
Dua hari kemudian, Mayang yang tinggal di apartemen sedang di landa kecemasan. Pasalnya, sudah dua hari ini, Jack tidak kembali. Is sudah bertanya pada Sam dan juga Dean yang menjaganya di apartemen itu. Tapi, Sam dan Dean selalu menjawab, bahwa Jack sedang ada urusan di luar kota.
“Kak, kemana suamiku? Kenapa sudah dua hari enggak pulang?” tanya Mayang pada Dean yang sedang menikmati kopi hitamnya di meja dapur.
“Aih.. Sudah aku bilang, Jack lagi ada urusan di luar kota. Besok pasti pulang,” kata Dean.
“Bisakah telpon sebentar?” pinta Mayang.
“Aku coba, tapi jika tidak aktif atau tidak di angkat. Sudah, ya. Jangan bertanya lagi,” Dean mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu segera menghubungi nomer Jack. Aktif, namun tidak di angkat. Dean pun menghubunginya berkali-kali, tapi hasilnya tetap sama.
“Tidak di angkat, kan! Dia sedang sibuk, tapi ku pastikan, dia akan segera kembali,” kata Dean. Tapi, matanya terus memandang ke arah belakang Mayang. Ternyata, di sana sudah ada Jack. Jack memberi isyarat pada Dean, agar tetap diam.
“Selalu saja begini, pergi dengan tiba-tiba. Apakah Mayang memang tidak ada artinya!?”
Tiba-tiba, Mayang di buat terkejut saat lengan kekar melingkar begitu saja di perutnya.
“Siapa bilang kamu gak ada artinya? Hmmm?” Jack menyandarkan dagunya pada bahu Mayang.
“Kakak pulang, dari mana saja?” tanya Mayang.
“Bagaimana aku gak pulang, aku kangen sama kamu,” kata Jack dengan suara lembut. “Bisakah kita pergi ke atas, aku lelah,” sambungnya.
Dean yang ada di tempat itu, sama sekali tidak di anggap kehadirannya. “Sadar woy! Di sini masih ada orang.” Kata Dean “Dasar pasangan ******!” makinnya.
Tanpa memperdulikan perkataan dan makian Dean, Jack segera menggendong istrinya, lalu pergi menuju lantai atas.
Setelah sampai di lantai atas, Jack segera mendorong pintu kamar mereka menggunakan kaki. Ia pun, menurunkan tubuh Mayang di atas ranjang.
“Kakak mandi lah dulu,” ucap Mayang sambil beranjak dari ranjang itu.
__ADS_1
“Mau kemana?” Jack menarik tubuh Mayang ke dalam pelukannya.
“Mau siapkan pakaian, Kakak.”
“Aku tidak ingin mandi, aku ingin memintanya. Boleh tidak?” tanya Jack dengan penuh harap.
Wajah Mayang berubah merah. Ia bingung harus bagaimana, ia menjadi sangat malu setelah mendengar permintaan Jack.
Tanpa manjawab pertanyaan Jack, Mayang kembali beringsut ke atas ranjang.
Jack sangat senang, ia tahu, dengan kembalinya Mayang ke atas ranjang itu, berarti Mayang mengizinkannya.
“Terimakasih, Sayang!” Jack ikut naik ke atas ranjang. Ia mendekati Mayang yang sudah berbaring di ranjang itu.
Ia mengecup kening, pipi dan dagu Mayang bergantian. Setelah itu, ciumannya berpindah pada bibir tipis Mayang.
Awalnya hanya ciuman biasa, tapi lama-kelamaan ciuman itu menjadi semakin panas. Jack menggigit kecil bibir Mayang, agar Mayang membuka mulutnya dan lidah Jack bisa mengakses dan menyapu deretan gigi putih Mayang.
“Eummm!” Mayang mendorong tubuh Jack, karena ia merasa sulit bernapas.
Jack memeluk tubuh Mayang, tangan kanannya sibuk mengangkat gaun yang di pakai istrinya itu. “Buka, Sayang!” pinta Jack. Kini, tangan kanannya sudah memegang satu buah pir milik Mayang yang masih terbungkus pembalut.
“Eumm..” lagi, Mayang hanya melenguh. Tubuhnya sudah seperti cacing kepanasan. Melihat istrinya yang sudah mulai teran*sang oleh permainannya. Jack segera melepaskan pakaian atas miliknya. Ia segera menciumi seluruh wajah istrinya dan juga meninggalkan banyak jejak di leher putih sang istri.
Mayang hanya bisa melenguh dan mend*sah, suaranya terdengar begitu merdu. Membuat Jack semakin buas.
“Ahhh.. Mataku!” teriak seseorang dari luar kamar itu. Membuat Jack dan juga Mayang terkejut. Dengan spontan, Mayang mendorong tubuh suaminya. Lalu, buru-buru ia membenarkan gaunnya yang tersingkap.
“Sam! Apa yang kau lakukan di sana?” sorot mata Jack penuh dengan kemarahan.
__ADS_1
“Aku dari mandi di kamar sebelah, kamar yang menjadi tempat tinggalku dan Kak Dean selama dua malam ini. Tapi, siapa sangka! Saat aku lewat, aku mendengar suara aneh istrimu, aku pikir telah terjadi sesuatu. Kebetulan pintunya juga terbuka, langsung saja aku hendak memeriksa.” Sam menjeda kata-katanya. “Tapi, tapi ternyata suara itu adalah suara istrimu yang sedang di gigit nyamuk dewasa. Huaaaaa.. Mataku, mataku harus ku basuh!”
Brak! Sam menarik gagang pintu dan menutupnya dengan kasar. Bukannya ia marah pada Jack dan Mayang, melainkan takut, Jack akan memarahinya lalu mengeksekusinya seperti musuh Jack tempo hari.
“Menganggu saja!” rutuk Jack.
“Mayang malu, bisa kakak matikan saja lampunya.” Pinta Mayang sambil menundudukan kepalanya.
Dengan kesal Jack bangkit dan mematikan lampu. Ia kembali lagi ke atas ranjang. Lalu, menarik gaun yang di kenakan istrinya dengan kasar, hal yang di lakukan Jack, membuat Mayang terkejut.
BERSAMBUNG!
.
.
.
SEMBARI NUNGGU UP, BISA MAMPIR DI KARYA TEMAN NENG SYANTIK YA! CERITANYA DI JAMIN SERU DAN KEREN!
JUDUL: MR. AROGANT
PENULIS: RAHAYU NINGTYAS BUNGA KINANTI
Kisah seorang gadis yang terjebak dengan perjanjian bos-nya... Ia sudah janji kepada diri sendiri agar tidak jatuh kepada sang bos namun sayang ia mengingkari janji-nya sendiri dan jatuh kepada sang bos-nya.
Bagaimana kisah mereka? Apakah cinta Nesa terbalas?
Yuk langsung baca aja!
__ADS_1