
"Aaaaaa...... sial sial sial. Elvein lagi lagi menjatuhkan ku dari atas, dan sekarang tidak ada danau ataupun sungai di bawahku uwaaa!!" Hikaru terjatuh dari atas langit yang sangat tinggi yang dibawahnya hanya terdapat bangunan rumah milik warga desa
"Hah? apa itu di langit seperti ada yang ja-" Ucapan zegel terhenti karena melihat Shiori yang bergerak cepat seperti bayangan langsung meloncat ke atas untuk menangkap Hikaru
Dengan kaki yang menumpu pada atap rumah shiori meloncat seperti bayangan dan menangkap Hikaru yang terjatuh dari ketinggian tersebut
"Hah.... Makasih, Shiori" ucap Hikaru yang sudah mencapai daratan dengan selamat karena Shiori menangkapnya dengan cepat
"Kau dari mana saja, dan mana bola kristal ku cepat kembalikan" Shiori memasang muka dingin kepada Hikaru sambil menjulurkan tanganya meminta kembali bola kristal yang Hikaru ambil
"itu.. sudah tidak ada" ucap Hikaru sambil menahan takut karena Shiori akan marah
"Yasudah"
"Eh?.... kau tidak marah?" Hikaru kebingungan melihat Shiori yang tidak marah
"Aku tidak marah asalkan kau memberitahu ku alasannya" Ucap Shiori mengarahkan pedangnya ke dada Hikaru
"iya iya baiklah"
-Sebaiknya kau jangan memberi tahu perempuan telinga kucing itu terlebih dahulu untuk sekarang. ucap byakko yang berbicara melalui batin Hikaru
-Ya kau benar juga sebaiknya untuk sekarang kita rahasiakan dulu
"Bola kristal milikmu mempunyai Mana yang kuat dan itu menarik perhatian semua monster dan berusaha mengambil mana yang berada di dalam bola kristal milikmu. Jadi setelah aku mengetahui hal tersebut aku langsung menghancurkan nya di tempat yang jauh dari desa" Hikaru berbicara dengan perasaan takut karena berbohong
"Kenapa kau tidak bilang padaku, seharusnya kau tidak bertindak sendirian dasar bodoh" Ucap Shiori kembali menaruh pedangnya yang tadi dia arahkan ke Hikaru
"ya aku sudah menyangka akan terjadi seperti ini, firasat ku tidak enak setelah kita melawan cerberus kemarin" Shiori menundukkan kepalanya sambil menyalahkan dirinya sendiri
"Tidak apa apa Shiori semuanya Sudah berakhir, dan lagi pula cerberus itu datang bukan karena mengincar bola kristal mu. Tetapi kata kepala desa dia datang karena memang sejenis nya sering menyerang desa, lalu kebetulan saat kita disini pemimpin mereka yaitu Cerberus datang" Hikaru berusaha menenangkan Shiori
"ya itu benar apa yang dikatakan oleh Hikaru, Cerberus yang menyerang desa kami kemarin itu datang karena sejenisnya telah menyerang desa kami duluan lalu kita warga desa berhasil membunuh nya, maka Cerberus pun marah dan datang untuk menghancurkan desa kami" Kepala desa Gorch memberikan penjelasan untuk menenangkan Shiori
Shiori pun akhirnya tidak menyalahkan dirinya sendiri dan kembali menegakkan kepalanya
"oh iya ngomong ngomong nama desa ini apa?" Tanya Hikaru kepada kepala desa
__ADS_1
"Desa Gorch" jawab kepala desa Gorch
"Eh? jadi ternyata nama desa ini adalah nama anda sendiri"
"bukan, itu nama kakek ku, dan namanya di wariskan kepadaku. Dia yang membuat desa ini"
"wow, kakek anda hebat Sekali pastinya petualang yang hebat"
"Hei hei kalian bersenang senang disini ya ternyata" ucap Zegel yang datang dari belakang Hikaru memotong pembicaraan
"zegel? kau ada disini bagaimana bisa?" Tanya Hikaru yang kebingungan melihat zegel muncul di belakangnya
