Desain Cinta CEO Dingin

Desain Cinta CEO Dingin
Terungkap 2


__ADS_3

Bab 55


"Kamu.. apa urusanmu dengan istriku? Kami tidak mengenalmu." Ucap Daniel.


"Kalian memang tidak mengenalku, tapi Cileno Josan sangat mengenalku. Istrimu adik dari b*jingan itu, itulah mengapa aku harus menghabisi seluruh keluarga Josan sampai ke akarnya."


"Tapi Leno sudah tidak ada, harusnya dendam mu sudah terpenuhi. Celina memang adiknya, tapi Celina tidak salah." Ucap Daniel.


"Lalu apa salah keluarga ku??" Ucap Dion dengan suara yang memenuhi ruangan itu.


"Hanya karena ambisi cintanya, dia begitu kejam pada hidup keluarga yang tak bersalah."


"Keluarga ku menderita saat Cileno Josan hidup, tapi setelah dia mati, aku dan adikku menderita karena efek dari kejahatannya. Aku dan adikku hidup susah sampai harus mengganti identitas karena rasa takut pada Cileno Josan yang masih hidup waktu itu. Sedangkan dia.." Dion menunjuk Celina dengan ujung pisau.


"Adik pria b*jingan itu masih bisa hidup bahagia dengan keluarga kecilnya sampai detik ini. Itulah mengapa aku harus mengakhiri kebahagiaan Josan termasuk keturunannya." Ucap Dion sambil melirik kearah Lyn.


Mendengar itu, Lyn langsung menantang Dion untuk mengulur waktu sebisa mungkin. Karena dia yakin, jika bantuan akan segera datang.


"Kau ingin menghabisi ku? Baiklah, bertarunglah secara jantan denganku sampai titik darah penghabisan." Ucap Lyn dengan mata tajamnya.


Mendengarnya, Daniel pun dengan cepat mencegah putrinya.


"Jangan nak, itu berbahaya." 


"Ayah, percayalah padaku. Doakan saja semoga kita bisa cepat selamat dari tempat ini." Ucap Lyn dengan menggenggam tangan Daniel.


"Tapi nak, Dion adalah laki-laki yang dipenuhi amarah dendam, dia akan sangat brutal apalagi lawannya hanya gadis kecil seperti mu. Biar ayah saja yang melawannya."


"Ayah, percayalah padaku." Ucap Lyn dengan sorot penuh keyakinan.


Melihatnya, Daniel pun hanya mengangguk pasrah.


"Baik. Aku terima tawaran mu." Ucap Dion tersenyum.


Dion sengaja menerima tawaran Lyn karena dia merasa akan menang dengan kondisi kaki Lyn yang masih terbalut perban.


Setelah memberikan pisau kepada Shakila, Dion pun melangkah ke hadapan Lyn untuk mengambil posisinya.


"Tunggu." Shakila angkat bicara sebelum pertandingan dimulai.


"Jika ayah ikut menolong Lyn, maka aku akan manancapkan pisau ini di leher ibu." Ucap Shakila dengan meletakkan pisau di leher Celina.


Shakila hanya ingin memastikan jika Daniel harus diam di saat Lyn di hajar oleh Dion agar dirinya bisa puas melihat Lyn yang tidak berdaya akan kebrutalan Dion.

__ADS_1


Daniel benar-benar frustasi dengan situasi di hadapannya. 


"Ayah. Dengarkanlah Shakila. Ayah hanya perlu mendoakan ku. Percayalah." Ucap Lyn dengan penuh keyakinan.


Tak lama kemudian, aksi saling hajar menghajar dan mukul memukul pun terjadi setelah Dion maju dengan melayangkan kepalan tangannya.


Lyn yang mempunyai luka di pahanya, sejujurnya cukup kesulitan untuk bergerak. Namun, berkat pelatihan khusus dari Milo, Lyn berhasil menangkis sejumlah gerakan Dion yang membabi buta. 


Daniel, Celina, dan Shakila pun tercengang melihat pertahanan diri Lyn yang cukup baik sebagai seorang wanita kecil yang lemah. 


Ada rasa bangga di hati Daniel di tengah kecemasannya. Putrinya yang pernah ia pukul sebelum di usir, kini bisa memukul musuh dengan lihai.


Lain halnya dengan Shakila yang diliputi rasa kebencian yang bertambah saat melihat ilmu bela diri Lyn yang cukup mumpuni. Karena lagi-lagi, Lyn lebih unggul darinya.


Sampai 15 menit lamanya, pertandingan yang sengit belum ada yang kalah ataupun menang. 


Namun tenaga Lyn yang seorang wanita yang sedang terluka pun ada batasnya. Sehingga Lyn tumbang saat Dion menendang paha nya yang terbalut perban.


Gedebug.


