
Matahari sudah mulai terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti daratan. Shiori dan Zegel masih tidak mengerti dengan situasi yang sedang mereka hadapi, tetapi mereka menyadari satu hal bahwa orang yang berada di depan mereka adalah orang yang tidak mempunyai perasaan
"Hei hei siapa lagi kalian para berandal ini menganggu saja" Ucap salah satu perempuan berambut kuning kecoklatan yang memakai pakaian hitam hampir terbuka dengan baju yang sangat pendek tetapi memakai celana panjang, bola mata dia berbentuk seperti bintang tetapi hanya memiliki empat sisi tidak seperti manusia pada umumnya
"Sudahlah Rei, kita hanya perlu menghabisi mereka" Ucap salah satu pria yang juga memakai pakaian berwarna hitam menyebut nama perempuan tersebut.
Mereka dihadang oleh tiga orang berjubah hitam dan sementara Jero masih bertatapan dengan pria yang sepertinya pemimpin dari tiga orang tersebut
"Sepertinya kau yang terkuat disini, aku yang akan membunuhmu untuk membayar semua kematian prajurit ku" Ucap Jero yang sangat marah sambil menggenggam tangannya yang mengeluarkan api
"Tenang dulu tenang, biarkan aku memperkenalkan diri namaku Yuri senang bisa bertarung dengan anda tuan Jero" Pria tersebut memperkenalkan dirinya dengan santai
"Aku tidak peduli dengan namamu, aku hanya ingin tahu apa tujuanmu"
"Kau masih saja bertanya? Hahaha padahal sudah jelas bahwa aku akan membunuh tuan putri itu!!!" Teriak Yuri yang memasang wajah dengan hasrat ingin membunuh
Tanpa basi basi Jero langsung berlari dengan cepat ke arah Yuri dan menyerangnya menggunakan tangan kanan yang sudah di selimuti api yang sangat panas, Yuri pun menahan serangan tersebut menggunakan tangan kirinya yang diselimuti oleh aura ungu yang sangat mencekam
Suara hentakan yang sangat kencang terdengar disaat Jero dan Yuri saling beradu mengerahkan kekuatannya.
"Hei Jero karena kau juga bertarung dengan fisik tanpa senjata sama denganku, aku tertarik denganmu bagaimana kalau kau ikut denganku kita menguasai dunia ini bersama sama dan hidup di tempat yang sangat nyaman" Ucap Yuri yang mencoba menghasut Jero
"Mana mungkin aku menerima tawaran bodohmu itu" Jero pun kembali menyerang Yuri namun Yuri meloncat ke belakang dan menghindari serangan Jero dengan mudah
"Wah wah baiklah kalau segitu maunya kau untuk mati" Ucap Yuri yang semakin besar mengeluarkan aura hitam dari tangannya
__ADS_1
Dibawah kaki Jero terdapat lingkaran berwarna hitam, dari dalam lingkaran tersebut keluar banyak tangan yang akan menekan diri ya ke dalam tanah. Disaat semua tangan tersebut berhasil menutupi tubuhnya Jero tidak tinggal diam dia membakar semua aura hitam tersebut dan langsung menyerang Yuri dengan pusaran api yang di keluarkan
Disaat Yuri teralihkan untuk menghindari pusaran api tersebut, Jero dengan cepat sudah berada di depan Yuri dan langsung mengarahkan tanganya untuk memukul muka Yuri dengan kekuatan penuh
Jero pun berhasil memukulnya dan Yuri terlempar jauh hingga seluruh wajahnya dipenuhi dengan darah dan luka akibat serangan Jero, tetapi serangan Jero tersebut tidak berarti apa apa bagi Yuri.
"Wah aku sangat kecewa karena kau menolak tawaranku padahal kau sekuat ini Jero" Ucap Yuri yang masih berdiri dengan normal dan tersenyum tanpa merasakan kesakitan
-Dia masih bergerak normal walaupun dengan luka besar di kepalanya. Batin Jero
Yuri kembali mengeluarkan Aura hitam tetapi kali ini berbentuk seperti mata pisau yang melengkung, aura hitam tersebut terbang menuju Jero.