"Saat ibu kota kerajaan diserang aku melihatmu bertarung dengan salah satu komandan pasukan musuh, dan saat kau pingsan aku ingin menyelamatkanmu. tetapi tiba tiba perempuan telinga kucing ini langsung membawamu pergi, setelah itu aku terus mencari mu dan tiba di desa ini" Zegel menceritakan kronologi bagaimana dia bisa ada disini
-kau sangat hebat Hikaru, aku tidak mungkin hanya diam saat melihat temanku berjuang habis habisan
"Baiklah mumpung Hikaru dan kalian berdua ada disini terima kasih telah menyelamatkan desa kami, sekarang bagaimana kalau saya traktir pesta makan di restoran terbaik desa ini"
"Pesta makan?" Ucap Zegel dan Hikaru serentak bersamaan
Hikaru, Zegel, dan Shiori berada di restoran desa Gorch mereka di berikan makan malam gratis oleh kepala desa dan pemilik restoran pun sangat senang karena Hikaru telah membantu dia membangun kembali restoran nya setelah desa ini hancur
-aku tahu duit mu banyak tetapi kau lupa untuk memakainya. batin Shiori sambil menatap Zegel dengan heran
"daging sapi ini sangat enak, tingkat kematangan nya pas dan emm... rasa nya Seimbang" Ucap Hikaru yang dari tadi terus meneliti rasa
-yang satu ini masih sempat sempatnya meneliti hal seperti itu. Shiori terdiam kebingungan melihat tingkah dua lelaki yang ada di depanya
"Tuan Hikaru, mau tambah minumnya" Ucap seorang pelayan perempuan yang menghampiri Hikaru
"Asuka?... kenapa kau ada disini?"
"Itu.... emm aku hanya kebetulan membantu saja hehehe" jawab Asuka sambil memalingkan pandangannya dari Hikaru
-jangan sampai ketahuan kalau aku kesini untuk bertemu tuan Hikaru. batin Asuka dengan wajah yang tersipu malu
-dan perempuan ini jelas jelas berusaha mendekati Hikaru. batin Shiori yang dari tadi terus terusan mengkritik orang disekitarnya
__ADS_1
-Ini pertama kalinya aku makan di dunia ini, dan bertemu dengan orang orang baik Rasanya tidak buruk juga Hidup seperti ini. Batin Hikaru yang memikirkan hidupnya di dunia ini berlawanan dengan di dunianya
Hikaru pun melanjutkan makanya, setelah Hikaru dan Shiori selesai. Zegel pergi ke toilet, Hikaru pun menghampiri Asuka
"Asuka"
"I- iya ada apa Tuan Hikaru" Asuka terus menerus tersipu malu saat bertemu Hikaru
"sudah kubilang kan, tidak usah pakai tuan"
"b-baiklah Hikaru"
-ah.. aku malu
"Setelah ini kau akan melakukan apa Asuka?" Tanya Hikaru
"Aku akan melanjutkan pekerjaan kedua orang tuaku untuk mengurus klinik di desa ini" Jawab Asuka yang tidak yakin apakah dia bisa melakukan hal tersebut
"Jangan pernah menyerah Asuka, Semangat!!"
"Iya, Terima kasih" ucap Asuka tersenyum
"Setelah ini kau akan kemana Hikaru?"
"Aku akan melanjutkan perjalananku tujuanku disini belum tercapai, aku pun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya padaku" raut wajah Hikaru berubah menjadi sedih
"Hikaru, jangan pernah menyerah. Semangat!!! itu ucapan dari seseorang yang telah menolongku" Ucap Asuka yang meniru kata kata Hikaru
"wah kau meniruku ya hehehe" raut wajah Hikaru kembali ceria dan tersenyum setelah Asuka menyemangatinya
"hehe" Asuka tersenyum dan pembicaraan mereka berdua terus berlanjut
sementara di meja makan ada Shiori yang dari tadi terus menerus melihat Hikaru dan Asuka yang sedang asik berbicara
"Hei zegel, mereka berdua sedang membicarakan apasih lama sekali" Tanya Shiori kepada Zegel yang masih saja makan
"tidak tahu, mungkin mereka berpacaran"
__ADS_1
"Berpacaran?" Shiori terkejut, dan matanya melotot ke arah Zegel