Destiny Will Change

Destiny Will Change
Rencana Byakko


__ADS_3

Setelah keadaan Hikaru membaik dan Hikaru pun mulai membantu para warga untuk membantu membangun desa


“Hikaru apa kita bisa berangkat melanjutkan perjalanan kita?” tanya shiori yang sedang duduk kepada Hikaru


“Ah-iya shiori baiklah” jawab Hikaru sambil cemas karena dia mengetahui bahwa bola Kristal yang dibawa shiori dapat mendatangkan para monster dan membahayakan mereka


Hari demi hari pun berlalu, sudah satu minggu Hikaru dan shiori berada di desa tersebut, mata Hikaru melihat ke arah langit dimana matahari bersinar terik tepat diatas kepalanya diapun merenungkan keadaan nya di dunia tersebut sambil memikirkan dunia asal nya


“aku harap ibu dan ayah baik baik saja” Hikaru menundukkan kepalanya dan kembali berjalan ke klinik tempat dia tinggal sementara di desa tersebut


“Hikaru kau ingin pergi?” tanya asuka yang berlari ke arah Hikaru yang sedang merapihkan barangnya


“iya, aku akan merapihkan barangku terlebih dahulu” tengok Hikaru kepada asuka


“Anu-emmm…….. aku-aku ingin ikut pergi bersamamu” suara asuka pelan dan bertele-tele sambil wajahnya memerah karena malu mengatakannya, wajah berubah menjadi sangat imut sehingga nafsu Hikaru meledak


-sial imutnya. batin Hikaru sambil memalingkan wajahnya dari asuka


“ta-tapi itu berbahaya aku tidak ingin membahayakan mu” jawab Hikaru sambil bertele-tele karena tidak kuat melihat keimutan Asuka


“aku sudah menduganya, baiklah” Asuka kecewa lalu menundukkan kepalanya


Dari pintu masuk klinik datang shiori membawa keranjang yang berisi apel untuk dibawa sebagai bekal diperjalanan menuju kota, Shiori melihat Asuka yang menangis di depan Hikaru . Pikiran Shiori berjalan ke arah yang tidak benar saat melihat Hikaru membuat Asuka menangis


“Hikaru? Kau sangat jantan ya” ucap shiori sambil melirik Hikaru dengan tatapan mencekam


“Ti-tidak ini tidak seperti yang kau pikirkan” Ucap Hikaru sambil mengangakat kedua tanganya seperti sedang ditodong senjata. Shiori berjalan menuju asuka dan memeluknya


“Tidak apa apa asuka Hikaru memang orangnya seperti itu” Asuka merasa lebih baik dan tenang setelah Shiori memeluknya dengan hangat


“Hei… sudah kubilang ini salah paham” ucap Hikaru sambil memanyunkan bibirnya


“Besok kita akan berangkat pagi Hikaru kau jangan sampai kesiangan” Shiori memperingati Hikaru dan membawa asuka keluar dari klinik bersamanya

__ADS_1


-Byakko apa yang harus kulakukan? Tanya Hikaru kepada byakko di dalam batinya


-sebaiknya kau beritahu Shiori secepatnya jawab byakko


-aku takut dia kecewa. ucap Hikaru sambil khawatir dan menundukkan kepalanya


-aku punya rencana bagus. ucap byakko, lalu siang pun berakhir dan saat tengah malam Hikaru keluar dari kamarnya dan merencanakan sesuatu


“serius kita akan melakukan ini?” tanya Hikaru pelan kepada byakko


-sekarang atau tidak. jawab byakko dari batin Hikaru


Hikaru pun memanjat dinding klinik menggunakan tali dan menuju ke lantai tiga, dengan tangan memegang tali dan kaki bertumpu pada dinding. Dia perlahan demi perlahan memantapkan langkahnya ke atas


“ini sungguh keterlaluan, dasar Hikaru” ucap Hikaru kepada dirinya sendiri sambil menjelekan dirinya sendri


-cepat bodoh. ucap byakko


Ngittt….. suara jendela terbuka kea rah samping lalu asuka melihat ke semua arah untuk mencari sumber suara tersebut tetapi dia tidak menemukan apa apa


“mungkin tupai? Atau monyet berbicara? Sudahlah tidak usah kupikirkan” Asuka kembali menutup jendela dan berjalan memasuki kamarnya


