
di tengah hutan pada sore hari menjelang langit gelap, Hikaru sedang berada di atas langit dan dihadapkan dengan situasi yang sangat tidak baik
"Jangan menghalangi jalanku monster aneh" Hikaru melempar pisaunya ke arah kepala monster yang menyerupai burung elang tersebut
Hikaru pun berpindah tempat ke atas kepalanya dan menendang burung itu kebawah dengan kakinya yang sangat kuat
burung itu pun terjatuh, tetapi dia mengenakan kedua sayap nya dan menghasilkan angin yang besar sehingga membuat Hikaru terlempar dan jatuh
Terjatuh ke bawah dengan membentur banyak pohon tubuh Hikaru penuh luka
"Aghh.... ini menyakitkan" Hikaru pun berusaha bangkit dari posisi nya yang terjatuh, tetapi saat dia setengah berdiri untuk bangun monster elang tersebut langsung menyerang Hikaru dari depan dan membawa nya terbang ke atas langit
Hikaru terlempar ke atas langit saat burung tersebut mendorongnya, lalu saat elang tersebut terbang untuk menyerang Hikaru. Hikaru dengan cepatnya memegang pisau miliknya dan langsung menyerang mata monster elang tersebut.
Huakkkk...suara monster elang tersebut berteriak dan mencengkeram Hikaru dengan kakinya, tetapi Hikaru sudah menyiapkan rencana dari awal. dia sudah melempar pisaunya duluan ke atas badan monster tersebut lalu diapun berpindah tempat dan kembali melempar pisaunya hingga menembus tubuh monster elang tersebut hingga berlubang
Diapun terjatuh ke bawah bersama monster elang tersebut, tetapi Hikaru lagi lagi di tangkap oleh shiori.
"terima kasih Shiori"
"Iya" Shiori menjawab nya dengan dingin
monster elang tersebut pun mati setelah Hikaru menusuknya dan terjatuh ke bawah dalam keadaan mata yang tertusuk dan tubuh yang berlubang
"Padahal belum malam tapi sudah muncul monster sekuat ini" Ucap Shiori yang menghampiri monster elang tersebut dan melihatnya
"Hikaru kau tidak apa apa?" Tanya zegel yang datang menghampiri Hikaru sambil membawa kereta kudanya
"mungkin sedikit terluka saat terjatuh dari atas tadi, tapi tidak apa apa"
Mereka bertiga pun kembali melanjutkan perjalanan dan meninggalkan monster tersebut
__ADS_1
malam hari pun tiba mereka masih berada di dalam hutan dan belum keluar dari sana. jadi mereka bertiga memutuskan untuk bermalam di hutan dan menghentikan perjalanan
"Bukankah terlalu berbahaya kalau kita bermalam di hutan zegel?" Tanya Hikaru yang khawatir
"Tidak apa apa ini adalah yang terbaik karena kalau kita melanjutkan perjalanan malah lebih berbahaya dengan pengelihatan kita yang sulit saat gelap dan tenaga kita yang sudah hampir habis"
mereka pun menghentikan kereta kudanya, kedua kuda yang membawa keretanya pun tertidur
"Hei nyalakan api dengan kayu bakar ini Hikaru" Ucap segel yang membawa banyak kayu bakar dan melemparnya ke depan Hikaru
"Ya baiklah" Hikaru berusaha dan mencoba membuat api Dengan menggesekkan kedua kayu bakar tetapi tidak bisa
"sini biar kulakukan dasar payah" Shiori mengambil kayu bakar tersebut dan dengan sekali percobaan dia langsung berhasil membuat api
"wah kau hebat telinga kucing" Ucap segel yang kagum dengan kemampuan Shiori
"berhenti memanggilku telinga kucing dasar cowok bodoh" Ucap Shiori dengan kesal kepada zegel, tetapi tetap berekspresi dengan dingin
"sebentar, aku ingin mengecek barang ku di dalam" Shiori pergi ke dalam kereta kuda untuk mengecek barangnya tetapi dia tidak keluar keluar
