
Hikaru dan shiori menghabiskan malam di meja makan sambil mengobrol
"Oh iya shiori, mengapa kamu tidak tinggal di kota saja?" Tanya Hikaru
"Tidak bisa, karena di kota tidak menerima ras lain selain manusia"
-Hmmm benar juga, saat di kota aku tidak melihat ras lain selain manusia
"Lagipula walaupun tidak tinggal di kota aku tetap bisa membeli barang barang dan keperluanku di desa desa"
"Desa desa? Jadi di luar kota utama kerajaan Zivilia ada desa?" Tanya Hikaru kepada shiori sambil memakan apel
"Iya diluar kota utama banyak desa desa, selama belum melewati bata kerajaan Zivilia. Dan di desa desa tersebut hidup berbagai macam ras tidak hanya ras manusia" jawab Shiori sambil menjelaskan kepada Hikaru
"Oh... Aku mengerti"
"Oh iya aku hampir lupa, aku harus mengganti perban di tanganmu" Hikaru berdiri dari kursi makan lalu ke kamarnya untuk mengambil peralatan obat obatan
Shiori pun membuka perban di tangan Hikaru dan banyak sekali luka dan kulit yang terlepas dari tangan Hikaru
"Nah sudah selesai" Shiori pun menaruh kembali peralatan obatnya
"Terima kasih ya, kau sudah menyelamatkanku di kota dan juga sudah mengobati ku. Aku tidak tahu harus membalasnya bagaimana"
"Sudah tidak usah dipikirkan, lagipula tadi saat aku mencari buah di hutan kebetulan aku melihat keributan besar di kota lalu aku langsung kesana" ucap shiori sambil menaruh kembali kotak obatnya
[Shiori baik sekali walaupun dia dibenci oleh penduduk kota dengan alasan yang tidak kuketahui tetapi dia tetap baik]
"Lebih baik kau menginap di sini malam ini besok baru kembali ke kota, karena ini sudah sangat malam"
"Ah iya terima kasih" Hikaru pun berdiri dari kursi dan segera mencuci tangan
"Selamat malam" Shiori pun masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya
Hikaru pun tersenyum lalu masuk ke kamar yang ada di samping kamar shiori
__ADS_1
Malam pun berakhir dan berganti menjadi pagi hari, suara burung yang berterbangan membangunkan tidur tenang Shiori
"Hikaru bang- eh kemana dia? Sudah kembali ke kota? Cepat sekali" Shiori membuka kamar Hikaru lalu dia tidak melihat Hikaru
Shiori pun mencuci mukanya lalu membuka pintu untuk menghirup udara segar
"Hah Hikaru. Sedang apa kau diluar pagi pagi begini" saat shiori keluar dia melihat Hikaru sedang memegang pisaunya
"Aku sedang latihan melempar senjata ku, karena aku tidak begitu tahu cara menggunakannya" Hikaru sedang latihan melempar pisau nya ke sebuah batang pohon sambil memberi sebuah target
"Bagaimana kau mau melempar pisau dengan baik kalau cara memegang pisau mu saja salah" Shiori memegang tangan Hikaru sambil membenarkan posisi memegang pisau untuk bertarung yang benar
"Hmmmm... Sepertinya ini bukan pisau biasa, ini seperti pisau yang biasa dipakai para assassin di guild" ucap shiori sambil memegang pisau tersebut
"Benarkah? Aku juga tidak begitu tahu mengenai pisau tersebut"
"Ya baiklah akan kuajarkan kau cara melempar pisau yang baik" Hikaru. Dan shiori pun memulai latihan dengan membuat sebuah target lalu melemparkan pisau ke target tersebut
"Ya sudah bagus, sekarang aku akan mengajarkan kau cara bertarung menggunakan pisau saat bertarung jarak dekat"
"Tidak usah memanggil Guru"
Mereka pun terus latihan hingga siang hariz, dan semakin lama Hikaru semakin bisa menggunakan senjatanya
"Sekarang sudah siang aku lapar, lebih baik kita makan dulu" shiori pun berjalan kembali memasuki rumah
"Tunggu shiori!! Aku sudah putuskan. Aku akan berpetualang bersamamu sampai aku layak menjadi seorang petualang" kata Hikaru sambil menunduk memohon kepada shiori
"Hah? Tapi emmm.... Yasudah terserah kau" Shiori kaget dan diapun langsung bergegas masuk ke dalam rumah untuk memasak makanan sambil tersenyum karena akhirnya dia mempunyai seseorang yang percaya dengan dia
-Karena hanya kau yang mengetahui aku berasal dari dunia lain jadi aku harus terus berada di sampingmu dan bertambah kuat
Satu minggu berlalu, Hikaru pun tinggal dirumah kecil Shiori. Mereka semakin akrab. dan mereka berdua selalu latihan setiap pagi dan sore. Dan Di siang hari mereka mencari makanan di hutan. Sampai suatu hari saat Hikaru sedang berlatih sendiri saat sore hari.
