Desain Cinta CEO Dingin

Desain Cinta CEO Dingin
Terungkap 1


__ADS_3

Bab 54


Edgar sedang berhadapan dengan manusia berprofesi di dunia gelap yang sangat menyukai uang, tuan Dori.


Sudah 1 jam Edgar duduk satu meja dengan Dori, tapi mafia itu benar-benar cukup susah untuk di ajak bernegosiasi. 


Karena jika dirinya diancam dan disudutkan, maka dia akan menekan tombol yang bisa membumi hanguskan markasnya. Itu artinya baik Edgar, Dori, dan semua penghuni markas itu akan lenyap semua. 


Tentu ini akan menjadi pertimbangan Edgar mengingat dirinya adalah pewaris tunggal. Dia tidak ingin mati di tangan manusia gelap seperti Dori.


"Tuan Dori, apa penawaran saya tidak memuaskan anda?"


Dori diam berfikir. Sebenarnya Edgar menawar membeli Sarah dengan harga 5x lipat. Namun Dori sang mafia yang sangat menyukai uang mulai menghitung, berapa banyak keuntungan yang di dapat jika Sarah bekerja untuknya.


Edgar menghela nafasnya menahan kesal karena waktunya sudah terbuang sia-sia. 


Dia ingin sekali pulang dari tempat itu untuk segera menyelamatkan Lyn. Meskipun dirinya sedang berada di hadapan mafia, tentu saja dia tahu bagaimana situasi di rumah sakit karena semua informasi melalui Jimi.


Salah satu pengawal yang menjaga ruangan Lyn melaporkan kepada Jimi jika Sari yang telah kembali dari membeli makanan dikejutkan dengan ruangan yang kosong dan jendela terbuka.


Di tengah keresahannya memikirkan Lyn, tiba-tiba Jimi memberikan informasi kepada Edgar.


"Tuan muda." ucap Jimi dengan menyodorkan layar hpnya di depan wajah Edgar.


Kini, Edgar sedikit lega karena informasi dari Jimi bisa menghentikan Dion. 


Menghentikan Dion artinya peluang keselamatan Lyn cukup besar. 


Seperti terkena angin sejuk, sedetik kemudian Edgar dengan cepat menggunakan otak cerdasnya mengingat kembali catatan data tentang Dori.


Edgar pun tersenyum saat menemukan cara untuk membujuk Dori.


"Tuan Dori, bagaimana jika 10 milyar itu saya menambahkan sebuah perusahaan Mixing yang ada di Asia . Saya akan segera menghubungi Milo untuk memberikan perusahaan impian anda jika anda menginginkannya."


Mixing adalah perusahaan yang bergerak di bidang perjudian terbesar di Asia. Biasanya bidang usaha ini sangat menjanjikan dan memperoleh keuntungan yang sangat banyak. 

__ADS_1


Sebenarnya, Mixing adalah perusahaan  milik Milo yang dia bangun sewaktu masih kuliah. Milo merelakan usaha pertamanya itu karena dia sedang menikmati kehidupan normalnya sebagai CEO.


Di negera-negara yang mengizinkan perusahaan seperti itu beroperasi secara legal biasanya menerapkan pajak penghasilan yang sangat tinggi. Dan untuk menyelenggarakan aktivitas judi secara legal, perusahaan tersebut harus mendapat izin dari pemerintah setempat dimana kegiatan tersebut beroperasi. 


Namun, Dori selalu gagal mendapat izin pemerintah setempat. Dori merasa, dirinya memang tidak berbakat dalam membangun perusahaan. 


Tapi kini, dirinya bisa mempunyai perusahaan impiannya tanpa harus merasakan gagal lagi dalam membangun.


Mendengar tawaran itu, mata Dori menjadi hijau dan langsung mengiyakan tawaran Edgar. 


Dori lebih baik melepaskan gadis menguntungkan seperti Sarah daripada tidak menerima perusahaan besar seperti Mixing.


"Tuan Edgar, dengan senang hati saya menerima tawaran besar anda."


"Tapi tuan Dori, anda sangat tahu jika perusahaan itu adalah milik sahabat saya. Saya bisa memberikan perusahaan Mixing sepenuhnya kepada anda dengan syarat, anda tidak akan pernah menyentuh keluarga dan orang-orang terdekat saya meskipun anda di bayar oleh orang kelas atas lainnya. Apa anda mengerti?"


"Saya sangat mengerti tuan Edgar. Anda bisa memegang janji saya." Ramah Dori.


"Baik, semua surat-surat akan diurus oleh Jimi."


