DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
BARU PERTAMA KALI MELIHATNYA!


__ADS_3

Dengan kesal Jack bangkit dan mematikan lampu. Ia kembali lagi ke atas ranjang. Lalu, menarik gaun yang di kenakan istrinya dengan kasar, hal yang di lakukan Jack, membuat Mayang terkejut.


“Kak!” Mayang yang terkejut dengan perlakuan Jack, spontan mundur dari hadapan Jack.


“Kenapa kau menghindariku?” Jack bertanya. Matanya yang sudah di tutupi kabut gai*ah, menatap Mayang dengan tatapan liar.


“Kenapa kakak menjadi begitu kasar?” Mayang menarik gaunnya dengan pelan.


“Maafkan aku, aku sudah tidak tahan, sayang.” Jack mendekati Mayang, lalu menarik cengkuk leher Mayang dan menahannya dengan tangannya. Sedangkan bibirnya, kini telah melahap bibir Mayang.


“Kak, jangan di robek. Mayang bisa melepasnya.” Kata Mayang pada Jack yang membuka paksa gaun tidur Mayang.


“Ck.. Biar cepat!”


“Apakah setiap akan melakukannya, harus merusak gaun tidurku!” Mayang mengerucutkan bibirnya. Mayang mengingat saat Jack memaksanya. Saat itu, Jack merusak pakaiannya dan menggagahinya dengan paksa.


Tanpa mendengarkan Mayang yang terus menggerutu. Jack terus memuaskan hasratnya. Ia menciumi seluruh wajah dan leher Mayang.


Krak! Tangan Jack berhasil merobek gaun tidur sang istri. Ia meneguk selavinanya dengan kasar saat kelihat dua buah pir milik istrinya yang masih terbungkus bra.


Lagi, Jack di sibukan dengan pengait bra yang membuatnya semakin kesal.


“Ini lagi, bikin kesal saja!” Jack meraba-raba belakang istrinya. Tapi tetap saja tidak mau terlepas.

__ADS_1


“Lepaskan!” pintanya pada Mayang setelah beberapa saat ia mencoba membukanya namun, tidak berhasil. “Besok-besok, kalau malam. Tidak usah di bungkus lagi.” Kata Jack.


Setelah Mayang melepas bra nya. Jack segera menyambar dua buah pir itu. Ia memainkan nya dengan buas. Seakan ia akan melahap buah pir itu sampai habis.


“Emmm ummm..” Mayang mele*guh dan men*esah nikmat saat bibir Jack menggigit dan meng*isap pucuk buah pir nya.


Melihat istrinya yang sangat menikmati permainannya, Jack segera menanggalkan pakaian yang ia kenakan.


“Ahhh..” Jack mend*sah nikmat saat berhasil meloloskan senjatanya ke dalam goa milik Mayang.


Lama mereka melakukannya dengan suara eran*an dan juga des*han yang bersahutan. Hingga akhirnya, Jack mencapai puncaknya.


“Uhh...” Jack mengeluarkan cairan miliknya. Jack tidak turun dari atas tubuh istrinya, ia malah menjatuhkan membenamkan wajahnya di d*da sang istri.


.


.


.


“Aku baru saja melihat siaran langsung adegan dewasa!” Sam menceritakan semua yang ia lihat kepada Dean.


Dean melongo tidak percaya setelah mendengar semua cerita Sam.

__ADS_1


“Lagian, kenapa juga kau masuk ke kamar mereka!” Dean menyalahkan Sam.


“Aku tidak tahu, aku mendengar wanita itu menge*ang. Ku pikir, ia terjatuh atau bagaimana. Terlebih lagi, aku tidak tau bila Kak Jack sudah pulang. Niatku kan bagus, aku ingin menolongnya. Pintu juga tidak di kunci, malah terbuka lebar.” Jelas Sam.


“Untung saja, mereka belum melepas seluruh pakaian mereka,” tambah Sam lagi.


“Lalu bagaimana expresi yang di tunjukan Jack?”


“Sepertinya dia murka.” Kata Sam, tapi sesaat kemudian, Sam membuat Dean terbahak-bahak. “Ahh.. Mataku mataku sudah tidak suci lagi! Bagaimana ini? Aku harus mengsucikannya dengan cara apa? Huwaa!” Sam mengucek matanya berulang kali. Ia menjadi seperti anak kecil yang habis melihat hantu. Dan seakan, hal yang ia lihat itu tidak dapat hilang dari pandangan matanya.


“Hahahak! Kau lucu sekali Sam, anggap saja kau sedang cuci mata.” Kata Dean membuat Sam semakin kesal.


“Cuci mata apaanya? Ini adalah pertama kalinya aku melihat adegan seperti itu!” ujar Sam dengan jujur.


“Benarkah?” Dean tidak percaya. “Kau kan sering memainkan komputer, tidak pernahkah kau membuka situs dewasa?” tanya Dean.


“Tidak pernah, aku tidak pernah memikirkan hal-hal kotor seperti itu! Aku selalu memikirkan tentang, bagaimana caranya mengumpulkan banyak uang untuk ibuku. Satu lagi! Aku juga tidak berpikir untuk menikah, cinta dan kasih sayangku hanya untuk ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan aku dengan susah payah!”


Perkataan yang di lontarkan membuat Dean terdiam. Ia tidak menyangka dengan semua yang Sam pikirkan. Pikirannya begitu dalam, kasih sayang Sam pada ibunya sangat besar.


“Kenapa Kak Dean diam? Kak Dean tidak percaya dengan perkataanku?”


“Tidak, aku percaya pada perkataanmu. Tapi, aku tidak menyangka saja, orang sepertimu menyimpan perasaan yang begitu dalam,”

__ADS_1


“Aku sudah puas sekarang, ibuku sudah bahagia di kampung. Ini semua. Berkah Kakek, Kak Dean dan juga Kak Jack, jika tidak ada kalian, aku pasti tidak akan sampai ke titik ini!” Sam tersenyum kala mengingat pertemuannya pertama kali dengan Klan Dragon dengan cara yang tidak baik itu.


BERSAMBUNG!


__ADS_2