Destiny Will Change

Destiny Will Change
Tahap awal


__ADS_3

Hikaru dan Komandan Nord mulai bersiap untuk bertarung satu sama lain.


-Nah Hikaru sekarang tunjukan kekuatan apa yang kau miliki. Batin Nord


Kedua orang tersebut masih saja terdiam dan belum ada yang melakukan penyerangan sama sekali, hingga akhirnya Hikaru pun bergerak.


Dia mengambil pisau dari saku celana dan melemparkannya ke arah komandan Nord.


Tetapi lemparan Hikaru sangat pelan dan dapat dihindari oleh Nord dengan sangat mudah


"Hei Hikaru kalau kau hanya melakukan itu, kau tidak akan bis-" Ucap Nord yang berhenti berbicara karena terkejut melihat Hikaru yang sudah tidak ada depannya, disaat dia berfokus untuk menghindari pisau milik Hikaru. Hikaru memanfaatkan kesempatan itu untuk berpindah tempat ke arah pisaunya berada yaitu dibelakang Nord.


Hikaru saat ini sedang berada di belakang Nord dengan cepat sebelum Nord sempat membalikkan badannya, Hikaru langsung mengeluarkan aliran listrik yang sangat kuat dari tangan kanannya dan menyerang punggung Nord hingga ia terlempar jauh kedepan.


Namun kekuatan fisik Nord sangat kuat sehingga serangan Hikaru masih dapat membuatnya berdiri tegak dan hanya terluka sedikit.


"Wah gila anak itu bisa melakukan teleportasi?"


"percuma, komandan Nord terlalu hebat"


Ucap para penonton yang mulai membicarakan pertarungan tersebut.


"Masih terlalu biasa Hikaru" Ucap Nord dengan santai sambil kembali mengangkat pedang dan perisai nya


-Mustahil padahal tadi dia sangat terbuka dan tidak memakai perisai nya, tapi dai terlalu kuat bahkan serangan petir milikku tidak mempan.


Batin Hikaru.


Komandan Nord pun langsung berlari maju menuju Hikaru dan mulai mengayunkan pedang miliknya yang berusaha untuk menyerang Hikaru, Hikaru hanya dapat menangkis serangan tersebut dengan pisau miliknya dan tidak mempunyai celah untuk menyerang sama sekali.

__ADS_1


Salah satu serangan Nord tidak dapat Hikaru hindari, serangan itu membuat Hikaru terluka dan mundur ke belakang. Namun Hikaru kembali maju dan berlari menuju Nord hanya dengan pisaunya.


Komandan Nord pun ikut berlari maju menuju Hikaru, Hikaru kembali berusaha untuk melempar pisaunya namun lemparannya meleset terlalu tinggi ke atas kepala Nord.


Hikaru melakukan itu karena sengaja, disaat Nord berlari menuju dirinya dan pisau milik Hikaru sudah berada di atas kepala Nord Hikaru dengan cepat berpindah tempat ke atas Nord dan kali ini Hikaru memfokuskan aliran petirnya pada kaki kanan miliknya.


Ia menendang kepala dari Nord yang tidak memiliki pertahanan atau armor sama sekali, serangan Hikaru kali ini membuat Nord terlempar ke sisi arena dan menabrak tembok. Wajahnya pun terluka sangat parah hingga darah terus keluar dari hidungnya.


Namun Komandan Nord kembali berdiri tanpa menghiraukan lukanya sedikitpun, Hikaru kembali melempar pisaunya dengan cepat sebelum Nord kembali fokus kepadanya. Namun saat Hikaru berpindah tempat mendekatinya Nord menahan serangan Hikaru dengan perisainya.


Hikaru tidak menyerah, sebelum Nord menyerangnya terlebih dahulu Hikaru dengan cepat langsung kembali melemparkan pisaunya ke sisi yang berbeda. Kali ini dia melempar ke arah kiri Nord dan kembali berusaha menyerangnya dengan aliran petir ditangannya.


Nord kali ini dapat membaca serangan Hikaru dan menangkis serangannya terus menerus dengan perisai miliknya. Hikaru terus mencoba dengan melempar pisau ke sisi yang berbeda secara terus menerus dan Nord hanya menangkis serangan Hikaru yang sangat cepat dan selalu muncul entah dari mana.