"lama sekali cewe ini" Ucap zegel yang sudah lelah menunggu dan melihat ke dalam kereta kuda tersebut
"di-dia tidur, sialan curang sekali"
"baiklah segel sepertinya hanya tinggal kita berdua, siapa yang akan jaga duluan"
"Baiklah aku saja, kau cepat tidur supaya cepat berganti denganku" Zegel pun menyerah, dan dia yang berjaga selagi Hikaru dan Shiori tertidur pulas
Hoookkkk..... suara dengkuran Hikaru yang tertidur pulas karena kelelahan
"Aku juga mengantuk... Hoamm" Zegel menguap mengantuk, karena dia sudah berjaga selama tiga jam setelah Hikaru tidur
__ADS_1
"Hei Hikaru bangun gantian kau yang berjaga sekarang" Zegel memukul pelan wajah Hikaru dengan tangannya
"Huaaa.... memangnya sudah jam berapa ini?" Tanya Hikaru yang sudah membuka sedikit kelopak matanya yang mengantuk
"aku tidak tahu, tapi ini sudah tiga jam semenjak kau tertidur" Zegel pun tanpa bicara lagi langsung menjatuhkan badannya ke batang pohon yang tadinya Hikaru tiduri
Waktu terus berjalan tetapi Ini hanya baru satu jam setelah Hikaru bertukar dengan zegel
"masih dua jam lagi sebelum aku mendapatkan waktu tidur ku kembali" Hikaru duduk di atas tanah dan berada di depan perapian yang tadi Shiori buat sambil menahan rasa mengantuk nya
Diapun membuka tasnya dan mengambil makanan ringan yang ia miliki, saat sedang memakan makanannya. Hikaru melihat sebuah cahaya yang berjalan dari arah sumber cahaya tersebut.
Hikaru pun memberanikan diri dengan mengintip melalui semak semak dan dia melihat ada kereta kuda yang sangat mewah seperti milik bangsawan yang dikawal oleh lebih dari sepuluh pengawal yang berjalan di sekitar kereta kuda tersebut
"Putri Irisviel, Apa sebaiknya kita hentikan perjalan kita? karena ini sudah sangat malam" Ucap pelayan kerajaan tersebut yang sedang mengendarai kuda bertanya kepada tuan putri
"baiklah, sebaiknya kita istirahat terlebih dahulu. aku ingin keluar sebentar di dalam terlalu sesak" Ucap putri tersebut
Salah satu pengawal pun membukakan pintu kereta kuda tersebut dan menuntun tuan putri Irisviel keluar. Dengan rambut berwarna biru yang panjang sampai menyentuh bagian punggung, Muka yang sangat imut dan polosnya mengenakan pakaian yang menyerupai gaun kerajaan
"sebaiknya putri Irisviel tetap di dalam karena di luar hutan seperti ini sangat berbahaya" Ucap salah satu pengawal perempuan
"Tenang saja aku tidak akan kenapa-kenapa, lagi pula tidak mungkin kerajaan Trias akan menyerang kita di saat seperti ini" Ucap tuan putri tersebut dengan beraninya sambil tersenyum
Sementara di sisi lain ada Hikaru yang masih mengintip melalui semak semak
"Putri Irisviel? dia takut dengan serangan dari kerajaan Trias, apa jangan jangan dia adalah tuan putri kerajaan zivilia. sepertinya aku tidak asing dengan mukanya
Hikaru terus mencoba berpikir dan mengingat kembali wajah dari perempuan tersebut
"Oh iya aku ingat dia perempuan yang kutemui saat di toko obat yang berada di ibu kota, saat aku sedang mengumpulkan sepuluh lidah buaya dan memberikannya ke toko obat Faloti. Pemilik toko obat itu ternyata tuan putri Irisviel dari kerajaan Zivilia!!" Ucap Hikaru yang terkejut setelah mengingat kapan dia bertemu dengan perempuan tersebut
__ADS_1
Hikaru masih belum mengetahui kemana tujuan dari rombongan kerajaan tersebut, tetapi yang jelas untuk sekarang rombongan tersebut sedang berhenti dan beristirahat tidak jauh dari tempat Hikaru dan teman temanya berhenti