Desain Cinta CEO Dingin

Desain Cinta CEO Dingin
si kembar


__ADS_3

Bab 67


Saat akan turun untuk sarapan, Edgar sedikit panik saat Lyn meringis kesakitan.


"Sayang, apa yang terjadi? Apa yang sakit?"


Beberapa detik kemudian Lyn tenang kembali. 


"Tidak apa-apa, hanya sedikit mulas. Mungkin karena perutku sudah sangat besar." 


Saat ini usia kandungan Lyn akan memasuki 8 bulan. 


Sejujurnya dari semalam Lyn sudah merasakan mulas berkali-kali. Namun karena rasa sakit itu hanya sebentar dan hilang lagi, Lyn hanya berfikir itu karena kedua anaknya yang sedang aktif di dalam perut. 


"Kalo begitu kita sarapan di kamar saja ya." Cemas Edgar.


"Tidak. Aku ingin sarapan bersama orang tua kita."


Setelah keluar dari lift, tiba-tiba Lyn mengaduh kesakitan. 


"Aduh.. sakit."


"Sayang, ada apa?" Edgar panik.


"Sakit, sepertinya aku mau melahirkan." Ucap Lyn diiringi pecahnya air ketuban. 


Dari kejauhan, Jimi menangkap gerakan Edgar yang sedang kesulitan pun segera berlari menghampiri karena takut terjadi sesuatu. 


"Tuan, nyonya muda kenapa?"


"Jimi, segera siapkan mobil. Istriku mau melahirkan." 


Jimi yang terkejut pun seketika berlari sangat kencang menuju mobil sambil berteriak di sepanjang jalannya sehingga seisi mansion mendadak heboh.


"Nyonya muda mau melahirkan, nyonya muda mau melahirkan." 


Sedangkan Edgar sedang berjalan cepat sembari menggendong Lyn yang sedang mengerang kesakitan menuju mobil.


Sesampainya di rumah sakit, dokter Lice telah menunggu. Lyn segera di bawa masuk ke ruang persalinan. 


"Aaarrggh…" 


Terdengar suara Edgar berteriak dari ruangan bersalin di saat Lyn mengejan. 


Di sela Lyn mengambil nafas, Edgar menggeser lengannya beberapa centi karena bagian yang di gigit oleh Lyn mulai berdarah.


Edgar terus berteriak hingga terdengar suara tangisan bayi perempuan dan di susul oleh bayi laki-laki.


Edgar melihat lengannya yang terdapat luka akibat gigitan istrinya. Cukup dalam. Dirinya tak menyangka jika gigitan wanita melahirkan saja akan sesakit ini. Inikah mengapa orang bilang melahirkan itu taruhannya nyawa? Pikir Edgar.


Edgar keluar dari ruang persalinan dengan meringis dan menangis yang terselip pancaran kebahagiaan.


"Em. Mereka perempuan dan laki-laki." Ucap Edgar di depan Jimi.


Beberapa menit kemudian, orang tua Edgar dan Lyn telah sampai di rumah sakit. 


"Ed, apa yang terjadi dengan lengan mu?" Tanya Melliana yang melihat lengan kanan Edgar di perban. 


"Ini karena gigitan Lyn barusan."


Melliana dan yang lainnya hanya manggut-manggut. 


Perawat mendorong sebuah box bayi besar yang berisi sepasang bayi mungil yang sedang tidur.

__ADS_1


Sontak semua orang langsung menuju box bayi itu untuk melihat cucu mereka. 


"Ya Tuhan, mereka sangat cantik dan tampan."


"Mereka sangat mirip dengan Edgar." 


"Ya Tuhan, mereka sangat menggemaskan."


Sedangkan Edgar terus membisikkan terimakasih dan kata cinta kepada Lyn.


"Terimakasih sayang telah melahirkan keturunan ku. I love you."


Lyn hanya tersenyum mendengarnya dan memejamkan mata di setiap Edgar menciumi wajah nya.


***


2 minggu kemudian


"Gak! Edel, Edin gak boleh di gendong sama mamah papah. Nanti mereka nangis lagi." Lyn melotot dengan mata yang sudah berair.


Beberapa hari ini kepala Lyn seperti ingin pecah karena si kembar yang sedang demam sangat rewel dan tidak ingin terpisah dengannya.


Hari ini demam si kembar telah reda, dan Lyn tidak ingin istirahatnya terganggu lagi karena hal sepele yang mertuanya lakukan. 


"Sayang, mamah papah gak sengaja bikin si kembar nangis." Melliana.


"Iya, kalian gak sengaja, tapi kalian yang selalu seperti tom and Jerry setiap hari itu akan membuat si kembar nangis lagi."


Melliana dan Eddies saling melotot satu sama lain seperti mengatakan "ini gara-gara kamu." 


Melihat Lyn yang yang sudah pergi, Melliana pun mengangkat tangan kanannya untuk mengusap pipi Edellyn. Namun tangan Melliana malah menggantung karena tiba-tiba Lyn berbalik badan sambil melototinya. 


Melliana pun dengan refleks mengibaskan tangannya seperti sedang mengusir lalat dari makanan.


"Sepertinya di sini banyak nyamuk, kasihan si kembar. Ayo yah, kita bawa si kembar ke kamar." Ajak Celina kepada Daniel yang memang sedang meledek besannya. 


Melihat itu, Lyn pun mengangguk kemudian berbalik untuk melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Sedangkan Melliana dan Eddies memasang wajah kesal melihat kepergian si kembar dengan senyuman mengejek dari Celina dan Daniel. 


Melliana menghentakkan kakinya kesal. "Awas saja mereka."


