Desain Cinta CEO Dingin

Desain Cinta CEO Dingin
memenangkan saham brand CL


__ADS_3

Bab 27


Di perusahaan Gretc Company sedang terjadi kehebohan dimana 5 orang cleaning service dari lantai 28 kembali muncul setelah berminggu-minggu menghilang begitu saja. Banyak orang yang berbisik membicarakan mereka yang seperti jelangkung keberadaannya. Banyak juga rentetan pertanyaan yang disuguhkan kepada mereka, namun kelima orang itu hanya bungkam dan selalu menghindar.


Di sisi lain, di salah satu loker cleaning service itu terdapat kertas yang berisi perintah untuk melakukan pertemuan di taman yang sepi setelah pulang dari perusahaan. Sepanjang hari, mereka melakukan pekerjaannya dengan tekun seolah mereka tidak menemukan kertas perintah itu. Mereka bersikap biasa saja seperti sebelum menghilang sampai waktu pulang tiba.


Di taman, baru saja mereka akan buka suara setelah ditanyai dari rentetan pertanyaan laki-laki bermasker, tiba tiba suasana menjadi menegangkan.


Terjadi aksi kejar-kejaran antara beberapa pengawal dengan seorang laki-laki yang memakai masker dan berkacamata hitam. 


Laki-laki itu terus berlari ke perkampungan padat penduduk yang mempunyai banyak gang kecil. Dia sengaja berlari di gang kecil agar meminimalisir dirinya bisa lolos dari kepungan para pengawal yang berjumlah 4 orang. Aksi kejar-kejaran ini menjadi perhatian para warga setempat, namun mereka hanya bisa menonton karena mereka hanya beranggapan bahwa itu adalah pengejaran seorang pencopet.


Saat memasuki ke tempat dimana ada beberapa rumah kosong, para pengawal kehilangan jejak meskipun sudah menyisir rumah kosong itu. Para pengawal kemudian memutuskan untuk melakukan pengejaran dengan menyisir kampung itu.


Setengah jam kemudian, laki-laki bermasker itu keluar melalui pintu tersembunyi yang terhubung dengan bawah tanah dari salah satu rumah kosong itu. Dia keluar dengan keadaan terbatuk dan bersin-bersin akibat debu yang menempel pada seluruh tubuhnya.


Laki-laki itu menepuk-nepuk seluruh tubuhnya untuk mengurangi debu yang menempel. Kemudian dia melepas masker dan kacamata nya.


"Arghh… sialan.."


"Sepertinya CEO dan asistennya sudah mulai mengambil tindakan penyelidikannya. Mulai sekarang aku harus berhati-hati."


Setelah menghela nafasnya berkali-kali, laki-laki itu kemudian bergegas pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah kosong itu.


***


Edgar dan Lyn tampak begitu serasi saat memasuki restoran Epicure. Sebuah restoran yang hangat, ramah, dengan dekorasi elegan yang membuat restoran ini dipilih menjadi tempat jamuan makan malam untuk sesi pengumuman pemenang event Paris Fashion.


Terdapat belasan peserta perusahaan mode dari berbagai negara maju yang mengikuti event ini. Event yang diadakan oleh salah satu rumah mode ternama dunia yakni CL, yang bertujuan untuk menggaet salah satu investor dari perusahaan mode besar untuk kelangsungan pertahanan posisi brand CL. 


Ketegangan terjadi saat memasuki puncak acara, namun berganti menjadi perasaan menggembirakan bagi Edgar dan Lyn. Dimana perusahaan Edgar lah yang memenangkan kompetisi ini.  

__ADS_1


Untuk merayakan kemenangan, Edgar membawa seluruh tim nya untuk berpesta di kapal pesiar mewah semalam penuh. 


Semua orang yang ada di pesta itu bersuka cita atas apa yang di raih nya. Lyn yang selalu di samping Edgar tentu sangat terharu dan juga bahagia dengan kemenangan ini. Bagaimana tidak, ini adalah pekerjaan pertamanya namun langsung mendapatkan kemenangan besar untuk kelas dunia seperti ini.


Lyn dan Edgar lebih memilih berada di luar kapal menghirup udara sungai Seine diiringi semilir angin malam yang menyejukkan.


Dengan suasana gemerlap bintang yang menghiasi langit malam serta pemandangan menara Eiffel yang begitu indah, membuat suasana diantara mereka menjadi romantis.


"Selamat kakak, kemampuanmu memang tidak diragukan."


"Ini semua berkat kerja keras mu. Jika kamu tidak datang secara kebetulan saat itu, mungkin saham brand CL ini tidak bisa aku menangkan sampai kapanpun."