-Haha monyet. ucap byakko kepada Hikaru


“berisik diam kau ini semua karenamu” Hikaru ternyata bersembunyi di balik jendela yang tadi dibuka oleh asuka agar tidak terlihat, akhirnya setelah memanjat diam diam ke lantai tiga Hikaru pun akhirnya sampai. Diapun membuka jendela yang ada di lorong lantai tiga dan memasukinya


“baiklah dimana kamar shiori” Hikaru melihat ke arah sekeliling sambil mencari kamar Shiori untuk mencuri bola Kristal nya. Diapun meminta bantuan byakko untuk mencari kamar shiori


-mungkin disana. ucap byakko yang hanya menebak nebak saja


“kalau salah kau harus bertanggung jawab” Hikaru membuka pintu tersebut secara perlahan dan dia melhat shiori yang sedang tertidur dengan baju tidurnya,


pandangan Hikaru teralihkan menuju wajah shiori yang tertidur pulas dengan raut wajah yang cantik ditambah dengan telinga kucing nya yang imut membuat otak Hikaru berantakan Muka Hikaru memerah dan diapun tersenyum senyum sendiri

__ADS_1


“ini Pertama kalinya aku masuk ke kamar perempuan ditambah melihat dia yang sedang tertidur”


-Hoi bocah sadar, lupakan drama romantis mu untuk nanti sekarang tujuan kita ke sini bukan untuk itu. Teriak byakko dari batin Hikaru untuk menyadarkannya, Hikaru pun menggelengkan kepalanya dan memukulnya


“sadar Hikaru sadar, baiklah dimana bola Kristal itu” Hikaru kembali berjalan pendek dengan langkah kaki yang pelan agar tidak mengeluarkan suara, Hikaru membuka laci lemari di kamar Shiori satu persatu. Dan akhirnya diapun menemukan bola kristal tersebut sendang bersinar terang


“Ini dia akhirnya ketemu” Ucap Hikaru sambil mengangkat bola tersebut dan melihat dari dekat.


“Hikaru? Apa yang kau lakukan disini?” Shiori terbangun dari tidurnya dan langsung melihat ke arah Hikaru, Shiori memasang muka kecewa saat melihat Hikaru yang memegang bola Kristal nya


“Shiori ini tidak seperti yang kau pikirkan aku tidak ingin mencuri bola ini” ucap Hikaru sambil berjalan mundur dan melambaikan tanganya kepada Shiori


“aku kecewa padamu Hikaru, aku sudah percaya padamu tetapi kau berbuat seperti ini kepadaku” Suara shiori berubah menjadi sangat pelan dan dingin dia menundukkan kepalanya sambil memikirkan rasa kecewa terhadap Hikaru


“bukan shiori aku bisa jelaskan" Pembicaraan Hikaru terpotong karena dia mendengar suara langkah kaki yang banyak dari arah luar desa, Hikaru pun terkejut lalu mengintip dar jendela apa yang sedang terjadi di luar.


Dia melihat sekumpulan kelelawar yang sangat banyak seperti badai yang akan menyerang desa karena mengincar mana yang ada di dalam bola Kristal milik shiori


“oh tidak, ini bahaya bahaya” Ucap Hikaru sambil kembali menutup Hordeng jendela


“apa ada apa?” Tanya shiori kepada Hikaru


“Shiori kau harus pergi dari sini kau harus bantu para warga pergi dari sini cepat, nanti setelah ini akan kujelaskan semuanya” Shiori pun berlari keluar dan melupakan bola Kristal nya, dia masih sangat kesal dan kecewa terhadap Hikaru


-apakah kau yakin ini akan berhasil? tanya Hikaru kepada byakko dalam batinya


-hanya ini satu satunya jalan. jawab byakko


“sekarang atau tidak” Hikaru memasukan tanganya secara perlahan ke dalam bola Kristal tersebut dan menyerap energi mana yang ada di dalamnya


“Arghhhh….” Cahaya biru keluar dari bola tersebut dan terus mengalir ke tubuh Hikaru melalui tanganya.


“Byakko!!!” Teriak Hikaru menyebut Byakko yang sudah ada dibelakangnya dan siap untuk bertarung

__ADS_1


__ADS_2