"Senang bekerjasama dengan anda." ucap Dori dengan saling bersalaman dengan Edgar.


Dori pun memejamkan matanya membayangkan dirinya yang akan menjadi bos di perusahaan impiannya itu.


***


Beberapa menit setelah Dion pergi, Daniel yang sedari tadi bersembunyi pun segera masuk ke ruangan itu untuk membebaskan Lyn dan Celina. Dia harus cepat karena Celina benar-benar sudah sangat lemas akibat dipukuli Dion bertubi-tubi.


Namun, Daniel hanya bisa melepaskan tali yang mengikat Lyn karena Celina diikat dengan rantai. 


Tiba-tiba Shakila datang dengan tepuk tangan mengejeknya ketika memergokinya. 


Prok. 


Prok. 

__ADS_1


Prok.


"Oh ayah, kau sedang apa disitu? Apa sedang menyelamatkan anak dan istrimu?" Ejek Shakila.


"Shakila, mengapa kau begitu jahat kepada keluarga yang sudah merawatmu selama 20 tahun, hah." Geram Daniel.


"Aku hanya jahat kepada Lyn saja. Sebagai ucapan terima kasih ku untuk kalian yang merawat ku, bukankah aku tidak membunuh kalian, orang tua angkat?"


"Orang tua angkat? J-jadi.. Shakila.." ucap Lyn di tengah kebingungan menerka-nerka.


"Ya, aku adalah anak angkat keluargamu Yocelyn. Kenapa, kau kaget?"


"Pantas saja kau begitu jahat. Ternyata kau hanyalah anak angkat. Huh, untung saja hanya anak angkat." Ejek Lyn.


"Memangnya kenapa jika aku hanya anak angkat?" Teriak Shakila.


"Karena aku anak angkat, itulah mengapa aku harus melenyapkan mu bocah s*alan."


"Shakila. Kau keterlaluan. Tidakkah kau berpikir bagaimana sikapmu sebagai anak angkat?" Bentak Daniel.


"Aku keterlaluan? Haha. Bagaimana denganmu? Kau terus menerus melimpahkan kasih sayang yang luar biasa pada anak kandungmu. Jika kalian tidak bisa menjaga sikap yang bisa membuat ku iri, kenapa kalian mengadopsi ku sebagai putri kalian?" Ucap Shakila dengan luapan emosi yang selama ini dia pendam.


"Karena darah kotor ayahmu tidak bisa hilang di tubuhmu." Teriak Daniel. 


"Jangan kau pikir aku tidak tahu saat kau menyelipkan sebagian uang yang ku berikan untuk amal. Saat itu aku membiarkanmu karena dirimu masih sangat muda, tapi semakin kamu bertumbuh, prilakumu masih terus berlanjut dengan hobi barang mewah mu. Prilaku itu mengingatkan kami akan salah satu prilaku ayahmu. Daripada kami memarahi mu sebagai anak yatim piatu, lebih baik kami mengalihkannya dengan memberikan perhatian pada Lyn yang tumbuh dengan bakat desainernya."


"Aku menyelipkan uang karena awalnya ingin membeli sepatu yang kusukai. Bukankah kau sebagai ayah tidak membelikannya karena harganya yang cukup mahal? Tapi kau malah memasukkan Lyn ke sekolah desainer yang biaya pendaftarannya 10x lipat dari harga sepatu itu."


"Asal kau tahu Shakila, aku telah menyuruh mu untuk les koki karena aku tahu bakat memasak mu. Tapi kau tidak mau dan malah terus-terusan meminta sepatu yang hanya ingin dijadikan ajang pamer. Dan juga, tentu saja kami lebih mengedepankan putri kandung kami. Kami harus memastikan masa depannya cerah karena kami tidak ingin terjadi apapun lagi setelah kehilangan saudara kembar Lyn."


"Apa? Jadi aku punya saudara kembar?" Ucap Lyn terkejut yang sedari tadi mendengarkan perdebatan ayah dan kakak angkatnya.


"Ya, saudara kembar mu bernama Jeslyn Greyson. Jesy meninggal saat berumur 8bulan karena tidak sengaja terkena susu soya. Dan aku mengadopsi Shakila untuk menghibur kesedihan ibumu."


Ditengah keributan itu, tiba-tiba datanglah sosok Dion yang menambah keributan itu.

__ADS_1


"Udah cerita keluarganya? Jadi semakin semangat menghabisi Celina Josan." Ucap Dion dengan seringai bejatnya.


"Kamu…" ucap Daniel.


__ADS_2