DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
SAM..!


__ADS_3

Brak! Jack menabrakkan mobilnya pada belakang mobil Dean yang terparkir di depan apartment.


Dean dan Sam yang ada di dalam apartement di buat terkejut dengan suara itu. Mereka mengira, itu adalah suara musuh yang hendak menerobos masuk. Mereka berdua pun bersiap keluar dengan senjata api di tangan mereka masing-masing.


“Suara apa itu?”


“Entah lah! Mungkin suara musuh, kita harus waspada!” Sam menanggapi.


Mereka berdua pun membuka pintu apartement itu dengan perlahan.


Tadaaaa! Pemandangan yang mereka lihat membuat mereka terpukau, ehh ralat. Bukannya terpukau, tapi terkejut.


“Kak Jack, apa yang terjadi?” tanya Sam pada Jack yang terlihat sangat kesal itu. Terlihat jelas dari raut wajah Jack, bahwa ia sedang tidak baik-baik saja.


“Ahh..! Jack, apa yang kau lakukan pada mobilku!” teriak Dean saat melihat belakang mobilnya sudah penyok. “Kau tahu, Jack. Aku harus memohon pada Kakek, agar dapat membeli mobil ini!” sambung Dean. Ia mengingatkan pada Jack, bahwa ia sangat sulit untuk mendapatkan mobilnya itu. Butuh perjuangan extra untuk membujuk Kakek agar mengizinkan ia membelinya.


“Dokter keparat! Pria jelek yang tidak menyayangi nyawanya!” maki Jack.


Dean ternganga mendengar perkataan Jack, ia sedang protes tapi tempat protes tidak memperdulikannya sama sekali.


“Jack, aku berbicara padamu,” ucap Dean dengan wajah sedih dan kesal bercampur menjadi satu.


“Kau ambil saja mobilku yang ada di bagasi rumah Kakek!” sahut Jack. “Mobil itu masih bagus, dan baru dua kali di pakai oleh Sam. Benar kan Sam?”


“Benar, Kak. Aku yang sudah memakai mobil itu ke kantor saat masih baru.” Jawab Sam, membenarkan perkataan Jack.


“Jadi, mobil itu gantinya?” tanya Dean.


“Ya!” jawab Jack singkat.


Brak! Lagi, Jack membuat Dean dan Sam terperanjat kaget.

__ADS_1


“Dia kenapa?” tanya Dean heran.


“Entah lah, tapi sepertinya, Kak Jack sedang ada masalah,” kata Sam “Ayo kita susul dan kita tanya, apa yang sudah terjadi.”


Dean dan Sam menyusul Jack yang berada di dalam ruangan kerjanya. Ruangan kedap suara tempat Jack dan Dean selalu berdiskusi. Dan kini, tidak hanya mereka berdua, tapi juga bertiga bersama Sam.


“Jack, ada apa?” tanya Dean sambil mendudukkan bokongnya ke atas meja yang ada di ruangan itu.


“Tua bangka itu sudah mengetahui semuanya, penyamaranku terbongkar!”


“Arrhhhh!” Jack membanting pas bunga yang ada di meja itu. Spontan, Dean yang sedang duduk segera melompat turun.


“Kenapa bisa ketahuan?” tanya Sam.


“Dokter tidak berguna itu telah memberitahu kan semuanya. Dokter tidak berguna! Dia memang pantas untuk mati, harusnya aku membunuhnya sejak awal.”


“Kau membunuh seorang dokter, Jack?” Tanya Dean sambil memandang wajah Jack yang begitu kusut.


“Ya! Harusnya tadi, aku membunuh tua bangka itu juga!”


“Kau benar, semuanya belum berakhir. Seseorang yang bermain game, tidak selamanya selalu menang. Ada kalanya mereka mengalami kekalahan, mungkin saat ini aku gagal tapi esok, akan aku pastikan, aku akan menghabisi mereka semua!”


Tiba-tiba, Sam tersenyum ke arah Jack. Ia mengingat tanda merah yang ada di leher Mayang.


“Kenapa kau tersenyum ke arahku? Apakah ada yang lucu?” Jack menatap tajam pada Sam yang terus tersenyum.


“Tidak, tidak ada yang lucu. Hanya saja, aku tidak menyangka. Kak Jack bisa berubah menjadi nyamuk, dan menggigit bagian tubuh Mayang dengan buas.” Sam sudah mengambil ancang-ancang untuk kabur dari ruangan itu. “Bwahahahaa!” Ia tertawa dengan keras lalu pergi meninggalkan Jack dan Dean.


Kini Jack menatap tajam pada Dean yang masih ada di dalam ruangan itu. Dean yang melihat Jack menatapnya dengan tatapan membunuh, berniat ingin melarikan diri seperti Sam.


Saat Dean hendak berlari keluar, tiba-tiba Jack mencekal kaki Dean menggunakan kaki kanannya.

__ADS_1


Brak! Dean jatuh terjerembab di lantai.


“Auuu!” rintih Dean.


“Mau kemana kau, Kak? Apakah kau tidak ingin menjelaskan semua hal yang sudah di katakan Sam barusan?” Jack bersedekap dada di hadapan Dean yang tergeletak di lantai ruangan itu.


“Apa yang harus aku jelaskan? Aku tidak tahu apapun? Aku juga tidak menyangka, Sam akan mengatakan hal itu.”


“Alasan saja! Apa yang di lakukan Sam? Kenapa dia mengatakan aku nyamuk?”


“Oh, masalah itu. Tadi pagi saat sarapan, Sam melihat ke arah leher istrimu dan banyak bekas tanda merah di sana. Sam mengira, istrimu di gigit oleh nyamuk atau serangga lainnya, jadi Sam menyuruh istrimu konsultasi pada dokter sebelum terjadi apa-apa. Yang bodohnya lagi, istrimu juga tidak mengerti dan malah mengatakan bekas itu tidak gatal dan ia tidak perlu ke dokter.” Jelas Dean yang masih tergeletak di lantai.


“Aku sudah menjelaskan semuanya pada Sam, barulah mereka berdua berhenti membahas soal tanda itu. Mungkin Sam merasa geli saat melihat wajahmu yang ia kira nyamuk itu!”


“Sam..!” teriak Jack dengan kesal sambil berjalan keluar dari ruangan itu, meninggalkan Dean sendirian.


“Jack..!” teriak Dean tak kalah keras. Ia juga kesal, karena Jack meninggalkannya begitu saja.


BERSAMBUNG!


.


.


.


SEMBARI MENUNGGU UP, YUK! MAMPIR DI KARYA TEMAN NENG SYANTIK YANG ADA DI BAWAH INI!


Judul: DOKTER MISTERIUS VS MAFIA KEJAM


Author: Anisyah S

__ADS_1


Kecelakaan pesawat membuat Vitalia mengalami hilang ingatan (amnesia), yang pada akhirnya Ia bertemu dengan keluarga barunya, mereka mengira bahwa Vitalia adalah Putrinya yang telah lama menghilang, karena wajahnya yang mirip dengan Putrinya. Bagaimanakah Vitalia akan menjalani hidup bersama keluarga barunya??, lalu apakah Vitalia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya dan bertemu dengan musuhnya semasa kuliah di Oxford University untuk membalaskan dendamnya yang tak berujung??



__ADS_2