Desain Cinta CEO Dingin

Desain Cinta CEO Dingin
Derosa Wive


__ADS_3

Bab 45


Seorang pria paruh baya memasuki ruangan CEO Edgar dengan langkah tegas dan mengepalkan tangannya erat-erat.  Dia adalah Derosa Wive, CEO perusahaan Wive. 


Saat sudah berada di ruangan Edgar, Derosa di suguhkan pemandangan yang menurutnya kurang sopan untuknya yang lebih tua. Dia melihat sang CEO sedang duduk membelakanginya.


Derosa menghela nafasnya sebelum memulai percakapannya.


"Selamat siang tuan Edgar."


Derosa yang tengah berdiri di depan meja CEO pun menyipitkan matanya saat orang yang dia sapa secara hormat hanya diam. 


"Tuan Edgar sebagai seorang pemimpin perusahaan, mari kita selesaikan masalah kita dengan kepala dingin." Ucapnya dengan tegas. 


Ketika kursi CEO berbalik, seketika wajah pria paruh baya itu menjadi masam saat melihat sosok dibalik kursi itu.


"Dimana CEO Edgar? Kenapa malah bocah ingusan seperti mu yang ada di sini." Ucapnya datar.


"Memangnya kenapa jika saya ada disini? Tuan muda kan mengizinkannya." Ucap Jimi memasang wajah sombong.


Melihat wajah sombong Jimi, membuatnya mual. Derosa menghela nafasnya untuk menahan kekesalannya.


"Lalu dimana tuan Edgar? Ada hal serius yang ingin saya bicarakan dengan beliau."


"Jika ingin bicara serius ya bicara saja. Saya sangat siap untuk mendengarkannya. Jangan khawatir, nanti akan saya sampaikan pada tuan Edgar." Ucap Jimi dengan wajah tengilnya.


"Kau. Memangnya kau siapa sampai aku harus bicara dengan mu." Ucapnya mengeram.


"Harusnya anda sudah tahu siapa saya sedari anda masuk ke ruangan ini. Bukankah ini ruangan CEO?"


Seketika Derosa tersadar jika pemuda menyebalkan di depannya adalah asisten sekaligus sekretaris baru yang menggantikan Milo. 


"Kau sekertaris pengganti itu?" Ucapnya dengan melihat dari atas ke bawah ke atas lagi penampilan Jimi. 


Menurutnya, Jimi masih terlalu muda untuk menjadi sekretaris CEO besar seperti Edgar, apalagi jika harus menggantikan sekretaris menakutkan itu. 


'Bocah ingusan ini pengganti sekretaris menakutkan itu? Yang benar saja.' batin Derosa meremehkan Jimi. 


Kabar sosok pengganti Milo sudah tersebar ke telinga para pengusaha besar yang pernah berinteraksi dengan orang orang Gretc, tapi sampai sekarang belum ada yang melihat wajahnya selain orang Gretc itu sendiri. Kabarnya, sosok ini sama menakutkannya dengan Milo dan lebih aktif (maksudnya aktif disini hobi berkelahi, iseng, dll. Maklum masih ABG, hihi). 


"Tolong hubungi tuan muda mu sekarang juga. Aku tidak punya banyak waktu bicara dengan mu."


"Ck. Tuan muda sedang sibuk saat ini, dia sedang berkencan."

__ADS_1


"Apa? Tadi pagi aku menelponnya untuk membuat janji, dan dia bersedia untuk aku temui siang ini. Mengapa dia malah pergi berkencan."


"Oh, itu. Sebenarnya yang mengangkat telpon itu saya. Habisnya tuan muda gak mau angkat sih, jadi saya deh yang angkat."


"Beraninya kau.." Derosa mengeraskan rahangnya.


"Apa kau tidak tahu siapa aku?" Urat kemarahan muncul di lehernya.


"Tahu.." jawab Jimi dengan acuh tak acuh.


"Derosa Wive, CEO perusahaan mode ternama dan salah satu yang terbesar di negara B, tapi masih besar perusahaan tuan muda sih."


Meskipun perusahaan Derosa berada di jajaran atas di negara B, tetap saja Wive Company hanyalah perusahaan kecil dimata perusahaan Gretc yang mana Gretc company berada di jajaran 5 besar Asia.


Derosa menggebrak meja CEO di depannya karena tidak terima dengan Jimi yang meledeknya terus menerus. 


Pasalnya, dia datang menemui Edgar ingin membahas tentang orang-orang Gretc yang menipunya untuk menandatangani surat pengalihan perusahaan real estate nya yang ada di negara S. Dia ingin meminta sanksi untuk itu.


