Destiny Will Change

Destiny Will Change
Penjelasan


__ADS_3

Hikaru pun merubah nada bicara dan ekspresi wajahnya menjadi cukup serius dan mulai berbicara dengan Reina


"Aku mohon maaf sebelumnya atas tindakan egois ku ini, tapi banyak informasi yang harus ku ketahui sebelum aku membebaskanmu"


"Kenapa kau mau membebaskanku? kenapa kau menyelamatkanku? padahal aku hampir membunuhmu dan perempuan telinga kucing itu" Tanya Reina kepada Hikaru yang terlihat cukup kesal karena Hikaru menyelamatkan nya tanpa alasan yang jelas dan mulai berprasangka buruk kepada Hikaru.


"Eh? bukanya aku yang tadinya mau bertanya? .... yasudahlah aku jawab dulu pertanyaanmu. Aku menyelamatkanmu bukan tanpa alasan, tetapi aku tahu bahwa kau sebenarnya mengincarku dan bukan tuan putri. Dan yang lebih penting aku tahu bahwa kau sebenarnya tidak mau melakukan ini semua kan"


Hikaru menjawab pertanyaan Reina lebih dulu, jawaban Hikaru itu membuat Reina menjadi sedikit lebih tenang dan mau berbicara dengannya.


"Baiklah Reina, aku akan langsung menanyakan beberapa pertanyaan. yang pertama kenapa kau mengincarku? dan siapa yang menyuruhmu?"


"Aku tidak ingat apa apa tentang orang yang menyuruhku, aku hanya ingat bahwa diriku terbangun di tengah hutan dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan. Dan pikiranku hanya terlintas wajahmu dan kata kata (cari dan bunuh Hikaru bersama monster di dalam tubuhnya) karena aku tidak mempunyai tujuan hidup akupun terus mencarimu hingga sampai di kota Zalka serta menyamar menjadi ksatria kerajaan disana"


-Hikaru, sepertinya perempuan ini tidak berbohong dan orang yang menyuruhnya pasti adalah musuh utamamu. Ucap byakko melalui batin Hikaru


"Lalu darimana kau mendapatkan kekuatan seperti itu?"


"Aku tadinya hanyalah manusia normal yang hidup di sebuah desa kecil bersama kedua orang tuaku, namun suatu hari desaku di serang oleh Regenerador sebuah monster dengan bentuk seperti naga namun tidak memiliki sayap. Monster tersebut mampu meregenerasi tubuhnya dan mengendalikan darah nya untuk diubah menjadi apapun"


"Seluruh penduduk di desaku pun terbunuh termasuk kedua orang tuaku, tetapi di tengah desa yang sudah hancur dan terbakar itu aku masih hidup dan menangis dengan sangat kencang"


"seorang petualang kelas D yang berada di sekitar sana pun datang untuk mengalahkan Regenerador, para petualang pun mampu membuat Regenerador terpojok setelah menyerang Regenerador berkali kali hingga darahnya hampir habis. Namun saat Regenerador menyadari diriku yang masih hidup di dalam desa tersebut monster itu mendekatiku dan menatapku hingga menciptakan cahaya putih yang sangat terang menyinari diriku dan Regenerador"


"disaat cahaya itu menghilang Regenerador sudah tidak ada, namun tubuhku menjadi sangat kacau aku haus akan darah dan kelaparan. Hasrat dari dalam tubuhku benar benar berbeda saat petualang kelas D tersebut menghampiri diriku, Aku malah membunuhnya. Tanpa disadari aku membuat sebuah pisau dari darah akibat luka di tangan kananku lalu menusuk nya dengan cepat ke arah mata petualang tersebut. Lalu akupun memakannya hidup hidup"


"Ternyata saat itu mahluk Regenerador sudah masuk ke dalam tubuhku dan menyatu dengan diriku, semenjak itu aku hidup bagaikan monster tidak punya tempat tinggal dan melakukan apapun demi makanan. Hingga suatu saat aku bertemu orang yang sangat kuat dan dikalahkan dengan sangat mudah, Wajah dan suara nya tidak bisa kuingat setelah aku dikalahkan olehnya aku pun terbangun di tengah hutan dan di pikiranku hanya ada perintah untuk membunuhmu, tetapi setelah aku kalah bertarung denganmu Hikaru di dalam pikiranku sudah tidak terdengar perintah itu lagi"

__ADS_1


Reina menjelaskan tentang dirinya dengan sangat panjang kepada Hikaru


-Sepertinya ingatan Reina tentang wajah dan suara orang tersebut telah dihapus sebelum dia sadarkan diri di tengah hutan. Ucap byakko


"Maaf Reina, karena telah membuatmu menceritakan masa lalumu"


"Tidak apa-apa"


"Tetapi kenapa disini banyak sekali monster dan manusia yang mempunyai kekuatan sihir ya?"


