
Bab 51
Keesokan harinya, di ruangan CEO.
Lyn teringat akan sosok wanita kurus yang menemani Dion di pemakaman. Lyn merasa, tubuh kurus itu mirip dengan tubuh Shakila. Itu karena tubuhnya yang sekarang sudah menjadi kurus karena tekanan sewaktu di negara M.
"Tapi, saat itu Shakila terluka dan tubuhnya begitu lemah. Bagaimana caranya Shakila menyelamatkan Dion di sungai?" Ucapan Lyn dengan sedikit berpikir.
"Apakah hari itu Shakila begitu beruntung?" Ucap Edgar dengan menyipitkan matanya.
"Permisi CEO, saya ingin memberikan laporan mingguan."
Edgar dan Lyn sangat terkejut dengan kehadiran Shakila. Mereka tidak menyadari jika Shakila sudah ada di ruangan CEO karena terlalu sibuk dengan mengobrol manja yang berujung pembahasan Shakila.
'Apa dia mendengarnya?' batin Lyn.
"Oh, letakan saja di mejaku." Ucap Edgar dingin.
Setelah Shakila keluar dari ruangan CEO, Shakila memasuki lift dan mengangkat kepalanya dengan angkuhnya.
'Ya, hari itu adalah hari keberuntungan ku. Tidak sia-sia tubuhku harus terluka berkali-kali dalam satu hari.' batin Shakila.
Kemudian Shakila menyunggingkan senyuman licik di sudut bibirnya sambil menerawang akan keberuntungannya di tempo hari.
*Flashback on
Setelah di antar ke rumahnya untuk beristirahat karena kecelakaan kerja, Shakila pun bergegas menelpon seorang pengacara ternama di kotanya untuk mendatangi kantor polisi sekarang juga.
Shakila dengan sengaja membuat kecelakaan kerja karena dia tahu bahwa dalam beberapa hari ini Lyn dan Edgar sedang sibuk oleh kolaborasi tahunan dengan CL.
Shakila telah menghitung waktu kapan saja dia harus bertindak, karena dia telah mengetahui jadwal besuk Lyn ke kamar perawatan Diana. Dia membayar seseorang perawat yang setiap hari mengurus Diana dengan uang gajinya. Itulah mengapa Shakila meminta separuh gaji di awal.
Dan di saat Dion menjenguk adiknya, di saat yang bersamaan juga Lyn telah berkunjung. Saat itu Dion yang baru sampai di pintu masuk tiba-tiba melihat Lyn keluar dari kamar adiknya. Karena takut jika akan berpapasan dengannya, Dion bersembunyi sebentar sampai Lyn sudah pergi dengan mobilnya.
Dion yang melihat adiknya sudah kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya, segera memanggil para petugas disana untuk segera membawanya ke rumah sakit.
Perlu di ketahui, sedari Dion bebas dari penjara, sedari detik itu juga Shakila membuntuti Dion dengan senyuman jahat yang menghiasi wajahnya. Dia sangat menikmati semua pertunjukan yang telah terencana dengan sangat matang itu.
Yang paling menegangkan adalah saat Dion memutuskan untuk bunuh diri di jembatan sungai Mis.
Shakila dengan cepat berlari turun ke sungai karena firasatnya mengatakan bahwa Dion akan mati jika tidak tepat waktu.
__ADS_1
Saat Dion sudah terjun ke sungai, awalnya Shakila berhasil mendapatkan Dion. Namun, denyutan di kepalanya karena kecelakaan di sengajanya itu benar-benar membuatnya hilang fokus sehingga dirinya berkali kali menabrak batu berbagai ukuran karena arus sungai mulai berubah menjadi deras.
Namun, rasa sakit yang ada di kepala dan tubuhnya dia lawan demi menyelamatkan Dion. Dia tidak ingin kehilangan Dion begitu saja sebelum tujuannya tercapai.
Beruntung, Shakila berhasil menyelamatkan Dion di sisa tenaganya sebelum beberapa detik terjadinya banjir.
*Flashback off
Di kantin
"Jadi benar, kalo kamu itu di kasih sepatu merek Yoce sama nona Lyn? Aku pikir kamu cuma posting aja."
"Ya beneran dong, masa aku cuma pansos sih bawa bawa nama Yoce, ntar aku di cekek lagi sama tuan Edgar."
