Destiny Will Change

Destiny Will Change
The Truth


__ADS_3

Hikaru terus terusan menyerang Rei dengan kekuatan penuhnya, sementara Rei hanya dapat menahan serangan Hikaru yang perlahan lahan menghancurkan senjatanya


Disaat Hikaru lengah tanpa disadari Rei telah menciptakan satu buah palu lagi melalui tangan kirinya dan menyerang Hikaru hingga Hikaru terhempas ke arah kiri dan mendapat luka di bagian rusuk sebelah kiri yang terus mengalami pendarahan


“Arghhh.. sial aku lengah” Ucap Hikaru yang kesakitan sambil memegang tulang rusuk kirinya


Disaat Hikaru terjatuh akibat serangan serangan Rei, Rei memanfaatkan keadaan tersebut dan meloncat ke arah Hikaru sambil mengayunkan kedua palunya tersebut untuk menghancurkan tubuh Hikaru dari atas.


Namun Byakko tidak tinggal diam, Byakko berlari menuju Rei yang sedang meloncat ke arah Hikaru dan berusaha untuk menggigitnya. Serangan byakko hanya mengenai tangan kiri milik Reina yang lagi lagi putus karena tergigit oleh Byakko.


“Akhh… lagi lagi anggota tubuhku hancur dan aku Kembali menggunakan banyak darah untuk beregenerasi. Kalau begini terus aku bisa bisa kalah” Ucap pelan Rei sambil berusaha Kembali menumbuhkan tangan kirinya.


Kali ini Rei belum sempat menumbuhkan tangan kirinya namun Shiori sudah berada di sampingnya yang Kembali mengayunkan pedangnya untuk menebas tubuh Rei.


-Terlalu cepat aku tidak sempat.


Serangan Shiori tidak berhasil mengenai tubuh Rei namun berhasil mengenai tangan kanan Rei yang membuat kedua tangan Rei menjadi putus.


“peregenerasian mu menjadi lebih lambat dari sebelumnya, kau tidak sekuat seperti yang kau katakan” Ucap Shiori yang Sudah hampir membakar seluruh tangan kanannya


Rei pun berhasil menumbuhkan satu tangan kanannya dan Kembali membuat sebuah sabit besar untuk menebas kepala Shiori, namun Shiori dapat menahannya dengan pedang yang sudah terbakar di tangan kanannya tersebut.


Pedang milik Shiori saling bersentuhan dengan sabit besar milik Rei, Rei sengaja mematahkan gagang sabit miliknya dan mengubah gagang tersebut menjadi sebuah pisau kecil dengan cepat lalu menusukkannya ke tangan kanan Shiori yang sudah terbakar tersebut.

__ADS_1


Karena Rei melepaskan sabit miliknya, pedang Shiori berhasil memutuskan Kembali tangan kanan milik Rei tetapi lengan kanan Shiori yang terbakar tertusuk oleh pisau milik Rei.


“Sekarang kau sudah tidak bisa mengayunkan pedangmu lagi” Ucap Rei yang sudah kehilangan kedua tangannya dan berusaha meregenerasinya Kembali tetapi karena dia sudah kehilangan banyak sekali darah.


“Sialan kau Reina!!!” Teriak Hikaru yang sudah semakin marah setelah melihat Rei menusuk tangan kanan Shiori.


Hikaru berlari dengan sangat cepat ke arah Rei yang sedang berusaha menumbuhkan kedua tangannya Kembali, Hikaru berlari dengan tangan kanan memegang pisau miliknya yang terdapat aliran petir milik Byakko yang sangat besar sehingga membakar pohon di sekitarnya.


Rei berhasil menumbuhkan kedua tangannya Kembali sebelum Hikaru sampai di hadapannya Rei kali ini menciptakan sebuah tombak dan dia langsung melemparnya ke arah Hikaru, tetapi Hikaru melempar pisaunya tersebut ke samping kiri Rei dan berpindah tempat sebelum tombak itu mengenainya.