Jero ingin menghindar tetapi aura hitam tersebut terlalu besar dan cepat sehingga tidak memberikannya ruang, dengan kekuatan penuh dia mengepal tangan kirinya dan mengeluarkan seluruh kekuatanya untuk menyerang aura hitam tersebut
"Uakhh...." Jero berhasil menghancurkan serangan tersebut tetapi membuat jari Jempol Jero putus
"Sudahlah Jero menyerah saja" Ucap Yuri yang dari tadi terus tersenyum dengan jahatnya
Melihat kejadian tersebut kedua rekan Jero yaitu Keri dan Leo berusaha untuk menyerang Yuri, tetapi mereka berdua dihadang oleh salah satu pria berjubah hitam
"Mau kemana kalian, lawan kalian berdua adalah aku jangan beraninya kabur" Ucap pria tersebut yang menghadang mereka
"Jangan halangi kami" Leo pun mengeluarkan serangan angin miliknya untuk menyerang pria tersebut, tetapi pria tersebut dapat menahannya dengan sebuah besi yang dia munculkan dari dalam tanah
"Dengan kekuatan kalian berdua tidak mungkin bisa melawan sihirku ini" Ucap pria tersebut dengan mengeluarkan besi dari genggaman tanganya untuk dijadikan sebagai senjata
__ADS_1
Besi dengan bentuk persegi panjang yang sangat besar sedang di pegang untuk melawan Leo dan Keri
"Leo cepat serang sisi yang lainya" Ucap Keri yang ternyata sudah berada di atas pria tersebut dan siap memanahnya dengan panah cahaya miliknya.
Keri pun melepaskan panahnya, tetapi pria tersebut dengan mudahnya menangkis anak panah dengan senjata besinya tersebut.
-Aku sudah menduganya sihir ku tidak mungkin mempan melawannya. Batin Keri
Leo yang sedang terbang menggunakan elangnya pun meloncat dari atas langit dan membentuk pusaran angin di tangannya berubah menjadi mata pisau yang sangat banyak untuk menyerang pria tersebut
Mata pisau angin milik Leo pun berpencar menuju seluruh sisi bagian dari tubuh pria tersebut sehingga dia tidak dapat menangkis semua serangan milik Leo
Tetapi pria tersebut membuat sebuah bola yang sangat besar untuk menyelimuti, tubuhnya dan menahan semua serangan milik Leo
"Mustahil kalau seperti ini kita akan kesulitan melawannya" Ucap Leo yang kebingungan untuk melawan musuhnya tersebut
"Rekan rekanmu tidak akan mampu menolongmu Jero, kalau kau menyerah sekarang aku akan sedikit mengampunimu" Ucap Yuri berjalan ke arah Jero yang sedang terkuak akibat jari jempolnya yang terlepas
"Masa bodo dengan perkataanmu" Ucap Jero yang kembali mengepal kedua tanganya, namun kali ini dengan kekuatan yang lebih besar sehingga menciptakan api yang lebih besar dan hentakan kuat hingga meretakkan tanah yang sedang Jero pijak
"Aku pasti akan membunuhmu disini" Ucap Jero yang kembali fokus dan menyerang Yuri dengan cepat, kecepatan Jero meningkat sehingga membuat Yuri tidak sempat meresponnya
"Ap-" Yuri tidak sempat berbicara karena Jero yang sangat cepat mengincar bagian perut Yuri, Serangan Jero tersebut sangat cepat seperti api yang tercipta oleh petir. Dia memukul perut Yuri dengan sangat kuat yang menyebabkan serangan tersebut seperti sebuah sinar laser berwarna merah
Darah keluar sangat banyak melalui mulut Yuri, pepohonan di belakangnya pun terbakar hangus dan tanah di sepanjang mereka terbakar
__ADS_1
Yuri pun kembali terlempar jauh ke belakang dengan sangat kuat membuat pohon yang masih berdiri di belakangnya ikut tumbang karena tubuh Yuri yang terlempar berhenti di pohon tersebut