Brak.


"Cukup. Kau bocah ingusan, mengapa berlaku tidak sopan dengan yang lebih tua. Jika CEO mu tidak ada, mengapa tidak bilang dari tadi." Ucap Derosa dengan mengeram menahan emosinya kemudian pergi dari ruangan itu.


Namun, ketika Derosa baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba Jimi bicara serius yang membuat Derosa langsung berbalik mendekati Jimi.


"Apa maksudmu..?"


Bruk. 


Jimi melempar sebuah dokumen dimana isinya adalah catatan korupsi 4 orang suruhannya. Keempatnya yang mempunyai catatan hidup yang bersih memudahkannya untuk di terima sebagai manager keuangan di anak perusahaan Gretc yang ada di negara lain di Asia.


Uang hasil korupsi itu mereka akan membaginya dengan Derosa atas kerjasamanya. Berkat mengumpulkan uang itu jugalah Derosa bisa membangkitkan perusahaannya yang sedang terpuruk membutuhkan dana, dan juga berhasil membangun perusahaan real estate di negara S. Itulah mengapa perusahaan Derosa bisa mengalami kemajuan pesat di negaranya sampai saat ini.


Deg.


Jantung Derosa berdetak kencang seperti ingin keluar dari tempatnya. 


Derosa melihat Jimi dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa rahasia yang berjalan mulus selama bertahun-tahun itu bisa terbongkar secara mendetail seperti itu? Pikirnya.


"Kau kaget dengan rahasia kotor mu?"


"Sebenarnya sih tuan muda dan tuan Milo sudah mengetahuinya di tahun pertama mereka bekerja. Hanya saja, tuan Milo lebih memilih mengurus urusan yang lebih penting ketimbang binatang kecil sepertimu."


"Karena kau membangun perusahaan itu menggunakan uang Gretc, tentu saja perusahaan itu sudah resmi jadi milik tuan muda sekarang."

__ADS_1


Kaki Derosa serasa seperti jelly mendengar kenyataan itu.


"I-ini pasti salah paham. Ya, pasti ada kesalahpahaman disini."


Derosa mencoba menyangkalnya karena dia tahu akibat dari tindakannya jika sudah berurusan dengan Edgar dan sekretarisnya.


"Apa kau masih bisa menyangkal jika Shakila saja sudah jelas-jelas sedang di hukum?"


Benar. Derosa melupakan Shakila, orang yang dia bayar tinggi untuk memuluskan rencana korupsi itu. 


Derosa mengetahui jika Shakila bekerjasama dengan utusan paman Milo yang dinaungi moon fire. Alasannya karena Derosa tidak ingin berurusan dengan para mafia yang masih bisa dikalahkan oleh Milo. Itulah mengapa Derosa hanya bisa mengandalkan Shakila.


"Lalu, setelah mencoba menculik nona Lyn apa kau masih bisa selamat? Nona Lyn itu calon istri tuan muda loh."


Jantung Derosa seakan naik ke tenggorokan mendengar status Lyn. Derosa pikir, Lyn adalah aset Edgar karena bakat desainernya yang bisa melampaui putrinya yang sudah pengalaman di Eropa selama 10 tahun lamanya. Untuk itulah Derosa menculiknya.


"A-Aku tidak akan menculiknya kalo kalian tidak menyekap putriku lebih dulu. Aku, aku menculiknya hanya untuk barter saja. Aku tidak berniat menyakitinya sedikitpun. Sungguh." Ucap Derosa dengan gemetar menangis.


"Cih. Putrimu di sekap adalah hukumannya karena telah berani menjadi mata-mata di perusahaan ini selama berbulan-bulan. Hah, padahal masa depannya akan cerah dengan bakat desainernya. Ckckck.. sayang sekali."


Mata Derosa membola seketika mendengar kalimat terakhir. Itu artinya putrinya tidak akan berakhir baik.


Jimi sudah berdiri di hadapan Derosa dengan jarak 1 meter. 


Glek.


Derosa menelan salivanya kasar saat melihat aura Jimi yang seperti Milo saat mode serius. Bahkan dia merasa sudah tidak bisa menopang tubuhnya dengan baik saat ini, tiba-tiba saja,


Bugh!


Bugh! 


Bugh!


Bugh! 


Bugh!


Gedebug.


"Yah, padahal baru 7 detik, tapi dia sudah pingsan. Dasar orang tua payah." Ucap Jimi yang belum puas memukul Derosa.


Kemudian para pengawal datang untuk membawa tubuh Derosa yang pingsan.

__ADS_1


***


__ADS_2