Desain Cinta CEO Dingin

Desain Cinta CEO Dingin
tingkah aneh Lyn yang membuat pusing


__ADS_3

Bab 66


Setelah pesta itu, Lyn mengambil Melliana untuk tidur di ruang tamu selama 7 hari. Jelas saja itu membuat kedua lelaki Gretc uring-uringan karena mereka harus tidur sendirian di kamarnya selama itu.


Suasana mansion Edgar semakin berwarna dengan semua keinginan dan ngidam Lyn yang selalu membuat pusing.


Kehamilan ini menyebabkan tingkah Lyn menjadi sangat aneh, yang sebentar dingin tak peduli apapun, sebentar hangat dan ceria, sebentar serius dan mode galak, dan yang tidak pernah ketinggalan adalah ibu hamil itu juga selalu iseng kepada Edgar dan Eddies.


Lyn hanya manja kepada orang tuanya saja, itupun hanya seputar makanan. Sedangkan Melliana adalah tempatnya mengadu jika keinginannya tidak terpenuhi untuk mengisengi kedua lelaki Gretc.


Di trimester pertama, Lyn tidak mengalami morning sick atau gejala kehamilan lainnya. Dia hanya mengalami perubahan nafsu makan yang cukup besar, dan tentunya aneh.


Disini Edgar lah yang merasakan kondisi tubuh yang kurang baik sampai tidak bisa kemana-mana selain di kamarnya. Setiap hari dirinya selalu lemas, tak berenergi, dan tak ada gairah layaknya orang sakit. Dan tentunya Lyn lah yang akan menjadi vitamin untuknya selama di dalam kamar.


Di trimester kedua, Edgar telah bugar kembali. Namun tingkah Lyn semakin hari semakin aneh yang membuat penghuni mansion pusing dengan keinginannya.


Pernah sesekali mereka tidak menggubris keinginan Lyn yang membuat mereka pusing dan capek. Namun, tetap saja ibu hamil itu selalu menang dengan aktingnya.


Kadangkala Lyn juga sangat hobi memakaikan lipstik berbagai warna di setiap harinya di bibir Edgar dan naas nya itu selalu di lakukan setiap kali berada di perusahaan.


Saat Edgar akan pergi ke pertemuan penting, Lyn tiba-tiba memanggilnya.


"Sayang tunggu."


Edgar yang membalikkan tubuhnya pun langsung terbengong di saat Lyn mengoleskan lipstik di bibirnya.


"Nah, wajahmu sudah cerah. Jadi, nanti kamu akan terlihat ceria di pertemuan nanti." Lyn tersenyum cerah. Edgar pun mengelus kepala Lyn dengan perasaan sayangnya.


Edgar melototi para karyawan yang melihatnya sedang tertawa pelan.


Jimi yang sedang menahan tawa pun seketika di buat melongo karena dirinya pun harus memakai lipstik itu dengan pasrah.


"Nah Jimi, kau juga harus memakai lipstik ini agar wajahmu terlihat cerah. Wajahmu lumayan tampan sih, tapi mataku sakit jika melihat wajahmu yang tidak berwarna." Ucap Lyn sembari mengoleskan lipstik di bibir Jimi.


Mata saya lebih sakit jika melihat ngidam aneh anda nyonya muda. Batin Jimi.


"Kamu bilang Jimi apa? Tampan?" Edgar menyipitkan matanya.


"Ish, ku bilang Jimi lumayan tampan. Lumayan artinya sedikit. Tentu saja yang paling tampan ya suamiku." Ucap Lyn yang langsung mengecup singkat bibir Edgar.


Mendapat kecupan itu Edgar langsung menahan tengkuk Lyn dengan tangan kanannya untuk ******* bibir Lyn. Sebuah ******* lembut namun cukup panas jika tidak segera di hentikan.


Pemandangan ini membuat penghuni perusahaan Gretc menjadi menggila melihatnya seperti sedang menonton Drakor super romantis yang membuat baper akut.

__ADS_1


Malam harinya, kepala Edgar benar-benar pusing dengan kantuk yang tertahan.


Bayi kembar di perut Lyn malam ini sangatlah aktif sehingga Lyn meringis kesakitan karena tendangan mereka cukup kuat.


Tendangan itu berangsur reda jika Edgar mengelus perut Lyn. Jika Edgar berhenti, Lyn yang sudah tidur pun terganggu dan terus terusan meringis dan meminta di elus lagi perutnya.


Ini sudah pukul 2 dini hari, tapi bayi bayi di perut Lyn masih terus membuat Lyn meringis kesakitan.


"Anak anak papah, apapun yang kalian minta akan papah berikan. Tolong jangan membuat mamah kesakitan, kalian harus menjaga mamah karena mamah sangat mencintai kalian, oke. Jangan nakal, karena papah juga sangat mencintai dan menyayangi kalian." Ucap Edgar di depan perut Lyn.


Setelahnya Edgar menciumi perut Lyn berkali-kali dan ajaibnya gerakan bayi itu berangsur normal sehingga Lyn bisa tidur dengan nyenyak malam itu.


Edgar pun tersenyum dan langsung memejamkan matanya yang sudah tidak kuat melawan kantuk sambil memeluk Lyn.


Bagi Eddies kehamilan Lyn itu benar-benar menyebalkan untuknya karena dirinya tidak henti selalu menjadi korban ngidamnya.