"Anak itu cepat sekali, seperti cahaya yang menyerang dari berbagai sisi"


"Jadi pisau miliknya ia gunakan sebagai teleportasi, sihir macam apa itu"


"Wah wah kau cepat sekali, tetapi ini masih belum cukup untuk mengalahkannku" Ucap Nord sambil terus menangkis serangan Hikaru


Hikaru terus teleportasi ke sana ke mari untuk mencari celah yang tepat agar dia bisa menyerang Nord.


-Sial aku tidak melihat adanya celah dari dirinya. Batin Hikaru


Serangan Hikaru pun terhenti disaat pisau miliknya terhenti oleh pedang milik Nord, Nord menyerang Hikaru secara bersamaan membuat pedang dan pisau milik mereka teradu.


-Apa ini dorongan yang sangat kuat. Batin Hikaru


Hikaru pun terlempar akibat ayunan pedang milik Nord yang tidak dapat Hikaru tahan.

__ADS_1


-Kalau seperti ini, byakko kau harus membantuku. Batin Hikaru


Hikaru pun kembali berdiri sambil mengeluarkan aliran petir yang kuat dari seluruh tubuhnya. Hikaru kembali melempar pisau miliknya, kali ini lemparan lebih cepat dan perpindahan Hikaru pun semakin cepat membuat Nord terkejut.


Tetapi Nord tetap dapat menghindari serangan Hikaru walaupun Hikaru sudah teleportasi dengan sangat cepat dan serangan miliknya semakin kuat.


Hikaru kembali mencoba dengan terus melempar pisaunya ke sisi yang berbeda namun kali ini kecepatannya dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya.


-Kenapa anak ini bisa jadi lebih cepat. Batin komandan Nord


Karena kecepatan dari serangan Hikaru yang terus menerus itu membuat Nord lengah dan salah satu serangan Hikaru mengenai bagian perutnya, Hikaru berhasil menyerang bagian perut Nord dengan aliran petir yang sangat kuat berkat bantuan Byakko.


Serangan tersebut membuat zirah milik Nord hancur seketika, bersamaan dengan pedang miliknya yang patah akibat berusaha menahan aliran petir milik Hikaru.


Komandan Nord pun seketika terkejut dan penonton yang berada di sana pun terkejut dengan kekuatan Hikaru, Nord pun melepas Zirah miliknya dan membuang pedangnya. Kali ini ia hanya memakai baju komandan berwarna merah miliknya dan memegang perisai di tangan kirinya.


"Ternyata aku salah mendugamu Hikaru, baiklah aku tidak akan menahan diriku sedikitpun dan mulai serius melawanmu" Ucap Nord yang bersiap maju untuk menyerang Hikaru


-Serius? dia baru ingin mulai serius? tetapi pedang dan baju Zirahnya sudah hancur. Batin Hikaru


Hikaru kebingungan dengan kekuatan sebenarnya dari komandan Nord yang masih belum ia ketahui.


Nord pun berlari maju menuju Hikaru, tetapi Hikaru kembali melempar pisaunya ke belakang Nord, namun disaat Hikaru ingin menyerangnya Nord ternyata sudah membaca pergerakan Hikaru sehingga dia dapat menahan Hikaru dengan mencekik bagian leher Hikaru


Nord pun mencekik leher Hikaru sambil mengangkatnya dengan tangan kanan, tangan kirinya yang memegang perisai ia ayunkan ke arah Hikaru. Nord berusaha memukul tubuh Hikaru dengan perisai keras miliknya.


Disaat perisai milik Nord sudah mendekati tubuh Hikaru seketika dari tubuh Hikaru terdapat aliran petir yang sangat kuat dan warna petir ini percis seperti saat melawan Reina dengan warna biru yang sangat gelap hampir seperti warna ungu, petir ini adalah milik byakko yang memiliki kilatan sangat cepat dan kuat.


Seketika perisai milik komandan Nord hancur dan Hikaru terlempar jauh ke sisi arena dan menghancurkan sedikit bagian dari tembok arena tersebut. Tanah yang di pijak oleh Nord pun ikut retak akibat aliran Petir yang keluar dari dalam tubuh Hikaru tadi.

__ADS_1


-Apa itu tadi, kalau aku terkena serangan tersebut, pasti aku sudah terluka sangat parah. Batin Nord yang terkejut melihat aliran petir milik Hikaru yang berbeda dari sebelumnya.


__ADS_2