Destiny Will Change

Destiny Will Change
Mengambil Misi


__ADS_3

shiori, Zegel, dan Hikaru dihadapkan dengan situasi krisis keuangan yang membuat perjalanan mereka tertunda


"Uang kita tidak mungkin cukup, bahkan untuk 1 hari pun kurang" Ucap Shiori dengan dingin seperti biasanya


"lalu kita harus bagaimana sekarang?" Tanya zegel yang sedang kebingungan


Hikaru terus memikirkan jalan keluar dan diapun terpikirkan suatu ide


"Bagaimana kalau kita mengambil quest di cafe lewich" Hikaru memberikan saran kepada Zegel dan Shiori untuk mendapatkan uang agar bisa memulai perjalanan mereka


"Tapi kan hanya para petualang saja yang bisa mengambil quest tersebut" Ucap shiori


"Tenang saja, aku sudah mendaftar menjadi petualang di wilayah kerajaan zivilia ini. jadi aku akan mengambil quest dan kita akan menyelesaikan quest itu bersama sama, lalu uangnya tentu saya kita pakai bersama" Hikaru memberikan penjelasan tentang jalan keluar agar mereka mendapatkan uang


"ide yang bagus, baiklah kita harus istirahat malam ini" Mata shiori sudah mulai tertutup perlahan, dengan raut wajah yang sangat mengantuk


Shiori pun pergi dari Hikaru dan Zegel menuju ke bagian belakang ruangan zegel yang dimana di sana terdapat satu kasur milik zegel. Shiori tidur di sana, sementara zegel dan Hikaru


"kau tidak punya karpet, terpal atau semacamnya?" Tanya Hikaru yang menekuk kedinginan yang lagi lagi tidur di lantai


"tidak ada, soalnya aku biasanya tidur di kasur belakang" Jawab zegel yang ikut tidur di atas lantai bersama Hikaru


perjalanan mereka untuk hari itu pun berakhir, dan beristirahat di toko zegel.


Malam hari pun berakhir, cahaya bulan sudah tergantikan dengan sinar matahari. Sinar matahari masuk melalui jendela depan toko Zegel dan membangunkan Hikaru

__ADS_1


"Eghhh..." Hikaru pun bangun dan meregangkan kedua tanganya untuk membangunkan Shiori


Diapun berjalan ke ruangan belakang, tetapi shiori sudah tidak ada disana


"Dimana shiori?" Hikaru bertanya tanya sambil terus mencari dimana Shiori


Hikaru pun keluar dari toko lalu mengelilingi kota untuk mencari Shiori, disaat dia sedang mencari. Hikaru pun terhenti di sebuah pedagang roti yang berada di pinggir jalan dengan memasang sebuah tenda. Di sana ada shiori yang memakai jubah nya dengan penutup kepala agar identitas nya tidak di ketahui oleh orang lain


"Terima kasih, datang lagi ya" Ucap pria penjual roti tersebut setelah shiori membeli rotinya dan pergi


"Shiori..... kau habis dari mana saja. Aku khawatir kukira kau akan menghilang lagi" Ucap Hikaru yang khawatir sambil berlari menghampiri Shiori


-Dia khawatir kepadaku?. batin Shiori


"Aku beli roti untuk sarapan... Mau?" Shiori menjulurkan tanganya yang memegang kantong plastik berisi roti ke arah Hikaru


Mereka berdua pun berjalan dan berhenti di sebuah toko baju yang belum buka dan duduk di tangga pintu masuk


Shiori dan Hikaru duduk berdekatan sambil memakan roti yang baru saja Shiori beli, di situasi seperti itu Shiori bertanya tentang hal yang terus berada di kepalanya


"Hikaru... apa benar kau berpacaran dengan Asuka?" Tanya Shiori dengan malu sambil menundukkan kepalanya, Tetapi masih dengan ekspresi yang dingin


"Hah?.... siapa yang bilang? tidak aku tidak berpacaran dengan siapapun. Dan lagi pula kenapa kau bertanya?" Hikaru menanya balik kepada Shiori yang membuat shiori terdiam malu dan tidak tahu harus menjawab apa


