. Ia menjawab pertanyaan Jack, yang menanyakan keberadaan Baron dan kawan-kawannya.


Mendengar itu, Jack segera mengirim pesan kepada anak buahnya.


BERSAMBUNG


.


.


Judul :Makmum Pilihan Michael Emerson


Penulis :SkySal


Zenwa Fahira tidak tahu harus berbuat apa ketika Micheal Emerson datang melamarnya sementara semua orang mengira Micheal memiliki hubungan dengan Arini Kamilia, yang tak lain adalah kakak Zenwa.


Namun Arini meyakinkan bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan Micheal walaupun sebenernya Arini dan Micheal saling mencintai.


Setelah desakan dari seluruh keluarganya, Zenwa menerima lamaran Micheal dan pernikahan pun terjadi. Namun di malam pernikahan, sebuah rahasia besar terbongkar yang membuat hati Zenwa hancur.

__ADS_1



__ADS_2