
Bab 47
1 tahun kemudian.
Setelah wisuda, Lyn langsung meresmikan rumah merek nya dengan bantuan Edgar.
Karena hari pembukaan saat musim panas, merek Yoce muncul di awali dengan konsep musim panas.
Sebagai perancang busana, tentu Lyn sangat mengerti selera wanita dalam berbusana berkelas di semua musim.
Yoce yang menjunjung tinggi nilai keanggunan, menerapkan daya pikat dari kepolosan dan elegan di setiap rancangannya.
Seiring berjalannya waktu, merek Yoce terkenal di negaranya berkat kolaborasi dengan CL. Koleksi Yoce yang di pajang saat acara tahunan CL membuat penasaran media dan warganet.
Tadinya, Edgar menyarankan untuk berada di bawah naungan perusahaannya. Namun, Lyn menolaknya dan hanya mengambil kesempatan kolaborasi untuk strategi pemasaran karena ingin merasakan sebuah perjuangan.
Akhirnya perusahaan Gretc memilih menjadi salah satu investor di saham Yoce. Itu adalah salah satu strategi juga untuk menarik perhatian investor lain.
Dan untuk Shakila, masa hukuman 3 tahunnya sudah berlalu.
Shakila sudah kembali ke tanah kelahirannya dengan perasaan senang. Karena baginya, keluar dari negara M sama dengan keluar dari neraka.
Sesampainya di rumah, setelah beristirahat dan bercengkrama dengan orang tuanya, Shakila mengawali harinya dengan acara grup sosialita nya.
Saat sedang dalam perkumpulan sosialitanya, perbincangan mereka tidak lepas dari barang barang mewah. Seketika Shakila teralihkan oleh merek terbaru yang belum ia tahu tapi semua temannya sedang heboh memakai dan membicarakannya.
"Apakah itu merek terbaru? Kenapa aku belum pernah melihatnya." Tanya Shakila.
"Oh ini memang merek terbaru di negara ini. Ini brand lokal loh, gak kalah kualitasnya dengan merek mewah di Asia loh."
"Iya, dan yang lebih hebatnya lagi, hanya dalam 1 tahun pertama, brand ini bisa mensejajarkan namanya dalam jajaran brand CL."
"Dan yang lebih mengejutkannya lagi, CL mengajak kolaborasi Yoce di bidang perhiasan loh. Nama merek perhiasan itu di namai CLY. Kolaborasi yang luar biasa kan?"
"Sehebat itu? Memangnya sudah teruji kualitasnya?" Ucap Shakila dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Kalo gak percaya, tuh liat si Nara. Semua yang nempel di badannya itu produk Yoce."
Nara, adalah seorang selebgram cukup terkenal di negara B. Tak heran jika Nara di endors oleh Yoce.
Karena rasa penasaran yang tinggi Shakila kemudian mendekati Nara untuk melihat dress, tas, sepatu, dan perhiasan CLY secara keseluruhan.
"Demi apapun ini sangat bagus. Penggabungan dua kualitas yang sempurna." Gumam Shakila.
"Yupss.. brand lokal berkualitas tinggi cocok untuk orang orang santai tapi terlihat kelas atas, kayak kita kita gini. Hihihi." Ucap Nara dengan tujuan promosi.
__ADS_1
"Desain polos dan sederhana namun membuat yang memakainya nampak elegan dan modis. siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh cinta pandangan pertama. Seperti kamu, benarkan." Goda Nara pada Shakila.
Shakila pun tersenyum mendengar godaan dari Nara.
Shakila sebagai wanita sosialita yang mencintai kemewahan memang sangat menyukai kualitas Yoce. Namun, dirinya merasa familiar dengan nama itu.
"Dan katanya, pemilik brand ini masih muda loh, baru selesai kuliah."
"Ih hebat banget yaa. Udah cantik, pinter, sederhana, sukses lagi. Wanita idaman banget sih. Ih kapan ya aku bisa jadi nona Yoce."
"Kapan kapan, hahaha."
Shakila mendengarkan obrolan teman-temannya dengan jeli. Namun, nama Yoce malah terngiang-ngiang di kepalanya karena semua temannya selalu menyebut nama pemiliknya berkali-kali.
Seketika, Shakila membelalakkan matanya saat teringat dengan sebuah nama.
'Yoce, Yoce, Yoce-lyn…' batin Shakila sembari mengepalkan tangannya erat di bawah meja.
Awalnya Shakila mengira nama Yoce hanyalah sebuah nama merek belaka. Namun saat teman-temannya membicarakan kriteria pemiliknya, Shakila bisa langsung menebak sang pemilik merek. Dia benar-benar tak percaya jika Lyn bisa sukses secepat ini.
