
Saat Dokter hendak memeriksa Jack. Tiba-tiba saja, Jack bangun dari tidurnya. Membuat Dokter dan kedua perawat yang menangananinya menjadi terkejut.
“Letakan alat-alat medismu!” perintah Jack kepada Dokter itu.
“Anda hanya berpura-pura?” terkejut, tentu Dokter itu sangat terkejut.
“Dokter benar!” Jack tersenyum ke pada Dokter itu.
“Yang anda lakukan tidak benar, lihatlah Papa Anda, beliau sangat cemas,” kata Dokter itu.
“Dia bukan orang tuaku! Tunggulah di sini sebentar, dan katakan padanya bahwa aku terkena luka dalam yang cukup parah.”
“Maaf! Saya tidak bisa, pekerjaan saya, menuntut untuk selalu profesional.” Dokter itu pun hendak pergi meninggalkan Jack dari dalam UGD itu.
“Ini bukan pilihan! Tetaplah di sini dan turuti perkataanku, atau kau dan kedua perawat ini, memilih lebih dulu masuk ke neraka.” Jack mengeluarkan senjata api yang ia simpan di balik baju yang ia pakai.
Terkesiap lah Dokter dan perawat itu, mau tidak mau, mereka menuruti perkataan Jack.
“Bagaimana?” Jack tersenyum lagi kepada Dokter dan dua perawat. Senyum manis yang ia tunjukan bukan membuat Dokter dan perawat itu senang, tapi malah membuat mereka ketakutan. Pasalnya, senyum manis yang di tunjukan Jack menjadi ancaman mengerikan untuk mereka.
“Ba-ba-baik, kami akan melakukannya seperti perintah, Tuan.” Dokter itu berkata dengan tubuh gemetar.
“Bagus! Anak baik.”
.
.
Kenapa Jack bisa babak belur seperti itu? Begini ceritanya!
Flashback On
“Jack, apa yang akan kau lakukan dengan pakaian kotor itu?” tanya Dean yang melihat Jack memakai pakaian lusuh dan kotor.
“Pukul wajahku!” bukannya menjawab pertanyaan Dean, Jack malah meminta Dean melakukan hal gila.
“Kau gila!” Dean menatap aneh pada Jack di pagi hari itu.
__ADS_1
“Aku memang sudah gila. Maka dari itu, cepatlah pukul di sini!” Jack menujuk sudut bibirnya. “Aku sudah tidak punya banyak waktu, mereka akan segera sampai di kediaman Brahma tus itu!”
“Benar-benar gila!” rutuk Dean. Lalu, BUKK.! Dean memukul wajah Jack dengan keras.
“Wowww.. Sakit juga ternyata,” ucap Jack sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah.
“Sini! Ku tambah tanda sedikit!” Sam ikut mendekat pada Jack yang terduduk di lantai ruangan tempat mereka berkumpul itu.
“Apa itu?” tanya Jack.
“Ini make up mahal cin,” ucap Sam. Ia menirukan suara tante jejadian yang ada di salon-salon kecantikan.
“Suaramu membuat bulu kuduk ku meremang,” kata Dean.
Tanpa mendengarkan ucapan Dean, Sam segera memoles wajah Jack.
“Kau yakin, tidak akan ketahuan?” tanya Jack.
“Aku yakin! Aku sudah mempelajari tutorial di YouTube semalam.” Kata Sam dengan wajah yang begitu serius.
Tak berapa lama kemudian, Sam selesai dengan tugasnya.
“Waw! Ini lebam?” Dean menyentuh wajah Jack yang sudah di poles oleh Sam.
Jack melihat pantulan dirinya di cermin. “Tapi apakah benda-benda ini tidak akan mudah hilang? Bagaimana, jika nanti tua bangka itu mengelap wajahku?”
“Make up ini adalah make up mahal, tidak mudah terhapus.” Sam meyakinkan.
“Kalau begitu, ayo kita bergerak cepat. Jangan lupa, bawa pula belenggu rantai itu. Setelah tiba di depan rumah tua bangka itu, kalian tinggal memasangnya di kaki dan tanganku,” ucap Jack.
Mereka sengaja membawa belenggu rantai yang sudah putus. Dan jika di pakai, belenggu itu tidak panjang dan tidak begitu menganggu aktivitas berjalan Jack. Bukan tanpa alasan Jack melakukan itu, ia sengaja menggunakan belenggu rantai yang telah putus, seolah-olah ia memang berusaha melepaskan diri dari belenggu rantai itu dan berusaha kabur.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya, Jack, Sam dan juga Dean tiba di dekat kediaman Brahma. Mereka segera melancarkan aksi mereka.
“Hati-hati Jack, tindakanmu ini sangat gila dan juga berbahaya.” Dean begitu cemas dengan aksi gila yang di kerjakan oleh Jack.
Jack segera berjalan ke arah kediaman Brahma. Sedangkan Dean dan Sam, mereka memantau dari kejauhan. Selang waktu yang cukup lama, Dean dan Sam pergi meninggalkan Jack. Karena, aksi Jack telah berhasil.
__ADS_1
Flashback Off
.
.
.
“Bagaimana keadaan putra saya. Dok?” tanya Tuan Brahma pada Dokter yang baru keluar dari ruangan rawat Jack.
“Maaf, Pak. Dengan berat hati, kami memberitahukan. Bahwa tulang lengan kanan putra anda, mengalami keretakan. Mungkin, membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa pulih seperti sediaka kala,” jelas Dokter itu.
“Astaga, Marco.” Tuan Brahma mengusap wajahnya dengan kasar. “Kenapa aku bisa lengah dan terperdaya seperti ini?”
“Bolehkah saya menemuinya?” ujar Tuan Brahma pada sang Dokter.
“Silahkan, Pak. Tapi tolong, jangan ajak pasien berbicara terlalu lama. Karena pasien butuh istirahat yang tenang,” ucap Dokter itu. Setelah itu, Dokter meninggalkan Tuan Brahma sendirian.
BERSAMBUNG
.
.
.
SEMBARI NUNGGU UPDATE, KALIAN BISA MAMPIR DULU DI KARYA TEMAN EMA, YA! CERITA NYA DI JAMIN SERU!
JUDUL: TERJEBAK CINTA DUDA AROGAN
AUTHOR: MORATA
Kamu bisa meminta apapun, Termasuk uang adan harta kekayaan dariku. Tapi jangan pernah meminta aku mencintaimu.ucap Damian Perez setelah mengabil sesuatu yang paling berharga dari diri Ayeuna.
Ayeuna bertekad untuk pergi dari hidup Damian perez dan mulupakan malam pertama yang terjadi di antara mereka.tetapi siapa sangka,takdir malah membuat mereka tetap terhubung.
Trik dan siasat dilakukan oleh Sania Wijaya, tunangan Damian perez dan juga mantan kekasih Damian sewaktu sekolah dan pernah berselingkuh dengan Leonardo kakak tiri Ayeuna.
__ADS_1
Bagaimana jika tiba tiba Ayeuna tau kalau Leonardo ternyata mencintainya?