"Hyatttss... Yosh kalau sudah begini setidaknya aku sudah bisa bertarung melawan monster" ucap Hikaru sambil mengambil pisau yang dia lempar
__ADS_1
"Hikaru. Kita tolong Carikan kayu bakar di hutan" kata shiori sambil keluar dari rumah untuk menyuruh Hikaru
"Tunggu habis ini akan ku carikan. Baiklah satu lemparan lagi setelah itu akan ku sudahi latihan hari ini" Hikaru bersiap untuk melakukan lemparan terakhir
"Hyatttss..." Hikaru pun melempar pisau tersebut ke arah target, namun saat dia melempar tiba tiba dari tanganya keluar aliran listrik yang terus terhubung ke pisau tersebut lalu badan Hikaru tertarik oleh aliran listrik tersebut dan menuju ke arah target.
"Aghhh.... Aduh apa yang barusan terjadi" kejadian tadi begitu cepat sehingga Hikaru tidak mengerti
"Kau tertarik oleh pisau tersebut?" Shiori yang kaget melihat Hikaru langsung menghampirinya
"Sebenernya apa lagi ini? Hikaru kebingungan sambil memegang kepalanya
"Tubuhmu dan pisau tersebut bagaikan magnet yang terus bersatu, jadi tadi saat aku melihat tanganmu mengeluarkan aliran listrik lalu tubuhmu tertarik oleh aliran listrik itu" ucap shiori sambil menjelaskan apa yang dia lihat
"Bagaimana mungkin?" Tanya Hikaru sambil kebingungan
"Sebenarnya memang kekuatan apa yang kau punya Hikaru? Dan sepertinya pisau tersebut memang diciptakan hanya khusus digunakan oleh dirimu dengan kekuatanmu"
"Aku pun tidak tahu kekuatan apa yang berada di dalam diriku, tetapi yang kutahu aku bisa mengeluarkan sebuah aliran listrik yang cukup besar"
"Hmmmm... Sepertinya kau harus belajar untuk menggunakan kekuatan listrik mu dengan pisau mu"
"Aku akan mengulangi nya lagi" Hikaru pun mencoba kembali melempar pisau tersebut dan kali ini dia memfokuskan aliran listrik nya ke pisau tersebut
"Hyatttt!!!" Hikaru pun mencoba melempar tetapi tetap gagal dan gagal
"Sudahlah besok lagi Hikaru, mau sampai kapan kau berlatih. Ini sudah sangat malam" kata shiori yang berdiri di depan pintu rumah sambil melihat Hikaru yang terus berlatih
"Sebentar lagi tinggal sedikit lagi.. aghhh!!" Hikaru terus menabrak target bersama pisau tersebut karena saat dia sudah tertarik oleh aliran listrik, Hikaru tidak bisa memberhentikan tubuhnya lalu dia pun terlempar bersama pisau tersebut
"Baiklah kali ini harus berhasil. Hyatt!!!" Diapun mencoba kembali melempar lalu saat dia tertarik oleh aliran listrik nya dia bisa memberhentikan tubuhnya dan akhirnya dia berhasil menguasai teknik tersebut
"Aku berhasil, akhirnya!!!" Hikaru pun berteriak
"Itu sangat cepat, sekarang kau bisa berpindah tempat sangat cepat kemanapun arah lemparan pisau tersebut. Akhirnya kau bisa mengendalikannya dan bergerak seperti Cahaya dengan bantuan pisau tersebut" shiori tersenyum karena melihat Hikaru yang akhirnya bisa menggunakan kekuatanya
__ADS_1