"Kalo dipikir-pikir nona Lyn itu hatinya terbuat dari apa ya, masa baik banget. Aku aja di kasih dress 5 loh karena tahu aku ga punya baju bagus buat ketemu klien. Mana merek Yoce keluaran terbaru semua lagi dress nya."
"Whaaa, 5 potong itu kan sama aja gaji kita bertiga selama 2 tahun."
"Katanya, si Las juga pernah di kasih sepatu 2 pasang karena belum punya uang buat beli sepatunya yang rusak kemaren."
"Ah, nona Lyn.. dia benar-benar seorang bidadari."
"Masalah nona Lyn gak mau jadi sodara mu."
"Hahahaha"
Seperti itulah kebaikan, dia akan terus menyebar ke dalam hati setiap orang yang di berikan kebaikan olehnya. Lyn selalu di kagumi, disegani, bahkan menjadi panutan bagi para wanita yang ada di perusahaan dan orang-orang yang mengenalnya.
Namun lain halnya dengan Shakila, kepalanya selalu sakit dan cukup mual karena hampir setiap hari dirinya selalu bertemu dengan merek Yoce dan mendengar kebaikan Lyn.
"Puji dan kagumi lah sebanyak yang kalian mau. Karena beberapa hari lagi aku pastikan pemilik nama itu lenyap dari dunia kalian." Gumam dalam hati Shakila dengan melihat para karyawan yang sedang mengobrol itu.
Shakila memang sengaja bersabar sampai proyek itu selesai karena dirinya membutuhkan uang. Setelah gaji itu cair, dia akan keluar dari perusahaan Edgar dan membuat rencana yang matang dengan Dion.
***
Di tengah perjalanannya menuju persembunyian Dion, Shakila yang menyamar sebagai salah satu pembantu di rumahnya pun tersenyum puas saat berhasil pergi dari rumah dengan menaiki ojek.
Shakila sudah mengetahui jika rumahnya sedang di awasi oleh anak buah Edgar.
Sebenarnya saat dirinya dan Dion pulang dari pemakaman, dia mengetahui jika sedang di ikuti. Dengan otak liciknya Shakila dan Dion berhasil lolos dari anak buah Edgar. Shakila benar-benar sudah menyusun rencana dengan matang bahkan untuk tempat persembunyiannya.
__ADS_1
Dia menjadikan rumah seorang janda yang sedang sakit keras sebagai persembunyiannya. Dia menyekap dan mengancam janda itu agar bisa menempati rumah nya untuk tempat tinggal sementara.
Tentu saja janda itu yang tidak berdaya mengikuti semua aturan dan perintah Shakila sehingga Dion masih tetap aman di rumah itu tanpa di curigai oleh anak buah Edgar.
Dengan kebencian yang amat Shakila sekarang bisa lebih licik dan licin. Dia banyak belajar kehati-hatian sewaktu di negara M.
*
Malam harinya setelah dinner bersama geng sosialitanya, Shakila yang ingin pulang tiba-tiba di hadang oleh seorang wanita montok berpenampilan glamor dengan sebuah sapu di tangannya. Wanita itu sering di sebut madam S.
"Heh Shakila, situ enak-enakan ya jajan mewah di restoran mahal kayak gini. Giliran bayar hutang di undur terus."
"Iya madam, sabar. Nanti saya akan bayar beberapa hari lagi setelah gaji itu cair."
Shakila tidak bisa melawannya karena madam S mempunyai suami berpengaruh di kotanya.
"Halah, Minggu lalu juga kamu bilangnya begitu."
"Minggu lalu saya itu kecelakaan, jadi saya harus kerja tambahan supaya gaji itu bisa cair."
"Aku gak mau tahu, pokoknya aku minta uang ku sekarang juga!"
"Tapi saya benar-benar belum ada uang madam, saya janji beberapa hari lagi."
"Itu lagi, itu lagi yang kamu omongin. Bikin kesel."
Tiba-tiba madam melayangkan sapu yang di pegang ya sejak tadi kepada Shakila.
Bugh.
Bugh.
"Ah, ampun…"
"Ampun madam.. saya janji gak akan mengulur waktu lagi. Ampun.."
Setelah sapu itu patah, wanita yang di panggil madam itu tersenyum puas melihat Shakila yang meringis kesakitan.
"Oke, aku akan datang lagi saat gajimu itu sudah cair."
***
__ADS_1