
Hikaru kini sedang kebingungan dengan situasi yang sedang ia hadapi, melihat Ranku yang sangat kuat dibandingkan dirinya membuatnya kesulitan untuk menyerang Ranku.
Namun ditengah situasi seperi itu Byakko sektika memanggilnya
-Aku tidak menemanimu untuk menyerah Hikaru. Ucap Byakko yang berbicara melalui batin Hikaru
-Byakko? ya aku tahu itu tapi tetap saja kita membutuhkan suatu cara untuk melawannya kalau hanya bar bar dan langsung maju yang ada kita langsung mati. Ucap Hikaru yang berbicara dengan Byakko di dalam dirinya
-Kau hanya perlu yakin Hikaru, kekuatanmu saat ini sudah cukup untuk mengalahkan Ranku.
-Kalau kau memang berkata seperti itu baiklah, ayo kita kalahkan dia!!. Ucap Hikaru yang kembali menegakkan kepalanya dan kembali ke tempat dia saat ini.
Hikaru berdiri dengan tegak sangat gagah dan berani, dari belakangnya keluar kilatan berwarna biru bercampur motif putih yang sangat besar.
Dari dalam kilatan tersebut muncul Byakko yang akan membantu Hikaru, kini identitas Hikaru mengenai Byakko yang ada di dalam tubuhnya sudah diketahui oleh semua orang.
"Apa itu?" Tanya Jero yang sedang berada di istana kerajaan bersama putri Irisviel melihat kilatan besar muncul dari kota.
"Itu Hikaru aku yakin dia bisa menyelamatkan kerajaan ini" Ucap Tua putri Irisviel yang berada di samping Jero melihat kilatan tersebut
"Anak ini benar benar sudah kuduga dia menyembunyikan sesuatu" Ucap Komandan Nord Zepelion melihat Byakko muncul di belakang Hikaru
"Hikaru? aku harus segera membantunya" Ucap Reina yang melihat kilatan tersebut dan berlari menuju Hikaru.
"Reina itu terlalu berbahaya!! kau tidak lihat Golem besar itu?" Seru Zegel yang memperingatkan Reina untuk tetap disini sementara karena terlalu banyak pasukan musuh yang harus ditangani untuk melindungi para warga
"Aaaaaa!! tapi aku tidak bisa meninggalkan Hikaru begitu saja" Ucap Reina yang terus berlari mengabaikan ucapan Zegel.
Disaat sedang berlari banyak sekali orang berjubah hitam dengan kekuatan sihir yang sangat kuat menghalangi Reina, sehingga ia tidak bisa membantu Hikaru karena kalau dibiarkan para penduduk kerajaan yang berada di pengungsian tidak bisa selamat
Reina pun segera menggigit tanganya dan menciptakan Sabit besar dari darah yang ia keluarkan dan membabi buta melawan orang orang berjubah hitam tersebut
__ADS_1
disisi lain Zegel sedang melawan Pasukan berjubah hitam dari sisi lain bersama Vilkart dan beberapa Golem seukuran dua kali tubuh Manusi muncul akibat perbuatan Ranku.
"Hei bocah dengan pedang petir, kita tidak boleh lengah" Ucap Vilkart kepada Zegel
"Ya aku tahu itu"
-Aku harap Hikaru baik baik saja bersama Shiori. Batin Zegel, ia sangat khawatir terhadap Hikaru dan Shiori dengan ekspresi yang sangat cemas terlihat dari wajahnya. Yang hanya bisa mengkhawatirkan kedua temannya dari kejauahan
Byakko kini sudah berada di belakang Hikaru dan mereka berdua sudah bertekad untuk mengalahkan Ranku
"Akhirnya kau mengeluarkan monster itu dari dalam tubuhmu Hikaru, itulah yang kucari aku yakin tuan Zadora akan senang melihat ini" Ucap Ranku yang terlihat sangat bahagia, sambil kembali menyebutkan tentang Zadora
"Anak itu... sepertinya dia cukup kuat" Ucap seseorang yang berada di dalam robot yang masih bisa bergerak walaupun sudah terkena serangan Golem Ranku
"Hei kau yang disana namaku Levion aku akan membantumu sebisaku!!!!" Seru orang tersebut berteriak menyebutkan namanya dan akan membantu Hikaru sebisanya.
Hikaru pun menganggukkan kepalanya dan kembali memegang Dagger nya dengan sangat kuat untuk melawan Ranku
Tanpa basa basi Hikaru langsung melempar daggernya ke atas menuju ke arah Ranku yang sedang berada di atas kepala Golem tersebut
"Cih... kalau seperti ini akan sulit untuk menujunya yang berada di atas sana"
Hikaru pun terjatuh namun dia di selamatkan oleh Levion yang terbang dengan robotnya menjemput Hikaru.