"Aaakhh. Sakit.. hiks." Lyn menangis dengan memegang pahanya yang mengeluarkan darah lagi akibat tendangan Dion.


"Lyn.. Lyn.. ayah mohon untuk kuat nak." Daniel memeluk Lyn dengan air matanya.


Dion melihat Lyn dengan seringai kemenangan.


Mendengar itu, Shakila pun tertawa jahat atas kemenangan Dion.


"Hahaha"


"Bagus Dion, kau memang laki-laki jantan."


Shakila menyerahkan pisau yang ada di tangannya kepada Dion.


"Silahkan Dion."


Dion mengambil pisau itu dengan senang hati. Pisau yang berbentuk seperti belati, tapi tak kalah tajam karena Dion memesannya khusus kepada tukang pedang kuno.


Dion yang awalnya ingin membunuh Lyn secara bersamaan, sekarang Dion memutuskan hanya ingin membunuh Celina saja sebagai keluarga Josan. Jika ada kesempatan, Dion juga akan membunuh Shakila di akhir karena telah membunuh adiknya hanya demi menumbuhkan kebenciannya pada Lyn.


Saat Dion melangkah mendekati Celina, Daniel segera menghalangi Dion.


"Dion. Hadapilah aku dulu sebelum menyentuh istriku." Ucap Daniel dengan gemetar.

__ADS_1


Melihat Daniel yang gemetar membuat Dion tertarik untuk bermain sebentar dengannya.


"Baiklah, aku terima permintaan mu." Ucap Dion dengan memberikan pisau itu pada Shakila.


Pertarungan di mulai tanpa aba-aba karena Dion ingin cepat menyelesaikan permainan ini dengan Daniel karena tangannya benar-benar sudah gatal ingin membunuh Celina.


Baru beberapa menit saja, Daniel sudah tumbang dengan wajah yang babak belur.


"Ayah.." ucap Lyn yang masih meringis.


Dion terkekeh melihat Daniel yang sedang meringis kesakitan.


"Sudahlah jangan bermain dengan ku terus, karena tanganku sudah sangat gatal untuk membunuh Celina Josan. Diamlah disitu, karena kau adalah Greyson, bukan Josan."


Sekilas, wajah Shakila menampilkan raut tidak senang dengan ucapan Dion barusan. Ucapan itu menyiratkan jika Daniel akan dibiarkan hidup oleh Dion. 


Shakila tidak bisa jika Daniel harus hidup setelah menjadi saksi mata atas pelenyapan keluarga Josan ini. 


'Baiklah, untuk sekarang aku hanya harus diam dan menuruti Dion yang sedang brutal ini. Setelah ini, aku akan memikirkan cara menghabisi ayah setelah merebut semua hartanya.' gumam dalam hati Shakila.


Dion segera merebut pisau dari tangan Shakila dan dengan cepat menghampiri Celina karena sudah tidak sabar lagi untuk membunuhnya.


Terlihat Celina benar-benar hanya diam dan menitikkan air matanya karena sudah tidak berdaya atas penyiksaan Dion sebelumnya.


"Selamat tinggal keluarga Josan." 


"Jangan.." teriak Lyn dan Daniel yang sedang merangkak untuk menghentikan Dion tapi segera di cegat oleh Shakila dengan menjambak keduanya.


"Diam dan lihatlah pertunjukan menyenangkan itu. Hahaha" ucap Shakila dengan mengarahkan pandangan Lyn dan Daniel kepada Dion.


Saat Dion mengangkat tangannya untuk menusuk Celina, tiba-tiba terdengar suara bariton dari seseorang.


"Tunggu!"


Seketika, Dion menghentikan gerakannya kemudian menoleh ke sumber suara. 


Semua orang yang ada di gudang itu mengedarkan pandangannya mencari suara itu.


Sedetik kemudian, muncullah seorang pria berbadan kekar dengan pakaian serba hitam. Dia adalah salah satu pengawal yang Jimi utus terlihat dari logo jas yang di kenakan nya. 


Sebuah logo api berwarna hitam yang tak lain adalah lambang dari klan mafia Black Fire yang diketuai oleh Milo. Jimi dan Milo memang merekrut pengawal dari klan nya. Sedangkan Edgar, dia mengambil pengawal dari badan intelejen negara mengingat profesinya. 


"Dionyshi Jayas, kau salah paham."

__ADS_1


Dion membelalakkan matanya. Jantungnya berdetak sangat cepat mendengarnya. Dia sangat terkejut karena nama aslinya yang tidak pernah disebut selama 10 tahun ini tiba-tiba ada yang menyebutnya. Padahal Dion dan adiknya sudah menghapus identitas aslinya dan membuat identitas baru dengan marga keluarga angkat.


"Apa… " Pekik Lyn.


__ADS_2