DENDAM (Aku Bukan Bayangan)

DENDAM (Aku Bukan Bayangan)
ISTRIKU ANEH!


__ADS_3

“Sayang, maafkan aku,” ucap Jack sembari menggenggam jemari istrinya.


“Maaf untuk apa, Kak?” tanya Mayang. Matanya menyiratkan rasa rindu yang begitu dalam pada suaminya.


“Segalanya, terutama karena aku telah melupakan mu,” ucap Jack.


“Jangan minta maaf, Kakak gak salah. Semuanya sudah di takdirkan dan di gariskan oleh Tuhan.”


Melihat Jack dari jarak dekat, membuat Mayang menjadi seperti wanita liar yang kelaparan.


Mayang menelan ludahnya dengan kasar, ia menatap bibir Jack yang masih terlihat pucat itu. Ia ingin mengutarakan keinginannya, tapi ia takut dan juga malu. Entah kenapa, akhir-akhir ini, ia ingin sekali melakukan itu bersama suaminya.


“Kenapa? Hmm?” Jack balik menatap istrinya.


Mayang menggeleng pelan, matanya terus menatap pada bibir suaminya. “Boleh gak, kalau Mayang cium?” guman Mayang dengan pelan, tapi masih terdengar jelas di telinga Jack.


“Hahaha!” Jack tertawa rendah. “Kenapa kok minta izin?” tanya Jack, membuat pipi Mayang bersemu merah.


Mendengar perkataan Jack, Mayang segera mendorong tubuh Jack. Agar tubuh itu bersandar pada sandaran ranjang.


Jack sedikit terkejut dengan tingkah istrinya itu. Ia tidak menyangka, jika Mayang bisa seagresif itu. Bagaimana tidak, istrinya yang nampak malu-malu segera menyerangnya dengan buas.


Mayang yang sudah berada di atas tubuh Jack, segera menciumi wajah Jack. Ia mencium bibir Jack dan sedikit menggigitnya, Jack ikut membuka bibirnya agar Mayang bisa mengakses deretan giginya. Mayang menyapu seluruh area mulut Jack, bahkan ia menggigit lidah Jack yang ikut bermain.


Lama mereka berciuman dan saling bertukar Slavina, akhirnya Mayang melepaskan pagutan itu.

__ADS_1


“Mayang buka ya, Kak,” ucap Mayang lirih sembari memegangi kerah baju piyama kotak-kotak yang di kenakan oleh suaminya.


Jack mengangguk, Mayang pun segera membuka piyama itu. Ia menciumi bahkan menj*lat area tubuh suaminya.


“Ahhh.. Mayang.”


Melihat suaminya yang mulai merasakan nikmat dan terus mend*sah, Mayang segera membuka pakaiannya dan juga celana yang masih di kenakan suaminya itu.


Wanita itu terus menciumi wajah dan leher suaminya, kini area bawahnya sudah siap ia masukan pada milik suaminya.


‘Bleb'


Jack meng*rang dan mend*sah nikmat saat miliknya masuk sepenuhnya pada milik istrinya.


“Ahh, sayang!” Jack memeluk pinggang Mayang yang berada di atasnya.


Beberapa saat kemudian, Jack dan Mayang mencapai puncak mereka. Jack menyeka keringat istrinya yang keluar dari pori-porinya.


“Lagi, ya. Kak!” pinta Mayang.


Jack menggeleng, bukannya ia tidak mau, tapi ia tidak ingin Mayang lelah seperti itu. Ia ingin saja mengambil alih permainan, tapi, kakinya masih serasa lemas jika di gerakan.


“Sekali lagi, ya!” Mayang memohon dengan wajah memelas.


“No!” tolak Jack. “Kamu kenapa jadi aneh begini?” perkataan Jack membuat Mayang tersinggung.

__ADS_1


Dengan cepat Mayang beringsut dari atas tubuh suaminya, lalu memakai pakaiannya dengan asal. Setelah itu, ia turun dari atas ranjang dan duduk di pojokan lemari. Ia menangis dengan memeluk kedua lututnya.


“Mayang, jangan menangis. Maafin aku,” kata Jack sambil turun pelan dari ranjang itu, lalu memakai celananya dan menghampiri Mayang yang sedang menangis.


“Kenapa istriku jadi aneh seperti ini?” batin Jack.


“Sayang, maafin aku. Aku lagi gak bisa, nanti kalau aku udah kuat lagi, aku yang bakal puasin kamu tanpa kamu minta,” ucap Jack dengan lembut.


“Mayang gak mau kalau nanti, Mayang mau sekarang. Tapi, kakak gak mau, kakak gak sayang sama Mayang,” ucap Mayang seperti anak kecil.


“Siapa bilang gak sayang? Aku cinta sama kamu, aku sayang. Tapi, aku juga gak mau kamu kecapekan. Aku juga gak bisa ngimbangin kamu sekarang, bener-bener lagi gak bisa," kata Jack. Ia berusaha membujuk Mayang, tapi semuanya sia-sia.


Melihat Mayang yang terus saja marah dan menangis, akhirnya Jack memutuskan untuk pura-pura kesakitan.


“Akkhhh, Mayang!” Jack memegangi kepalanya sembari meringis kesakitan. “Akkkhh, sakit!”


“Kak, kakak kenapa? Tolong maafin, Mayang. Mayang gak akan maksa lagi,” kata Mayang, ia segera memegangi suaminya yang meringis dan terduduk di lantai itu.


Ia menyesal karena telah memaksa suaminya.


“Kak, jangan sakit lagi. Mayang mohon.” Mayang segera membantu Jack bangkit dan berjalan perlahan ke atas ranjang.


“Kakak tunggu di sini sebentar, Mayang ambilkan air.” Mayang segera berlari keluar. Ia menuruni anak tangga dengan cepat.


Dean yang kebetulan melihat, menjadi keheranan dan menimbulkan pertanyaan di benaknya. Karena penasaran, Ia pun memutuskan untuk menemui Jack di kamarnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG!


Maaf, lupa update kemaren.


__ADS_2