DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
AMNESIA RETROGRADE


__ADS_3

“DIA AMNESIA!” ujar Marco pada Dean dan Mayang.


“Amnesia? Apa itu amnesia?” tanya Mayang yang tidak mengerti apa itu amnesia.


“Amnesia adalah, di mana seseorang mengalami lupa ingatan,” kata Dean dengan pelan.


“Gak mungkin! Itu gak mungkin,” ucap Mayang lirih. Air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk matanya, menetes begitu saja.


“Sabar lah, jangan menangis,” kata Dean sambil mengusap punggung Mayang. “Sebentar lagi, Sam dan dokter Hardi akan tiba. Kita tunggu hasil pemeriksaannya.”


“Apakah aku harus menelpon kakek, agar kakek kembali secepatnya.” Batin Dean.


Saat ini, kakek Petter berada di negara asalnya. Yaitu Belanda.


Tak lama kemudian, Sam yang membawa dokter Hardi ke kediaman kakek. Kembali, Dokter Hardi kebingungan, pasalnya, ia baru saja tiba di depan rumahnya tapi, Sam sudah menyusulnya dan memintanya kembali ke kediaman kakek.


“Ada apa?” tanya Dokter Hardi.


“Saat dia bangun, dia menyebut nama ibunya dan tidak mengenal kami sama sekali,” jelas Dean.


Dokter Hardi terdiam, lalu, ia pun berjalan mendekati Jack dan Marco. Lalu memeriksanya.


“Anda juga mengalami sesuatu yanf aneh?” tanya dokter Hardi pada Marco.


“Tidak, Dokter!” sahut Marco.


Setelah memeriksa keadan Marco, dan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dokter Hardi pun beralih pada Jack dan segera memeriksa keadaannya.


Cukup lama ia memeriksa Jack, setelah selesai, dokter Hardi menghembuskan napas berat.

__ADS_1


“Huhh!”


“Bagaimana, Dokter Hardi? Apa yang terjadi pada Jack?” Tanya Dean.


“Jack mengalami AMNESIA RETRODGRADE. Yang terjadi akibat Cidera pada otak ataupun karena tekanan pikiran berlebih yang ia terima selama ini! Hingga menyebabkan sebagian memori ingatannya hilang. Baik itu ingatan di masa lampau atau pun hal-hal yang ia alami dalam kurun waktu baru-baru ini!” jelas Dokter Hardi.


Semakin menangislah Mayang mendengar penjelasan Dokter.


“Apakah adikku bisa segera sembuh?” tanya Marco.


“Tergantung!”


“Maksud Dokter?” tanya Marco lagi.


“Ingatannya bisa kembali kapan saja, besok, lusa,minggu depan, bulan depan, tahun depan, bahkan tidak akan kembali sama sekali. Semua tergantung keinginan nya untuk mengingat, jika keinginannya untuk mengingat masalalu nya sangat besar. Bisa saja, ingatan itu akan kembali secepatnya, tapi jika tidak, maka selamanya ia akan seperti ini!” jelas Dokter Hardi serinci mungkin.


“Dok, apakah adik saya akan sadar dalam waktu yang lama?” tanya Marco sembari membenarkan posisi Jack yang kembali pingsan.


“Jika tidak ada lagi yang perlu di tanyakan, saya izin undur diri,” ucap Dokter Hardi. “Tolong di ingat, jangan memaksakan dirinya untuk mengingat masalalu nya. Biarkan ia berusaha sendiri, kalian hanya perlu membantunya saja.”


“Baik, Dokter. Terimakasih!” Sam pun kembali mengatar Dokter Hardi.


.


.


.


Dua hari kemudian.

__ADS_1


Jack yang sedang duduk bersandar pada sandaran ranjangnya sembari menonton televisi yang ada di kamar itu, tiba-tiba berteriak dengan keras.


“Kak.. Kak! Arrhh.” Erangnya sembari memegangi kepalanya.


Ctarr! Jack melemparkan pas bunga yang ada di atas nakas samping ranjangnya ke arah televisi yang sedang menyala. Seketika, televisi itu mati dan pecah berkeping-keping.


“Ada apa?” Marco berjalan tergesa ke arah Jack dengan kaki pincangnya.


“A-a-aku, aku melihat bayangan seseorang yang di seret kedalam penjara. Persis dengan yang aku lihat di dalam televisi itu!” Jack menunjuk ke arah televisi yang sudah hancur dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih memegangi kepalanya yang terasa sakit.


“Ada apa?” Mayang yang baru saja tiba di dalam kamar itu, menatap pada televisi yang sudah hancur. Lalu, ia menatap pada Jack yang ada di dekapan Marco.


“Hust!” Marco memberi Mayang kode, agar menjauh dari tempat itu.


Mayang segera pergi keluar dari kamar itu dengan perasaan sedih.


“Kau kenapa, Mayang?” tanya Dean yang melihat Mayang murung di luar kamar Jack dan Marco.”Jack kembali mengamuk?” terka Dean. Dan di angguki oleh Mayang.


“Bersabar lah, aku yakin, dia akan segera sembuh,”


“Iya kak, Mayang gak masalah dia gak ingat sama Mayang. Tapi, yang buat Mayang sedih, dia harus menderita dan menahan rasa sakit kayak gitu,” ucap Mayang lirih.


Sedangkan di dalam kamar, Marco yang berhasil menenangkan Jack. Segera keluar dari dalam kamar itu dengan pelan, ia ingin adiknya beristirahat tanpa gangguan.


Saat tiba di luar kamar, Dean dan Mayang bertanya padanya.


“Apa yang terjadi pada, Jack? Apakah sudah lebih baik?” tanya Dean.


“Aku rasa, ia mengingat saat ia di bawa ke penjara,” ucap Marco sambil menundukkan kepalanya. “Semua ini salahku, salahku! Jika tuhan ingin menghukumku, bukan begini caranya, kenapa harus dia yang menerimanya bukan aku!” Marco yang bersandar di pintu kamar itu merosot, ia menangis dan merutuki kebodohannya di masalalu.

__ADS_1


BERSAMBUNG!


FIKS! KALO GAK NYAMBUNG, TINGGALKAN SAJA. CERITANYA JADI BEGINI, KARENA GAK SENGAJA ADA PERUBAHAN SEDIKIT ALUR DI TENGAH JALAN. TOLONG MAAFKAN SAYA!


__ADS_2