
Hikaru pun menceritakan kejadiannya dari awal dan menjelaskan tentang bumi yang Hikaru tempati kepada Shiori.
"Jadi seperti itulah ceritanya, sampai sekarang pun aku belum mengetahui siapa pria berjubah putih yang menyuruhku untuk mencari seseorang yang bahkan ia tidak sebutkan ciri cirinya" Ucap Hikaru kepada Shiori setelah menjelaskan ceritanya yang cukup panjang
"Jadi dialah yang membawa byakko ke dalam tubuhmu bersama dirimu sampai sekarang?"
"Ya itu benar, tapi aku belum sepenuhnya bisa mengendalikan kekuatan Byakko. Begitupun Byakko belum sepenuhnya bisa menyatu dengan tubuhku dan mengeluarkan kekuatannya secara maksimal"
"Tetapi memang, bumi yang kau bilang itu sangat sulit di percaya bagiku. kau bilang banyak gedung gedung tinggi yang bahkan hampir menyentuh awan di sekitarnya dan kau juga bilang ada kendaraan beroda dua dan roda empat yang berjalan sepuluh kali lipat dari kuda berlari" Ucap Shiori yang memikirkan hal hal yang mustahil terjadi di dunianya saat ini, berada di dunia yang Hikaru ceritakan
"Suatu saat apabila kamu dapat pergi ke duniaku aku akan memberitahumu segala hal yang tidak mungkin ada di dunia ini" Ucap Hikaru yang tersenyum dan berjanji kepada Shiori
"Baiklah, aku akan menunggu" Ucap Shiori yang sedikit tersenyum melihat Hikaru.
Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut karena Hikaru merasa dirinya sudah lebih baik dan ingin berjalan jalan di kota sambil mencari Zegel yang sedang berjualan senjata dan baju armor
"Kau yakin bisa berjalan? kita tidak tahu Zegel ada dimana" Ucap Shiori yang sedikit mengkhawatirkan Hikaru
"Tenang saja, lihat aku bisa berlari" Ucap Hikaru sambil berlari mendahului Shiori
"Jangan berlari kau masih belum sehat sepenuhnya" Shiori pun mengejar Hikaru yang sedang berlari di tengah kota Zalka yang ramai.
Shiori dan Hikaru berjalan jalan di tengah kota Zalka yang ramai sambil terus mencari Zegel yang entah dimana.
Di perjalanan Shiori dan Hikaru terus melihat para pedagang yang ada di pinggir jalan menggunakan tenda sedang berjualan.
Sampai Di tengah perjalanan Shiori terus melihat sebuah toko baju yang berada di sebuah ruko di pinggir jalan, saat ini Shiori sedang tidak memakai jubahnya dan tidak menutup kepalanya karena di kota Zalka ini semua ras hidup berdampingan.
Hikaru pun menyadari hal tersebut melihat Shiori yang terus terusan menatap toko baju tersebut.
"Shiori? kau ingin kesana?" Tanya Hikaru melihat shiori yang terus menatapi toko baju tersebut
"Ah? tidak tidak ayo kita lanjut mencari Zegel saja" Ucap shiori yang terkejut menyadari Hikaru memanggilnya
__ADS_1
"Baiklah aku ingin kesana" Ucap Hikaru yang berjalan menuju toko tersebut meninggalkan Shiori
"Hei! kita seharusnya mencari Zegel bukanya ke toko baju tersebut" Ucap Shiori yang berlari mengejar Hikaru dan ikut masuk ke dalam toko baju tersebut
Mereka berdua pun akhirnya masuk ke dalam toko baju tersebut dan melihat lihat pakaian yang ada di dalamnya
"Wah pakaian disini benar benar bagus, tidak hanya untuk bergaya tapi ada juga pakaian untuk berpetualang" Ucap Hikaru
Shiori melihat lihat jaket yang berada di tempat tersebut dan dirinya terhenti kita melihat sebuah syal berwarna merah yang ada di hadapannya
Setelah melihat lihat cukup lama Hikaru pun akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah coach berwarna biru tua atau jaket dengan model seperti jubah yang terdapat kerah di bagian lehernya
Jubah tersebut terbuat dari bahan yang anti api sehingga memudahkan Hikaru dalam mengeluarkan elemen petir nya agar jubah yang ia pakai tidak mudah terbakar
"Aku akan membeli ini Shiori..."