Namun ditengah ketidak percayaan nya, Shakila sangat memanas. Kebencian Shakila terhadap Lyn semakin meningkat melihat merek Yoce yang selalu muncul di hadapannya.
***
Keesokan harinya di perusahaan Gretc.
"CEO."
Langkah Edgar pun terhenti kemudian berbalik.
"CEO sesuai janjimu, jika aku sudah kembali dari negara M aku akan kembali menjadi sekretaris mu lagi." Ucap Shakila dengan percaya diri selangit.
Kejadian ini terlihat di depan para karyawannya, dan beberapa mengagumi Shakila karena bisa di percaya mengurus proyek di negara M. Itu membuat Shakila merasa senang, meskipun aslinya dia di hukum tapi dia bisa melambungkan namanya di tanah kelahirannya.
Lain halnya dengan Edgar yang merasa geram karena Shakila yang terlalu percaya diri dan tidak tahu tatakrama di perusahaan.
"Ya. Terimakasih sudah bekerja keras di negara M."
Kemudian Edgar melirik Jimi yang ada di sebelah kirinya.
"Pergilah dengan Jimi. Tugasmu ada padanya."
Kemudian Edgar buru-buru pergi karena tidak ingin berlama-lama melihat Shakila.
"Baik." Ucap Shakila dengan melihat punggung Edgar yang semakin menjauh.
__ADS_1
Baru setengah jam berlalu, Shakila memasuki ruangan CEO untuk protes pada Edgar.
Namun, Shakila tiba-tiba teralihkan oleh gadis cantik yang ada di ruangan itu.
'Siapa dia? Apakah pacar Edgar? Mengapa aku merasa tidak asing dengannya.' batin Shakila.
Namun saat melihat rambut, postur tubuh, dan pekerjaan gadis cantik itu, Shakila mengepalkan tangannya erat karena sudah bisa menebak siapa dia.
"Yocelyn."Geram Shakila.
Lyn yang merasa di sebut namanya pun mendongak melihat wajah Shakila yang sekarang sedang menahan kesal.
"Hei, Shakila. Apa kabar? Semakin kurus saja dari negara M." Basa basi Lyn yang bermuatan ledekan.
Kekesalan Shakila pun bertambah mendengar ledekan Lyn yang sangat di sengaja.
Shakila ingin sekali menjambak Lyn, bahkan mencakar cakar wajah Lyn yang sudah sangat cantik bahkan lebih cantik dari sebelum rusak. Namun dia hanya bisa menahan diri mengingat ini adalah hari pertamanya bekerja kembali di Gretc.
Lyn sebenarnya tahu jika dari awal Shakila masuk, dirinya sudah mendapat perhatian dari Shakila. Hanya saja Lyn ingin tahu seberapa jauh Shakila bisa mengenali wajah cantiknya yang sekarang.
Ketika melihat pancaran kekesalan Shakila karena melihat dirinya hidup dengan baik, Lyn sangat senang dan menikmati raut kekesalan itu.
Tiba-tiba suara dingin memecahkan keheningan itu.
"Berapa lama lagi kau akan berdiri di situ? Apa kau ingin mengganggu pekerjaannya?"
Seketika Shakila tersadar dari hawa iri yang meliputi nya. Kemudian Shakila menuju Edgar untuk menyampaikan keluhannya.
"CEO aku ingin protes, mengapa aku harus bekerja di bagian proyek lagi? Bukankah aku ini sekretaris mu?"
"Itu karena kinerja mu di negara M cukup bagus. Proyek di kota E harus di rampungkan 2 bulan ini, itulah kenapa aku ingin kau membantu proyek itu."
"Tapi, aku sangat lelah. Tidak bisakah yang lain?"
"Sudah kubilang kinerja mu di negara M cukup bagus."
Shakila diam dengan rasa dongkol akut.
"Jangan khawatir, proyek 2 bulan mu aku akan berikan gaji 1 tahun."
Shakila memikirkan gaji itu. Sebenarnya Shakila sangat membutuhkan uang karena sudah 3 tahun dia tidak merasakan aroma uang. Setelah menimang keputusan, Shakila menyetujuinya. Toh hanya 2 bulan pikirnya.
"Baiklah, benar ya gaji 1 tahun. Tapi, aku ingin meminta setengahnya dulu di muka."
"Baik. Jimi akan mengurusnya."
__ADS_1
Sebenarnya Edgar sengaja mengatur Shakila dengan pekerjaan proyek lagi supaya Shakila tidak bisa merasakan kenyamanan dalam bekerja.
***