
Bab 41
Dirasa waktu sewa sudah hampir habis, Edgar memutuskan membawa Lyn sarapan ke restoran di sekitar gelanggang itu.
Mereka sarapan sambil menikmati suasana gelanggang ice skating yang mulai ramai pengunjung.
Sebenarnya, niat awal Edgar adalah membawa Lyn ke rumah kecantikan ternama di Seoul seperti yang diinginkan Lyn. Namun, Edgar memikirkan untuk lebih dekat lagi untuk menyentuh hati Lyn dengan cara menghabiskan waktu bersama seharian seperti kencan ala ala drakor.
Edgar ingin membuat kenangan dan hal-hal yang menyenangkan dengan harapan hati Lyn hanya terisi oleh kisah manis dengannya sedikit demi sedikit.
Waktu sudah lewat tengah hari, Edgar dan Lyn sedang bersantai mengistirahatkan diri sembari melihat parade musik setelah makan siang. Lyn merengek ingin pulang karena merasa lelah.
Padahal setelah sarapan mereka hanya mengunjungi Lotte aquarium, tapi itu malah membuat Lyn merasa lelah.
Sebenarnya, rasa lelah itu berasal dari mood Lyn yang sedang kurang bagus karena perasaan dongkolnya terhadap Edgar.
"Apa kamu sudah senang hari ini?"
"Ya." Jawab datar Lyn.
'Senang kepalamu.. yang aku inginkan itu membeli oleh-oleh untuk tante Sari dan Sarah, bukan bersenang-senang sepanjang hari seperti ini.' Lyn ngedumel dalam hati.
Edgar tersenyum tipis melihat Lyn yang terlihat sedang ngedumel dalam hati.
"Jika sudah lelah, mari kita ke tempat terakhir sebelum pulang ke hotel."
Lyn yang sudah tidak mood pun berjalan malas mengikuti Edgar.
Lyn yang sedang malas menjadi lamban sehingga Edgar harus menggandeng tangannya agar tidak terpisah saat berjalan.
Ketika sudah sampai di Lotte mall, Lyn yang malas masih belum menyadari tempat yang ada dihadapannya karena terus menunduk sepanjang perjalanan.
"Hei, kenapa harus menunjukkan sikap malas untuk membeli oleh-oleh. Itu tidak sopan." Ucap Edgar sambil mengangkat dagu Lyn dengan telunjuknya.
Mendengar kata oleh-oleh, Lyn langsung melotot dan melihat ke sekelilingnya. Dalam sekejap, wajahnya berbinar saat tahu bahwa dirinya sedang berada di mall.
"I-ini mall?"
"Benar, ini Lotte mall. Disini Adalah pusat perbelanjaan terbesar di Seoul. Aku memang sengaja memilih kompleks rekreasi ini, agar setelah kita puas bersenang-senang kita akan langsung memasuki mall untuk membeli oleh-oleh."
Mendengar itu, Lyn menjadi terharu. Tadinya Lyn dongkol akut pada Edgar karena tidak mau diajak untuk membeli oleh-oleh, tapi ternyata Edgar hanya mengatur waktu sampai memikirkan cara untuk bersenang-senang dengannya sembari membeli oleh-oleh.
Edgar dengan setia ada di samping Lyn memilih apapun yang diinginkannya.
__ADS_1
"Ah, ini sepertinya bagus untuk tante Sari."
"Tante Sari pasti akan bugar setelah berendam dengan bath oil ini."
"Wah, Sarah pasti sangat cocok memakai ini."
Berbagai ocehan Lyn saat sedang memilih barang-barang yang akan menjadi oleh-oleh pun tidak lepas dari pandangan Edgar.
Edgar sangat senang jika melihat gadis kesayangannya itu ceria sepanjang waktu.
Dimata para pengunjung lain, Edgar dan Lyn adalah sepasang kekasih yang sempurna. Dimana masing-masing mempunyai wajah yang cantik dan tampan, pancaran senyum kebahagiaan serta kelembutan dari keduanya membuat romansa pasangan muda itu terlihat seperti tuan dan nyonya muda seperti yang ada di drakor.
*
Setelah sampai di kamar hotelnya, Lyn yang ingin mandi segera di cekal oleh Edgar.
"Bukankah aku sudah membawamu untuk membeli oleh-oleh? Mengapa tidak berterimakasih."
Merasa belum berterimakasih, Lyn pun segera mengucapkan terimakasih pada Edgar.
"Terimakasih kakak." Ucap Lyn sambil tersenyum.
"Bukan terimakasih seperti itu."
Lyn mengernyitkan keningnya.
Lyn melongo dengan permintaan Edgar.
'Tapi…"
"Jika belum berterimakasih, aku tidak akan melepaskan mu sampai besok."
Mendengar itu, Lyn pun terpaksa mencium pipi Edgar dengan singkat. Kemudian buru-buru Lyn masuk kamar mandi setelahnya.