Melihat keberhasilan perusahaan Edgar dalam memenangkan saham brand CL. Seketika Lyn teringat para desainer handal yang Edgar miliki yang sedang di kontrak oleh perusahaan Eropa. Jika para desainer itu telah kembali, apakah Lyn masih akan ada di samping Edgar?


Jika bukan karena kebetulan yang beruntung, Lyn tidak akan bisa merasakan rasanya bekerja sesuai bakatnya. Lebih tepatnya bekerja dengan rasa aman yang tinggi mengingat dirinya selalu menderita dimanapun ia berada.


"Kakak, setelah kita pulang dari Paris Fashion, apakah tidak ada yang bisa ku bantu lagi?" Tanya Lyn dengan hati-hati.


"Setelah ini hanya akan ada Paris Fashion week."


Itulah yang ditakutkan Lyn. Setelah Paris Fashion week, dia akan berhenti dari pekerjaan rahasianya.


Terlihat wajah bahagia Lyn mulai meredup. Edgar menatap mata Lyn dengan lembut. "Apa kamu ingin bersama denganku selamanya?"


Lyn terpaku mendengar nya. 


'Selamanya? Apakah itu bisa?.' batin Lyn.


Lyn menatap Edgar dengan mata berkaca-kaca.


"Bolehkah, jika aku mendaftar menjadi desainer di perusahaan kakak mulai dari sekarang? Aku akan bekerja keras walaupun kemungkinannya sangat kecil." Ucap Lyn dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Edgar tersenyum tipis melihat wajah Lyn yang begitu polos tanpa polesan sedikitpun.


"Sangat boleh. Bahkan jika kamu hanya ingin tinggal di mansion ku tanpa melakukan apapun, kamu sangat di perbolehkan untuk itu."


"Yang benar saja. Memangnya ada orang yang hidup enak tanpa bekerja." Gerutu Lyn. 


"Ada. Itu adalah kamu, gadis kecilku."


Mendengar itu dada Lyn berdesir. Entah kenapa setiap Edgar mengatakan dua kata terakhir itu, dada Lyn merasakan perasaan aneh yang belum pernah ia rasakan.


"Kakak, bisakah kamu tidak mengatakan dua kata terakhir itu. Itu benar-benar terdengar menggelikan." Ucap Lyn dengan suara kesal namun tubuhnya terlihat sedikit gugup.


"Jadi itu menggelikan?" Ucap Edgar sambil melangkah maju untuk lebih dekat lagi dengan Lyn.


'Apa aku salah bicara? Apa kak Ed tersinggung dengan kata menggelikan?  Kenapa reaksi kakak Ed seperti itu? Huhu..' batin Lyn sembari berusaha bergerak mundur namun posisinya sudah terpojok.


 


Melihat Lyn sudah tidak bisa bergerak, perlahan Edgar mengulurkan kedua tangannya kemudian menangkup kedua pipi Lyn dengan lembut.


"Apa kamu ingin tahu apa itu menggelikan?"


Lyn hanya diam dan semakin gugup. Namun beberapa saat wajah Lyn berubah menjadi merona karena wajah Edgar yang sangat dekat dengannya. 


Wajah khas Asia dengan raut dinginnya yang begitu berwibawa, serta matanya yang begitu jernih seperti kilauan kristal, menjadikan pesona ketampanan Edgar seperti tidak nyata untuk di sentuh. Hati Lyn bergetar memikirkan ingin menyentuh ketampanan itu. Lyn benar-benar terhipnotis akan pesona ketampanan Edgar.


Melihat reaksi Lyn yang seperti itu, Edgar segera mencium bibir Lyn dengan penuh kelembutan. Lyn yang begitu kaku karena belum pernah berciuman hanya terdiam mematung. Edgar mengigit kecil bibir Lyn agar membuka mulutnya. Segera saja Edgar memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Lyn dan menjelajahinya. Lyn memejamkan matanya karena begitu terhanyut akan kelembutan Edgar. 


Setelah beberapa saat, Edgar melepaskan pagutan bibirnya lalu mengusap bibir Lyn yang basah kemudian mengecup kening Lyn dengan penuh cinta. 


Lyn membuka matanya kemudian tersadar akan hal yang dialaminya barusan. Seketika jantungnya berdetak sangat kencang seakan ingin keluar. Rona wajahnya mendadak seperti kepiting rebus. Lyn kemudian berlari meninggalkan Edgar dengan perasaan yang sangat malu.

__ADS_1


Edgar yang melihatnya hanya tersenyum senang karena telah berhasil membuat gadis kecilnya itu terhanyut dalam kelembutan bibirnya tanpa pemaksaan dan penolakan.


__ADS_2