"Kau tidak apa apa?" Tanya Levion kepada Hikaru.
"Ya aku baik baik saja"
"Pegangan yang erat" Ucap Levion karena dia harus terus menerus menghindari serangan serangan yang dikeluarkan oleh Ranku tanpa henti banyak sekali balok kayu yang lancip dan besar muncul dari tubuh Golem tersebut terbang menuju robot milik Levion.
Disaat robot milik Levion sudah cukup tinggi Hikaru pun bersiap untuk kembali melempar daggernya, Sementara Byakko berasa di bawah sedang berusaha menghindari serangan yang dikeluarkan oleh Ranku.
__ADS_1
Hikaru pun kembali melempar Dagger nya ke arah Ranku namun Ranku dengan mudah menghalau Dagger tersebut dengan balok kayu miliknya Hikaru yang sudah mengetahui hal itu akan terjadi pun menggerakkan Dagger nya yang sudah terlempar kembali ke arah Ranku.
"Apa? bahkan dia bisa menggerakkan daggernya walaupun tidak menyentuhnya" Ranku kebingungan melihat Dagger milik Hikaru terbang ke arahnya yang dikendalikan oleh Hikaru sendiri menggunakan tangannya dengan aliran listrik nya yang terhubung dengan Dagger tersebut.
Setelah berlatih cukup lama sebelum berangkat menuju desa Sururi dan bertemu Garuda, Hikaru sempat belajar beberapa teknik baru untuk bertarung terutama menggerakkan daggernya tanpa harus menyentuh nya, walaupun kini jarak jangkauan nya untuk menggerakkan Dagger nya masih belum cukup jauh.
namun ini sudah kemajuan yang sangat baik untuknya karena tidak ada yang instan di dunia ini walaupun Hikaru mendapatkan kekuatan Byakko tetap saja dia awalnya hanya manusia biasa yang harus berlatih untuk menjadi lebih kuat
"Akhh.....!!" Seru Ranku yang berteriak kesakitan karena Dagger milik Hikaru kini sudah menancap di tulang rusuk bagian kirinya
"Majulah sekarang Hikaru!!" Seru Levion
Hikaru pun meloncat dari robot tersebut, setelah Ranku berhasil mencabut Dagger milik Hikaru dari tulang rusuk kirinya
Hikaru langsung berpindah tempat menuju Dagger nya tersebut dan kini ia berada tepat di samping Ranku
-Sial aku lupa memikirkan hal ini. Batin Ranku
ia terkejut karena melihat Hikaru yang sudah muncul di sampingnya.
Disaat Hikaru bersiap untuk menyerangnya menggunakaan tangan kanannya dan Daggernya yang sudah dipenuhi oleh aliran listrik miliknya
Ranku dengan cepat membuat sebuah tumpukkan besi yang sangat kuat di bawah telapak kaki kanannya dan langsung menendang Hikaru hingga ia terlempar cukup Jauh.
-Sekarang Byakko. Hikaru berbicara dengan Byakko melalui batinnya.
Walaupun diri Hikaru terlempar jauh akibat tendangan Ranku namun Dagger Hikaru masih berada di sana dan kini tepat di atas kepala Ranku, karena Hikaru menggerakkan Dagger tersebut saat ia terlempar akibat tendangan Ranku.
Ranku belum menyadari hal itu hingga seketika Byakko dan Hikaru muncul tepat di atas kepalanya dengan sangat cepat.
Hikaru memegang Dagger dengan tangan kanannya yang penuh aliran listrik milik Byakko dan Byakko berada di samping kirinya dengan aliran Listrik yang sangat besar siap menyerang Ranku secara bersamaan.
__ADS_1
Ranku yang tidak sempat merespon serangan dadakan tersebut pun tidak bisa berbuat apa apa dan terkena serangan yang sangat kuat dari gabungan Hikaru dan Byakko sehingga dirinya terus melaju menembus tubuh golemnya sendiri hingga terhenti saat mencapai dasar tanah dan menciptakan lubang dan retakkan tanah di sekitar mereka akibat serangan kilat milik Hikaru dan Byakko yang sangat kuat.
Semua orang yang melihat hal tersebut hanya bisa terkejut memikirkan kekuatan Hikaru yang sebenarnya, tubuh Golem yang sangat keras dari campuran besi dan yang lainnya dapat dihancurkan dalam sekali serangan Milik Hikaru bersama Byakko dan membuat Ranku tidak berdaya