Seperti hari ini di saat mereka sedang liburan ke kebun binatang atas keinginan Lyn. Eddies satu-satunya pria di tempat itu yang memakai bando telinga kelinci dan ekor kelinci berwarna pink.


Itu membuat Eddies menjadi pusat perhatian para pengunjung yang membuat mereka berbisik dan tertawa geli melihat Eddies.


'Jika saja bukan karena cucu kembar ku, aku tidak sudi memakai kelinci ini, huh.' Kesal Eddies dalam hati.


Saat berada di depan kandang panda, Lyn menyuruh Eddies untuk berpose imut seperti kelinci karena ingin memotretnya.


Cekrek.


Cekrek.


Berbagai gaya telah Eddies lakukan atas arahan Lyn. Tak ketinggalan Lyn pun ikut bergaya di samping Eddies.


Belum puas dengan itu, Lyn pun menyuruh pengunjung lain untuk memotretnya bersama keluarganya.


Selanjutnya, mereka mengunjungi harimau. Lyn memakaikan bando telinga kucing dan mengoleskan lipstik di hidung Edgar kemudian mereka berfoto bersama harimau yang kebetulan kepalanya sedang menempel di kandang besi seperti melihat mereka.


Roar.


Edgar dan yang lainnya kecuali Eddies sempat terkejut akan harimau yang tiba-tiba bersuara dengan kencang. Namun perhatian Edgar tertuju pada Lyn yang terlihat tenang dan santai.


"Sayang, kamu tidak terkejut?" Edgar menyipit.


"Tidak. Terkejut kenapa?" Lyn tanya balik.


"Suara harimau nya sangat kencang barusan. Apa tidak terkejut?"

__ADS_1


"Tidak. Biasa saja." Jawab Lyn cuek.


Edgar melihat kepada ayah, ibu, papah, dan mamahnya dengan pandangan tanda tanya. Kemudian Edgar mengusap perut Lyn yang sudah membesar itu.


"Bagaimana dengan mereka. Apa mereka tidak terkejut juga?"


"Tidak. Mereka justru merasa senang bisa mendengar suara harimau." Ucap Lyn tersenyum.


Tak hanya di mansion, Lyn juga membuat pusing penghuni perusahaan Gretc.


Di setiap harinya Lyn selalu mentraktir makan siang beberapa karyawan yang di pilihnya secara bergantian. Awalnya bagi seorang karyawan mereka merasa sangat beruntung bisa duduk bersama nyonya muda Gretchen untuk makan siang.


Namun, makan siang keberuntungan ini hanya seperti mimpi di siang bolong karena mereka harus menahan gejolak perutnya untuk makanan yang masuk ke perut mereka.


Awalnya makanan yang di sajikan adalah makanan normal seperti pasta, pizza, kue, dan sebagainya. Namun di saat akan memakannya, ternyata makanan itu harus di campur toping yang tak sesuai dengan makanannya atas perintah Lyn. Seperti pasta dengan ice cream, pizza dengan lelehan coklat, steak daging dengan saus kunyit, dan sebagainya.


Mereka hanya bisa pasrah memakannya cepat agar bisa cepat pula mengeluarkan isi perutnya. Namun, makan siang bersama Lyn itu tetap bisa di katakan makan siang keberuntungan karena setelahnya Lyn memberikan amplop yang setara dengan gaji mereka satu bulan.


Di ruangan CEO, Edgar mejamkan mata dengan tangan kiri yang menopang kepalanya dengan sedikit memijitnya. Dia sudah melakukan itu berkali-kali selama satu setengah jam karena dirinya terganggu oleh suara tiga orang karyawan yang sedang bermain game online bersama Lyn.


Saat makan siang tadi, Lyn melihat ada karyawan wanita yang sedang bermain game online. Itu membuat jiwa ngidamnya muncul untuk bermain game online. Akhirnya setelah mencari 3 orang yang jago bermain game, Lyn membawanya ke ruangan Edgar untuk mengajarinya bermain game online yang membuat kehebohan di dalam ruangan itu.


"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya Lyn yang melihat Edgar meninggalkan meja kerjanya.


"Aku ingin istirahat sebentar, aku sangat mengantuk."


"Tidak boleh. Kamu tidak boleh berjauhan dengan ku."


"Aku hanya di kamar ini sayang. Tidak jauh." Ucap Edgar sambil menunjuk pintu kamar.


"Tapi aku ingin kamu selalu di depanku untuk memperhatikanku."


"Kalo begitu temani aku di kamar agar aku selalu di depan mu."


"Tapi aku sedang main game." Edgar segera menggendong Lyn sehingga 3 orang karyawan itu segera keluar dari ruangan Edgar. "Sayang, turunkan aku. Aku sedang main game."


Edgar tidak mempedulikan rengekan istrinya dan langsung membawanya ke kamar.


Di kamar, Edgar tersenyum melihat wajah Lyn yang tertidur pulas setelah olahraga ranjangnya yang berlangsung selama 2 jam.


"Sejujurnya aku sudah cukup pusing dengan semua tingkah aneh mu. Tapi tidak apa, asalkan kamu dan anak-anak sehat dan bahagia, aku akan selalu memenuhi keinginan mu."


Edgar mengecup puncak kepala Lyn dengan penuh cinta kemudian dia terlelap di samping istrinya dengan memeluknya.

__ADS_1


***


__ADS_2