DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
TIDAK PERLU MENIKAH!


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Jack dan Dean akan melakukan serangan ke Markas utama Klan Tiger. Mereka sedang bersiap untuk pergi ke markas mereka lebih dulu, yaitu Markas Klan Dragon.


Jack hanya pergi berdua saja bersama Dean, sedangkan Sam dan Marco. Di tugaskan Jack untuk menemani istrinya. Kini, kandungan Mayang sudah menginjak 7 bulan. Ia sudah tidak berbuat ulah lagi, dengan tingkah ngidamnya yang aneh.


Jack dan Dean segera menuju ke markas, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, akhirnya mobil yang di kendarai Jack, tiba di tengah hutan lebat. Di sana lah markas mereka, yaitu markas Klan Dragon.


“Jack, kau yakin akan menghancurkan Klan Tiger hari ini juga?” Dean mengikuti langkah Jack yang berjalan menuju markas.


“Ya, Kak. Aku ingin semuanya selesai sebelum anakku lahir ke dunia. Aku ingin meninggalkan semua ini, aku tidak ingin anakku mengetahui, bahwa ayahnya adalah seorang mafia gila!”


Dean hanya menyimak perkataan Jack. Yang artinya, Jack akan meninggalkan Klan bahkan mungkin akan meninggalkan dirinya dan yang lain.


Jack dan Dean sudah berada di dalam markas. Erick, Argo dan juga Joe menyambut mereka.


“Apakah kalian sudah siap?” tanya Jack sembari berjalan mendekat.


“Sudah, Tuan!” sahut Erick, Argo dan Joe serempak.


“Kalau begitu, kita bergerak malam ini juga!” ujar Jack. Ia sudah tidak dapat menunda lagi, pasalnya. Beberapa bulan terakhir ini, penyerangan selalu di tunda karena berbagai alasan dan hambatan. Kini, ia sudah tidak sabar. Ia tidak ingin, anaknya lahir lebih dulu sebelum kelompok Klan Tiger yang meresahkan di basmi habis.


Maka, malam itu juga. Anggota Klan Dragon segera bergerak untuk menyerang markas Klan Tiger.


.


.

__ADS_1


.


“Aneh sekali, sudah setengah tahun ini, nama Jack tidak pernah terdengar lagi. Apa lagi nama Klan nya,” ucap Iwan. Ia heran dengan Organisasi Klan Dragon yang sudah lama tidak beraksi.


“Bukannya bagus! Jika Klan Dragon tidak beroperasi lagi, itu tandanya. Klan Tiger akan segera menguasai dunia!” ujar Kenzo.


Mereka tidak menyadari sama sekali dengan pergerakan Klan Dragon yang selama ini selalu mengintai mereka.


Mereka menganggap, Jack tewas saat kejadian tempo hari di Dermaga. Karena sejak saat itu, Jack tidak pernah lagi terlihat bahkan namanya saja tidak pernah terdengar. Jadi, mereka selalu bersikap tenang tanpa ada kewaspadaan.


Di satu sisi, mereka sedang bersenang-senang dan berpesta dengan di temani botol minuman.


Di sisi lain, Jack dan anggota Klan Dragon yang lain. Sudah semakin mendekati markas Klan Tiger.


Sedangkan di rumah, Mayang terus bertanya pada Marco dan Sam. Di mana keberadaan suaminya dan Dean.


Kini, Sam dan Marco sedang menemani Mayang menonton televisi.


“Mereka sedang ada pekerjaan. Mereka akan segera pulang, kau tidak usah khawatir,” ucap Marco dengan lembut.


“Hmm.. Paling lambat, besok pagi!” ujar Sam.


“Besok pagi? Mereka menginap?” tanya Mayang lagi.


“Kan paling lambat, kataku. Karena tempat yang di kunjungi mereka itu jauh, jika hujan. Pasti mereka akan tiba besok pagi,” kata Sam dengan hati-hati. Ia tidak ingin salah bicara pada Mayang.


Mayang terdiam, ia menatap wajah Sam dan Marco secara bergantian.

__ADS_1


“Lebih baik kau tidur, sudah malam. Nanti kau sakit,” ucap Marco pada Mayang. “Jika kau sakit, pasti akan mempengaruhi bayimu.”


Mayang hanya bisa menurut, meski ia sangat ingin menunggu suaminya pulang. Tapi, yang di katakan Marco bener, bahwa tidak baik baginya dan juga bayinya jika begadang. Jadi, ia memutuskan untuk tidur saja.


“Kalau begitu, Mayang tidur duluan,” ucap Mayang sembari bangkit dari karpet tempatnya duduk di depan telivisi itu.


Melihat Mayang yang bangkit, Marco dan Sam yang duduk di atas sofa ikut bangkit. Mereka berniat untuk mengantar Mayang ke lantai atas.


“Kak Marco dan Sam di sini saja, Mayang bisa sendiri kok!” ujar Mayang. Ia tidak ingin selalu merepotkan Marco dan Sam.


“Kalau begitu, hati-hati. Kau jalan pelan-pelan saja!” Marco memandang Mayang yang berjalan menuju anak tangga. Terlihat, bahwa Mayang sudah kesulitan berjalan.


“Kita yang melihatnya saja, sangat susah. Apalagi dia yang menjalani!” celetuk Sam. “Jika aku menikah nanti, aku tidak akan membuat istriku hamil seperti Kak Jack membuat Mayang seperti itu.”


Plak! Spontan, Marco menampar pipi kiri Sam. Marco tidak sadar melakukan itu. Tangannya bergerak begitu saja saat mendengar kata-kata bodoh yang di ucapkan Sam.


“Kak, kenapa menamparku?” Sam memegangi pipinya yang terasa panas.


“Maafkan aku, Sam. Aku tidak sengaja!”


“Tidak sengaja bagaimana? Menampar pipiku dengan begitu keras, malah bilang tidak sengaja!” kesal Sam.


“Tanganku bergerak begitu saja setelah mendengar perkataan bodoh mu,” kata Marco.


“Bodoh di mana nya? Aku hanya mengatakan, jika aku menikah aku tidak akan membuat istriku hamil seperti Mayang.”


“Nah itu! Untuk apa kau menikah jika tidak ingin punya anak, jika kau hanya ingin kawin. Kau tidak perlu menikah, kau datang saja ke club dan mencari kupu-kupu malam!” Marco menatap jengah pada Sam yang polosnya tidak habis-habis.

__ADS_1


BERSAMBUNG!


__ADS_2