Edgar melihatnya pun terkekeh pelan. Baginya, apapun tingkah dan ekspresi Lyn akan terlihat menggemaskan dimatanya.
***
Keesokan harinya, pesawat Edgar sudah mendarat di bandara pribadinya.
Edgar dan Lyn segera pulang ke mansion karena ingin cepat beristirahat.
Terlebih Edgar, dia sudah sangat merindukan kasur empuknya. Bagaimana tidak, hari kedua dia berada di kamar hotel dengan Lyn, dia memutuskan untuk tidur di sofa selama dia di Korea. Ketika berada satu ranjang, Lyn selalu memeluknya seperti guling yang membuat juniornya selalu meronta-ronta di tempatnya.
__ADS_1
Setelah sampai di kamarnya, Edgar bergegas menuju ranjangnya dan segera merebahkan tubuhnya dengan keras di kasur empuknya.
"Haaaah, kasur sendiri memang lebih nyaman."
Tak lama kemudian, Edgar pun memejamkan matanya tanpa membersihkan diri ataupun melepaskan sepatunya.
Sedangkan Lyn memasuki kamarnya hanya untuk membersihkan diri dan berganti baju karena ingin cepat cepat bertemu dengan keluarga angkatnya.
Ketika sudah sampai di depan pintu, Sari menyambutnya dengan pelukan hangat sebagai seorang ibu. Begitupun Sarah, dia adalah yang paling antusias menunggu kedatangan Lyn di rumah itu.
Setelah berbasa-basi dan bercengkrama hangat selayaknya keluarga, Lyn memerintahkan supirnya untuk menurunkan 4 dus yang berisi oleh-oleh.
1 dus untuk perawatan Sarah, 1 untuk perawatan Sari, dan 2 dus yang berisi pakaian, tas dan sepatu kenamaan Korea untuk keduanya.
"Nah Tante, ini adalah kebutuhan terapimu." Ucap Lyn sambil membuka satu kardus khusus untuk Sari.
"Disini ada bath oil dan aromatic esensial oil dari beberapa produk terlaris di Korea. Pakailah untuk terapi di bathtub karena mampu mengurangi rasa pegal dan memberikan relaksasi pada otot-otot tubuh. Dan juga terdapat berbagai aroma yang bisa disesuaikan dengan mood tante setiap hari, seperti lemon, rosemary, cedarwood, bergamot, lavender dll, yang bisa mengembalikan kesegaran tubuh."
Sari berkaca-kaca melihat Lyn yang begitu mengerti dirinya yang padahal hanya orang tua angkat. Lyn bahkan sampai memikirkan tubuh jompo nya yang setiap hari selalu mengalami pegal-pegal karena pekerjaan loundry yang begitu menumpuk.
"Untukku mana??" Ucap Sarah cemberut.
"Tida ada. Produk skincare yang kamu ceritakan semuanya kosong, dan juga perawatan rambut dan spa itu sangatlah jelek dan mahal." Jawab Lyn cepat sambil melirik ke sebuah kardus berwarna putih.
Cup.
Sarah mencium pipi Lyn dengan girang. Lyn benar-benar mengerti keinginannya. Padahal Sarah hanya menceritakan beberapa jenis skincare dari produk kenamaan Korea yang dia inginkan, tapi Lyn malah membelikannya perawatan tubuh lengkap dari ujung rambut hingga ujung kakinya sebanyak beberapa set. Sepertinya, Sarah tidak akan membeli skincare selama 1 tahun.
Setelah membuka semua kardus, mereka bertiga mengobrol tiada henti untuk melepas rindu dan tak lupa diiringi dengan bergosip ria.
Semenjak Lyn bekerja dengan Edgar, Sari dan Sarah adalah tempat curhat onlinenya selama dirinya di mansion Edgar.
Pasalnya, semenjak dirinya berada di mansion Edgar, Lyn memang tidak di perbolehkan kemana-mana selain perusahaan dan kampusnya.
Tapi Lyn hanya menceritakan kejadian apapun yang menyangkut tentang Shakila dan dirinya saja.
"Bay the way, udah berapa tahun kamu gak kesini, aku pikir kamu udah lupa sama rumah ini." Ledek Sarah sambil melihat isi kardusnya dengan wajah berbinar.
"Aku gak mungkin lupa sama rumah ini, tapi.. kamu siapa ya? Kok ada di rumah ini?"
Kegiatan candaan dengan saling meledek itu terus berlanjut di dalam rumah itu yang membuat Sari tertawa lepas.
"Hahaha…"
__ADS_1
Mereka berdua benar-benar seperti kakak beradik di rumah itu. Sari sangat menikmati kehadiran Lyn di rumahnya. Sedari dulu Lyn mampu menghidupkan keceriaan di rumah itu setelah suaminya tiada. Bahkan Sarah yang sangat malas belajar karena kehilangan ayahnya pun menjadi anak yang rajin berkat dorongan dari Lyn. Tidak salah jika Sari mengangkat nya sebagai anak angkat.
***