6 bulan kemudian


Di ruangan tengah, satu keluarga itu sedang bermain bersama di kembar yang sedang merangkak.


Eddies dan Melliana selalu merebut si kembar dari tangan Celina dan Daniel. Itu membuat Celina dan Daniel kesal.


Sedangkan Edgar dan Lyn hanya tersenyum menonton drama kedua orang tua mereka yang selalu berebut perhatian si kembar.


"Liana. Bukankah sedari pagi kau sudah bersama di kembar. Mengapa kau masih merebut mereka dari kami?" Protes Celina.


"Bukankah sedari bayi si kembar selalu bersama kalian? Mengapa kalian protes jika sekarang kami menghabiskan waktu bersama si kembar." Jawab Melliana acuh tak acuh.


"Itu kan karena Lyn tidak membolehkan si kembar bersama kalian yang seperti tom and Jerry." Sinis Daniel.


"Kau…" Meliana dan Eddies mengeram.


"Boy, kenapa anak-anak mu semuanya mirip dengan mu?" Tanya Eddies kepada Edgar.


"Karena aku yang mendesain nya pah."


Eddies tersenyum mengejek kepada besannya. "Kau lihat mereka."  Eddies menunjuk si kembar. "Meskipun kami seperti tom and Jerry, tapi gen ku benar-benar hebat sampai semuanya mengambil gen putraku."


"Cih, sombong. Gen ku memang hanya sedikit di tubuh si kembar, tapi aku lebih banyak bersama mereka. Tidak seperti mu yang jarang menggendongnya."

__ADS_1


"Kau…" Eddies kalah telak lagi oleh besannya. 


Selain karena Lyn yang tidak mengijinkannya, dirinya dan Melliana memang selalu bolak-balik ke negara M sehingga mereka jarang bertemu dengan si kembar.


***


2 tahun kemudian, 


Di teras belakang, suasana kolam renang dan taman yang indah memang cocok di gunakan untuk bersantai dan meminum teh bersama. Disinilah setiap weekend sore semua berkumpul untuk menikmati kebersamaannya dengan melihat tumbuh kembang si kembar. 


Keduanya sangat cerdas. Namun karakter mereka sangat beda jauh. Edellyn dengan sifat tegas, tangguh dan dingin tak peduli apapun kecuali keluarganya. Sedangkan Edinnlay sangat jahil, ceria, dan mempunyai tatapan yang tajam seperti Eddies. 


Saat ini, keduanya sedang sibuk mewarnai desain busana yang di gambar Lyn. 


Lyn sengaja ingin mengenalkan pekerjaan orang tuanya sedini mungkin agar mereka terinspirasi dan juga melihat potensi bakat anak-anaknya. 


Edinnlay menggambar emoji tersenyum di punggung tangan Edellyn. Edellyn pun tersenyum tipis melihatnya. 


Edin kemudian mencoret coret kan kuasnya di telapak tangannya sendiri. Tak hanya satu warna, Edin juga mengambil warna lain sehingga telapak tangannya sudah di penuhi warna warni. 


Melihat saudaranya yang sedang fokus, Edin pun menempelkan tangannya di pipi Edellyn. Namun, gerakan Edinnlay berhasil di tangkis oleh Edellyn dengan mencengkeram nya. 


Karena tidak ingin saudaranya membalasnya, Edin segera menarik tangannya tapi rupanya cengkraman Edellyn cukup kuat. Dan, aksi tarik menarik pun terjadi hingga Edin menyenggol wadah cat dan baju Edellyn terkena cipratan tersebut.


Edellyn terdiam sejenak, tiba-tiba,


Plak.


Edinnlay hanya mengedip ngedipkan matanya di sela jari Edellyn. 


Tiba-tiba saja semua orang tertawa karena wajah Edinnlay terdapat cap lima jari yang berwarna. 


Tak terima jika dirinya di tertawakan, Edin pun segera membalas saudaranya hingga kejar-kejaran pun terjadi dengan gelak tawa keduanya.


Di sudut lain, Lyn sedang duduk dengan merangkul lengan Edgar sembari memperhatikan si kembar.


"Rupanya gen keluarga mu sangat kuat di tubuh si kembar. Hanya Edel saja yang mau mengambil kemiripan wajahku, dan itu pun hanya sedikit."  Lyn memasang wajah cemberut tapi terselip senyuman tipis. 


"Itu karena mereka adalah pewaris Gretchen. Tentu saja mereka harus mewarisi semuanya, termasuk gen juga."


"Ishh, pewaris sih pewaris, tapi gak begitu juga."


"Sudah, daripada cemberut seperti itu, ayo, kita ke kamar sekarang."


"Untuk apa?"


"Membuat adik untuk si kembar. Siapa tahu nanti adik si kembar akan mirip dengan mu."


"Benarkah akan mirip?"


"Aku tidak tahu, tapi pertanyaannya sekarang, apa kamu tidak merindukan terong emas ku setelah 1 minggu aku di luar negeri?" Goda Edgar.


Wajah Lyn merona karena dia memang merindukannya. Kemudian Lyn bangkit menarik Edgar untuk pergi ke kamarnya.


Tiba-tiba saja keduanya di kagetkan oleh tangan mungil yang menempelkan cat yang sudah bercampur warna itu di kakinya masing-masing.


"Mama kena." Edinnlay.


"Papa kena." Edellyn.


Dan, niat papah dan mamah muda itu yang awalnya ingin ke kamar, malah berubah menjadi main kejar-kejaran dengan anak kembarnya. 


... 🌺 TAMAT 🌺...

__ADS_1


__ADS_2