"itu... a-aku hanya penasaran saja, Zegel yang memberi tahuku jadi aku hanya ingin memastikan saja. karena aku tidak ingin saat kita pergi nanti ada orang yang menangis merindukan kekasih nya yang jauh. merepotkan saja" Jawab Shiori yang kebingungan dengan kedua pipi yang memerah sambil terus mencari alasan dan memalingkan pandangannya dari Hikaru. Tetapi shiori tetap memasang ekspresi wajah yang dingin dan berpura pura tenang di depan Hikaru

__ADS_1


-Syukurlah mereka tidak berpacaran


"Baiklah tidak perlu berlama lama disini, aku akan ke cafe lewich dan segera mencari quest" Hikaru pun berdiri setelah menghabiskan rotinya dan bersiap untuk mengambil misi


"Aku ikut" Ucap shiori yang ikut berdiri dan berjalan di belakang Hikaru


"Yasudah, Kau tetap pakai jubahmu jangan sampai terbuka" Hikaru menaruh tangan kanannya di atas kepala shiori


Mereka berdua pun berjalan menuju ke Cafe Lewich, Sementara di toko zegel terdapat zegel yang baru saja terbangun dari tidurnya


"Hikaru... kenapa kau tidak membangunkan ku, Eh?.... dimana semuanya" Zegel berdiri dan membuka matanya yang masih mengantuk. tetapi dia tidak melihat Shiori dan Hikaru karena mereka berdua sudah pergi duluan


Di depan pintu cafe lewich sudah ada Hikaru dan Shiori yang berdiri disana, mereka pun masuk ke dalam tempat tersebut dan langsung menuju ke papan tempat dimana semua kertas Quest dengan berbagai tingkatan Dari kelas A sampai kelas D. Karena di dunia ini kelas D itu yang paling kuat, jadi Hikaru hanya bisa mengambil quest kelas A karena dia belum naik peringkat sama sekali


"Kali ini sepertinya Misi untuk kelas A lebih banyak. Bagaimana kalau ini.... Membantu para petani menanam padi" Ucap Hikaru yang menemukan sebuah misi yang lagi lagi aneh


"Tidak. aku tidak setuju, lagi pula itu hadiahnya terlalu kecil kita hanya membuang buang waktu saja jadinya" Shiori membantah perkataan Hikaru dan membantunya mencari misi yang lain


"Bagaimana kalau ini, Mengirim makanan dari restoran Huge ke kota Zalka untuk keluarga bangsawan... upah 3 Tin. Misi ini boleh dilakukan oleh semua kelas petualang. ini sepertinya cukup bagus upahnya juga besar, dan aku akan bertemu kenalanku di kota Zalka supaya kita bisa mendapatkan informasi lebih banyak dari dia" Shiori menyarankan sebuah misi yang mudah tetapi sangat bermanfaat untuk mereka


-3 Tin itu berarti 3 juta, hanya mengantar makanan bisa mendapat tiga juta. mungkin masuk akal karena jarak kotanya jauh dan ini juga untuk para bangsawan, dan yang paling penting informasi oleh kenalan Shiori aku harus lebih mengetahui lebih lagi tentang dunia ini. Sebaiknya aku menceritakan tujuan ku ke dunia ini kepada shiori dan apa yang terjadi olehku saat aku mengambil bola kristal nya. Hikaru terus berbicara di dalam batinya untuk memikirkan apa tindakan yang sebaiknya dia lakukan


"Ya kita akan ambil ini" Hikaru pun mengambil kertas Quest tersebut lalu menaruhnya di kantung jaketnya


Mereka berdua segera meninggalkan papan quest tersebut dan langsung menuju pintu keluar, tetapi saat sedang berjalan mereka berdua dihadang oleh orang berbadan besar yang tingginya setengah lebih tinggi dari Hikaru

__ADS_1


"Hey lihat ini, wah wah... ada bocah berkacamata kemarin yang sok sok an jadi petualang. kemana kacamatamu hilang jatuh aduduh kasihan tidak bisa melihat ya. Dan sekarang malah bawa cewe kesini besar juga nyali mu dasar culun" Orang tersebut terus mengolok-olok Hikaru dengan badanya yang besar dan menggunakan perlengkapan seperti pedang dan baju Zirah yang kuat


__ADS_2