Desain Cinta CEO Dingin

Desain Cinta CEO Dingin
surat dari Dion


__ADS_3

Bab 53


Shakila menjual Sarah kepada tuan Dori  seharga 2 milyar karena tipe tubuh Sari yang mungil padat berisi sedang sangat digemari. 


Bahkan hanya sebuah foto Sarah yang sedang tergeletak akibat obat bius saja, sudah ada 3 orang yang menawar harga keperawanan dan tubuh Sarah. 


Sarah terbangun dengan rasa pusing di kepala. Seketika, dirinya mendengar suara sepatu yang sedang berjalan samar-samar.


Tak. Tak. Tak.


Namun Sarah mendadak takut saat dirinya tersadar jika sedang berada di ruangan yang minim cahaya. 


Sarah menangis ketika tahu jika dirinya sedang di culik setelah mengingat kejadian terakhir.


Sarah semakin takut saat suara sepatu itu semakin mendekatinya.


"Haaaah… tubuh yang indah, tapi aku harus menahan diri untuk menyerahkan mu pada klienku."


Sarah hanya menangis menunduk mendengar ucapan Dori. Dia mengerti jika dirinya akan di jual.


"Aku ingin melihat sampai sejauh mana pewaris Gretchen menawarmu yang bahkan bukan siapa siapa untuk nya." 


Sebagai mafia, Dori sangatlah tahu siapa Sarah dan hubungan apa dengan Edgar. Namun, Dori yang notabenenya adalah seorang penjual, dirinya akan memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan yang lebih besar.


Tak lama kemudian, Dori pergi dari ruangan itu untuk melanjutkan komunikasinya dengan Jimi.


***


Edgar memasuki ruangan Lyn dengan wajah seriusnya. 


Pandangan Edgar menatap tajam pada luka di paha Lyn.


'Bahkan aku belum pernah menyentuhnya, tapi pisau kecil itu begitu berani menancap di paha calon istriku.' Batin Edgar mengeram.


Lyn hanya menunduk melihat wajah serius Edgar. Jika Edgar serius, itu artinya tidak akan ada ampun bagi lawan.


Di ruangan itu tidak ada yang berani bersuara sebelum Edgar memulainya. Sampai akhirnya suasana terpecahkan oleh benda pipih Edgar yang bergetar.


Drrttt…


"Halo."


Edgar terdiam karena sebuah informasi yang di terimanya.

__ADS_1


Lyn memberanikan diri untuk bertanya.


"Ada apa kak?"


"Sarah. Ternyata Shakila yang menjualnya kepada tuan Dori, mafia perdagangan manusia."


"Apa?"


Lyn dan Sari yang berada di ruangan itu sangat syok akan berita itu. Bahkan Sari menangis sejadi-jadinya karena memikirkan nasib putri satu-satunya yang berada di tangan mafia.


"Shakila lagi." Geram Lyn


"Tuan muda, tolong selamatkan Sarah. Hanya Sarah yang saya punya. Hiks." Ucap Sari dengan berlutut di hadapan Edgar.


"Ibu Sari, bangunlah. Jangan seperti ini." Ucap Edgar.


"Kak, tunggu apalagi. Cepat selamatkan Sarah."


"Jimi sedang mencari informasi lebih lengkap lagi tentang mafia itu. Bersabarlah."


Memikirkan tentang Sarah, Lyn benar-benar di buat pusing karena sedetik kemudian, dirinya teringat akan penculikan ibunya.


"Aku yakin jika ibuku yang di culik Dion adalah Shakila juga." Ucap Lyn sambil menerawang ketika ibunya di culik Dion.


"Benar. Kita kecolongan karena akhir-akhir ini terlalu sibuk dengan kolaborasi tahunan CL."


"Tenanglah. Aku mohon untuk bersabar." Ucap Ed dengan memeluk kepala Lyn 


"Untuk ibumu, anak buahku sedang berusaha melacak Dion dan Shakila. Tapi untuk Sarah, kita harus menunggu sampai ada celah untuk membawanya pulang."


"Apa mafia itu sangat sulit di hadapi sampai kakak harus sangat hati-hati seperti ini? Serahkan saja pada Jimi kak. Bukankah Jimi sama hebatnya dengan kak Milo?"