"Hah? kau bodoh atau apa masa tidak tahu"


-Sial aku keceplosan.


"Eh itu soalnya aku bukan berasal dari sini, di tempat asalku tidak ada yang namanya monster atau mahluk sihir seperti disini. bahkan manusia pun tidak mempunyai kekuatan sihir"


"Disinipun manusia dulunya tidak mempunyai kekuatan apapun. pada dahulu kala manusia dan para monster hidup berdampingan. Mereka hidup dengan saling membantu, para manusia pun mendapatkan kekuatan dari para monster tersebut. contohnya element api berasal dari Phoenix, atau element tanah dari Golem. Tetapi lama kelamaan karena sifat manusia yang serakah mereka pun membunuh satu persatu para monster agar dapat menguasai dunia sendiri, walaupun banyak juga manusia yang tetap berusaha melindungi para monster"


"kita tidak tahu kapan para monster akan kembali ke bumi dan membalaskan dendam mereka atau mungkin para monster sudah memaafkan manusia, karena kejadian tersebut sudah terjadi seribu tahun yang lalu"


-Monster yang dibilang Oleh Reina itu seperti cerberus, Golem, dan yang lainya Monster ini adalah para mahluk mitologi yang kupelajari di buku yang kubaca di perpustakaan. Lalu Phoenix, aku masih ingat saat Shiori mengeluarkan Phoenix di serangan terakhirnya saat melawan Reina, apakah Phoenix sekarang berada di dalam tubuh Shiori dan tidak kembali ke langit. Batin Hikaru


"Memangnya darimana kau berasal Hikaru?" Tanya Reina yang berdiri dan mendekatkan wajahnya ke dinding sel sambil menatap Hikaru


"Rahasia, mana mungkin aku memberikan informasi ku kepada orang lain"


"ya baiklah dasar padahal aku sudah bicara panjang lebar tapi kau bahkan tidak mau menjawab pertanyaanku" Ucap Reina dengan ekspresi cemberut membuat Hikaru terkejut karena Reina berubah seratus delapan puluh derajat.

__ADS_1


-Dia terlihat berbeda seperti menjadi diri yang lain, apakah dia mempunyai dua kepribadian yang berbeda?


"Jangan terkejut begitu bagaimanapun juga Aku tetap manusia normal dan wanita yang cantik, sifatku suka berubah menjadi sedikit seram karena terbawa emosi saja, apalagi kalau sudah membunuh seseorang rasanya sangat nikmat" Ucap Reina yang semakin membuat Hikaru bingung dan ketakutan


-Normal darimananya woi!!!. Batin Hikaru


"Tapi kalau kau memang mau menyelamatkan ku dan bertualang bersamamu aku akan berjanji untuk tidak membunuh manusia apalagi sampai memakannya, karena aku juga bisa memakan makanan manusia. asalkan itu daging hewan yang segar atau apapun itu yang penting gratis"


Reina terus terusan membicarakan tentang dirinya sambil menjelaskan hal yang tidak penting, dia benar benar menjadi berbeda dibandingkan Reina yang Hikaru dan Shiori lawan saat itu.


-Inikah diri Reina yang sebenarnya? Batin Hikaru, ia cemas memikirkan apa yang harus dilakukannya saat membawa Reina bertualang bersamanya karena menurutnya bakal merepotkan.


"Ya baiklah, doakan saja aku bisa menang besok" Ucap Hikaru yang membalikkan badanya untuk segera meninggalkan Reina.


"Tunggu sebentar Hikaru, mendekatlah kemari dan miringkan badanmu ke arah kanan"


"Seperti in- adudududuh sakit sakit, apa ini!!!!!!" Hikaru berteriak kesakitan karena merasakan bahwa tulang rusuk yang terluka seperti digigit.


Hikaru pun menunduk ke kebawah dan melihat Reina sedang menggigit tulang rusuknya yang sedang terluka


"kau mau melakukan apa!!!!"


"Tewnag saja aku aan menyenbujkan yukamu" ucap Reina yang tidak jelas karena berbicara sambil terus menggigit bagian tulang rusuk Hikaru.


Setelah beberapa detik Reina pun melepas gigitannya dan Hikaru merasa bahwa tulang rusuknya sudah tidak sakit lagi.


"Bagaimana bisa kau menyembuhkannya?"

__ADS_1


"Aku dapat mengendalikan darah seseorang melalui gigitan, jadi aku mengendalikan darahmu agar mempercepat proses penyembuhan lukanya. maafkan aku karena telah melukaimu Hikaru" Ucap Reina yang meminta maaf sambil tersenyum kepada Hikaru


"Tolong selamatkan aku Hikaru" ucapan Reina dengan ekspresi wajah yang sangat memohon dan putus asa tersebut membuat Hikaru tidak memiliki alasan untuk membiarkan Reina terkena hukuman mati.


__ADS_2