
Pagi harinya, di saat Mayang terbangun. Ia tidak lagi melihat keberadaan suami nya.
“Kak! Kak, kakak udah bangun!” Mayang menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos. Lalu bangkit dari ranjang itu. Ia melihat ke kamar mandi, tapi tak juga menemukan suaminya.
Matanya menatap pada nakas yang ada di samping ranjang tidur mereka. Lalu, ia meraih secarik kertas dan membaca pesan yang ada di dalamnya.
“[Sayang, maafkan aku. Aku harus pergi lagi, ada pekerjaan yang tidak bisa ku tinggalkan. Satu hal yang perlu kau tau, aku mencintaimu!]”
Lagi, Mayang harus kecewa, ia mulai berpikir bahwa Jack tidak benar-benar mencintainya. Jack hanya kembali di saat menginginkan tubuhnya saja, setelah puas maka Jack akan pergi lagi.
“Apakah kakak belum bisa menerima diriku? Kenapa kakak selalu pergi meninggalkan aki begini?” perkataan itu terucap lirih dari bibir Mayang.
Tak ingin larut dalam kesedihan, Mayang segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri dan juga berganti pakaian. Mayang segera turun ke lantai bawah, di sana sudah ada Sam dan Dean yang sedang menikmati secangkir kopi mereka masing-masing.
Mayang mendudukkan bokongnya di hadapan Sam dan Dean.
“Kenapa? Kau menangis lagi?” tanya Dean saat melihat air muka Mayang yang murung.
“Tidak,” jawab Mayang lirih.
“Aku tau apa yang kau pikirkan, tidak usah berpikir jelek tentangnya. Dia suamimu, doakan saja pekerjaannya cepat selesai. Maka, dia akan bisa cepat kembali,” ucap Jack.
Mayang hanya menganggukkan kepalanya. Dalam hati ia berkata “Harusnya, aku tidak boleh meragukan suamiku. Aku harus selalu berpikir positive.”
“Mayang! Lehermu kenapa?” mendengar pertanyaan Sam, Mayang segera meyentuh lehernya. Ia tidak menyadari jika banyak tanda merah yang di tinggalkan Jack di tubuhnya.
“Mungkin di gigit nyamuk!” jawab Mayang serius.
__ADS_1
“Segera obati, dan konsultasikan pada dokter. Nanti bisa terserang DBD.” Sam tak kalah seriusnya dengan Mayang.
“Tapi tubuhku tidak gatal!”
Pletak! Tiba-tiba Dean menjitak kepala Sam.
“Auhh.. Kenapa Kak Dean menjitak kepalaku?” protes Sam.
“Itu bukan di gigit nyamuk, tapi di gigit vampir!” Dean mencoba memberi tahu Sam. Tapi yang di beri tahu sangatlah dungu akan hal seperti itu.
“Emang masih ada vampir di jaman modern seperti ini?” tanya Sam.
“Iya, lagi pula. Kapan vampir masuk kemari dan menggigitku? Dan kenapa hanya aku, kalian berdua tidak,” kata Mayang.
“Huaaa... Kalian berdua gila! Jack lah vampir itu, Jack lah yang sudah menggigitnya semalam!” teriak Dean dengan kencang. Membuat Mbok Jum yang sedang memasak ikut terkejut.
Mata Sam dan Mayang membeliak, seakan akan keluar dari sarangnya. Setelah itu, Mayang menyadari maksud perkataan Dean. Ia segera menutupi lehernya dengan tangan, dan pergi meninggalkan meja makan itu dengan senyum canggung.
“Hehee.. Aku pergi dulu!” guman Mayang, ia pun melesat pergi secepat kilat.
“Katakan! Dimana putraku?” Tuan Brahma menarik kerah jas putih yang di kenakan seorang dokter.
“Sa-sa-saya tidak tau, Tuan!” jawab dokter itu terbata.
“Apa dia sering pergi seperti ini selama di rumah sakit?” tanya Tuan Brahma.
Dokter itu hanya diam, ia takut untuk menjawab dan memberitahu semuanya pada Tuan Brahma. Ia tidak tahu, mana yang baik dan jahat di antara kedua orang itu.
__ADS_1
“Cepat jawab! Atau aku akan menghancurkan gedung ini, juga menghabisi orang-orang yang ada di dalamnya.
“Ma-ma-maafkan saya, Tuan. Orang yang kata tuan adalah putra tuan itu, mengaku, bahwa dia bukan putra tuan, dan juga dia tidak terluka sama sekali.” Jelas dokter itu. “Tolong maafkan saya, dia mengancam saya dan seluruh perawat yang menanganinya waktu itu!”
“Sialan! Ternyata aku begitu bodoh selama ini. Lihat saja, aku akan menghabisi anak setan itu!” umpat Tuan Brahma yang sedang kesal. Matanya menyiratkan bahwa ia sedang marah.
Sedangkan Jack yang sedang berdiri dan bersembunyi di ujung ruangan itu, mendengar semua pernyataan dokter itu pada Tuan Brahma.
“Kurang ajar, aku ketauan! Dasar dokter yang tidak berguna! Kalau begitu, ku hahisi saja dia.” Geram Jack, ia pun mengeluarkan senjata apinya. Lalu membidik target yang posisinya cukup dekat.
Dor dor! Suara tembakan beruntun yang bersarang di dada kanan sang dokter, mengejutkan semua orang.
“Pembunuhan! Pembunuhan!” teriak orang-orang panik. Orang-orang yang ada di dalam rumah sakit itu berhamburan untuk menyembunyikan diri, membuat keadaan kacau balau.
Dokter yang tertembak sudah tidak sadarkan diri, dan mungkin saja sudah tidak bernyawa lagi.
Tuan Brahma segera mengejar Jack yang sudah berlari dari tempat persembunyiannya. Tapi, karena faktor usia, membuat ia kalah cepat. Jack yang berlari lebih dulu, segera masuk kedalam mobilnya melesat dari tempat itu dengan kecepatan tinggi.
BERSAMBUNG!
YUK, SAMBIL NUNGGU UP. BISA MAMPIR KE KARYA TEMAN NENG SYANTIK YANG ADA DI BAWAH INI!
DIA TIDAK PERNAH MENEMUKAN KEBAHAGIAAN DALAM PERNIKAHANNYA KARENA SIKAP ISTRINYA. TAPI DIA MALAH BERTEMU DENGAN SOSOK WANITA LAIN YANG MAMPU MEMBAWANYA LEBIH NYAMAN, APAKAH YANG HARUS DIA LAKUKAN? MEMILIH SETIA DALAM PERNIKAHAN NERAKA ATAU MENDUA UNTUK MENGGAPAI SURGA?
Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang sang ayah. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah. Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya? Lalu anak siapakah keduanya?
__ADS_1