"Sayang, jika hanya menebusnya dengan uang, maka Jimi sudah melakukannya sekarang juga. Tapi masalahnya asisten seperti Jimi tidak di terima di markas Dori. Mafia kelas kakap seperti Dori hanya ingin bertemu dengan orang orang kelas atas saja. Jika ingin menghadapi mafia, maka harus dihadapi oleh mafia juga seperti Milo. Namun saat ini Milo tidak bisa hadir untuk menolong kita. Itu sebabnya aku tidak ingin salah langkah karena aku adalah pewaris tunggal Gretc."


"Tuan muda, jika mafia itu sangat berbahaya, maka tuan muda tidak perlu menyelamatkan Sarah. Anda terlalu berharga hanya untuk menyelamatkan putri saya. Saya akan mengikhlaskan jika putri saya tidak selamat."


"Aku pasti bisa menyelamatkan putri mu. Bersabarlah untuk informasi dari Jimi."


"Terimakasih." Ucap sari tulus.


2 jam kemudian, Edgar di jemput Jimi untuk membuat persiapan sebelum pergi ke markas Dori. 


Beberapa menit kemudian, tiba-tiba Lyn mendapat sepucuk surat dari Dion yang menyuruhnya untuk pergi menemuinya secara diam-diam tanpa ada pengawal.

__ADS_1


Datanglah seorang diri ke bangunan tua bekas pabrik Q. Ingat, hanya dirimu! Jika tidak, ibumu akan langsung lenyap dari muka bumi ini.


Lyn pun memikirkan cara untuk bisa keluar dari rumah sakit itu tanpa penjagaan. 


Setelah bertukar pakaian dengan sang perawat, Lyn yang sudah lolos pun segera menaiki ojek agar terhindar dari kemacetan.


Disisi lain, setelah Daniel melihat keadaan rumah dan melihat rekaman live Dion, Daniel pun bergegas ke rumah Sari karena dia tahu jika Sari adalah orang tua angkat Lyn. 


Dia ingin bertanya banyak hal dan menceritakan tentang keadaan rumahnya. Tujuan utamanya adalah ingin menjadikan Sari sebagai perantara untuk mendatangi mansion Edgar untuk bertemu Lyn.


Dan saat dalam perjalanannya, tidak jauh dari gerbang rumah sakit, dia melihat Lyn kabur dengan pakaian susternya. Tanpa pikir panjang Daniel pun langsung mengikuti Lyn secara diam-diam. 


Saat tiba di bangunan tua itu, Dion yang sudah standby di samping Celina dengan keadaan terikat menampilkan senyuman kemenangan di hadapan Lyn.


"Halo Lyn. Kita bertemu lagi." Basa-basi Dion.


"Dion, sebenarnya apa yang kau mau dariku."


"Bukan aku, tapi Shakila. Urusan mu adalah urusan Shakila. Sedangkan aku hanya menginginkan nyawa ibumu saja."


"Dion, kau bilang sudah berubah dan tidak berhubungan lagi dengan Shakila. Kenapa kau seperti ini?"


"Hahaha"


"Ya, aku memang sudah berubah saat itu, tapi kamu yang membuat ku untuk memilih dengan Shakila lagi.


"Apa maksudmu."


Dion yang sudah tak tahan melihat wajah polos Lyn pun menamparnya.


Plak.


"Kamu masih bertanya apa maksud ku setelah membunuh adikku."


"Apa? Membunuh? Aku tidak membunuhnya Dion. Kau jangan menuduh."


"Ya, kamu tidak membunuhnya, tapi kamu yang meracuninya." Ucap Dion dengan menjambak rambut Lyn.


"Tidak, Shakila yang melakukannya. Dia yang menyuruh perawat untuk memberikan racun di minuman terakhir Diana sebelum aku datang. Dan perawat itu juga yang memasukkan racun di jus orange itu setelah Diana di bawa ke rumah sakit untuk dijadikan bukti palsu. Sekarang perawat itu sedang di hukum oleh kak Ed."


Ucapan Lyn tak kalah masuk akalnya dari Shakila. Namun, mengingat Shakila adalah orang yang licik, itu membuat Dion sedikit mempercayai Lyn daripada Shakila.


Dion pun menjadi sedikit kasihan pada Lyn yang tidak pernah berniat untuk membunuhnya dan adiknya. 

__ADS_1


Mengingat kematian adiknya yang di racun, isi kepala Dion serasa mendidih. Kemudian Dion melepaskan tangannya dari rambut Lyn dengan kasar.


Dion pun memutuskan untuk pergi meninggalkan keluarga Lyn dan ibunya untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Namun sebelum Dion pergi, dia mengikat Lyn di samping ibunya.


__ADS_2