Hikaru melihat Shiori yang sedang menatapi sebuah syal berwarna merah yang ada di depannya
"Kau ingin membeli itu?"
"Sudahlah kau tidak bisa membohongiku, aku akan membelikannya untukmu"
Hikaru pun akhirnya mengambil syal merah tersebut dan akan segera membayarnya
"Apa yang kau lakukan sudah kubilang tidak perlu"
"Tidak apa apa aku akan membelikannya untukmu"
Hikaru pun akhirnya membeli coach berwarna biru muda dan langsung memakainya, sedangkan Shiori dibelikan sebuah syal berwarna merah yang tadi dan langsung ia kenakan di lehernya
"Kau terlihat cocok dengan syal itu" Ucap Hikaru yang memuji saat melihat Shiori memakai syal nya
"Te-terima kasih.." Ucap Shiori yang sangat malu malu dan memalingkan pandangannya dari Hikaru karena wajahnya yang berubah menjadi warna merah akibat perkataan Hikaru
__ADS_1
Mereka berdua pun kembali berjalan mencari dimana Zegel berada, setelah berjalan cukup lama mereka pun akhirnya menemukan Zegel yang sedang berjualan senjata dan baju armor di sebuah tenda
"Zegel!!" Teriak Hikaru yang memanggilnya sambil berlari menuju arahnya.
"Hikaru? kau sudah baikan? apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Zegel
"Aku sedang mencarimu dan ingin membicarakan kemana kita akan pergi selanjutnya"
"Nanti kita bicarakan bersama yang lain saja, lagipula Reina sudah ikut bersama kita. Shiori sejak kapan kau memakai syal tersebut?" Tanya Zegel yang melirik ke arah Shiori yang berada di belakang Hikaru
"Tidak usah banyak tanya" Ucap Shiori dengan dingin
-Hiiii perempuan ini terlalu seram. Batin Zegel
"Zegel, aku mempunyai satu permintaan untukmu" Ucap Hikaru
"Apa itu, bilang saja kepadaku aku akan melakukannya selagi bisa"
"Aku ingin kau membuatkan sebuah sarung tangan warna hitam untukku, karena disaat aku memegang pisau dagger untuk bertarung. tanganku terlalu sakit untuk menggenggamnya terlalu lama"
"Tenang saja aku akan membuatkanya untukmu, tapi tidak sekarang karena aku masih banyak pelanggan. akan kukerjakan nanti malam atau besok pagi oke" Ucap Zegel sambil mengangkat jari jempolnya ke depan muka Hikaru
"Oke" Ucap Hikaru yang menunjukkan jari jempolnya juga ke arah Zegel
Hikaru pun melihat lihat sebentar barang barang yang ada di dalam toko Zegel, sementara itu Zegel menghampiri Shiori yang dari tadi terus terdiam di belakang Hikaru
"Shiori... kau sedang berkencan dengan Hikaru?" Tanya Zegel dengan pertanyaan yang tidak Shiori mengerti
"Apa maksudmu? apa itu kencan?" Tanya Shiori dengan polosnya kepada Zegel
"Kau itu terlalu polos atau bagaimana sih, kencan itu adalah hubungan romantis dimana dua orang berjalan bersama untuk saling menilai kesesuaian antara pasangan" Ucap Zegel dengan pelan yang berbisik di telinga Shiori
Plup.. shiori terkejut telinga dan wajahnya memerah dengan apa yang dikatan oleh Zegel
__ADS_1
"Ka-kau bilang apa, lagipula siapa yang menyukai dia" Ucap Shiori dengan malu malu
"Pokoknya aku selalu mendukung yang terbaik, jangan salah langkah Shiori" Ucap Zegel yang membuat wajah Shiori semakin memerah akibat perkataanya