Tidak hanya Hikaru bahkan Byakko pun sudah berada di sebelah kanan Rei, dalam situasi yang tidak terduga tersebut Rei tidak dapat menghindar maupun melawan Hikaru dan Byakko yang sudah sangat dekat untuk menyerangnya


Hikaru pun menyerang bagian kiri Shiori dengan seluruh kekuatannya begitu juga Byakko yang berada di sebelah kanan Rei. Serangan yang sangat besar tersebut menyebabkan pohon disekitar mereka semua terbakar dan tubuh Rei terbakar dengan kondisi sangat mengenaskan


“Akhhh… kalian berdua benar benar membuatku muak hahaha” Ucap Rei yang sudah kelelahan dan terus mengeluarkan sedikit darah dari mulut dan kedua lengannya yang putus.


“Kau akan mati disini” Ucap pelan Shiori yang memindahkan pedang dari tangan kanannya ke tangan kirinya dan Kembali membakar pedang tersebut dengan api yang sangat besar


“Phoeniix” Ucap Shiori yang mengayunkan pedangnya dan dari ayunan pedang tersebut di dalamnya terdapat Phoenix sebuah mahluk mitologi yang memiliki kekuatan api yang sangat legendaris dengan bulu yang indah berwarna merah dan keemasan.


“Phoenix?” Hikaru yang tahu tentang mahluk tersebut pun terkejut karena selama ini mahluk tersebut Bersama Shiori.


“Monster kau juga seorang monster Shiori!!!” Teriak Rei yang sudah tidak bisa berbuat apa apa.

__ADS_1


Ditengah hutan yang sudah terbakar tersebut Shiori mengeluarkan Phoenix melalui ayunan pedangnya yang terbakar, Phoenix tersebut mengarah ke tubuh Rei dan terbang dengan api yang sangat besar membelah tubuh Rei sehingga dirinya terpisah oleh kedua kakinya


Dengan serangan terakhir Shiori Rei pun akhirnya tidak sadarkan diri dengan kondisi tangan dan kedua kaki yang terlepas dari tubuhnya.


“Menang akhirnya…. Berakhir sudah” Ucap pelan Shiori, dirinya sudah tidak sanggup berdiri dengan kedua tangan yang sudah terbakar dan salah satunya tertusuk oleh pisau Rei.


Shiori pun tidak sadarkan diri dan memejamkan matanya perlahan dirinya terjatuh ke belakang tetapi Hikaru memegang nya dan memeluk Shiori.


“Shiori maafkan aku, aku terlambat…. Kau sudah berjuang sangat baik Shiori” Ucap Hikaru sambil memeluk tubuh Shiori dari belakang di tengah hutan dengan pepohonan di sekitar mereka yang sudah terbakar akibat pertarungan melawan Reina.


Disisi lain Keri dan Leo yang sedang melawan seseorang yang memiliki Sihir untuk menciptakan sebuah besi yang kuat masih terus bertarung tanpa adanya kemajuan.


“Sial kekuatan kita sangat tidak diuntungkan melawan dia” Ucap Leo yang sangat kesulitan untuk menghancurkan besi tersebut dengan anginnya dan keri yang memiliki sihir cahaya pun tidak bisa berbuat apa apa karena dari tadi musuh mereka hany bertahan dengan memunculkan banyaknya besi besi yang melindungi dirinya.


Yuri, yaitu pemimpin dari empat orang berjubah hitam yang ingin menyerang putri Irisviel sekarang sudah Kembali terbangun akibat serangan milik Jero yang hampir membunuhnya.


“Tidak kusangka kau sekuat ini Jero, pantas saja kau dibilang bilang sebagai anggota ksatria kerajaan terkuat, tetapi sepertinya kemampuanmu hanya sampai disini saja” Ucap Yuri yang melihat Jero sudah menunduk kesakitan bahkan kesulitan untuk berdiri.


“Asap apa itu?” Pandangan Yuri teralihkan oleh sebuah asap yang besar, asap itu berasal dari pepohonan yang terbakar akibat pertarungan Hikaru dan Shiori melawan Reina.


“Melihat ke mana kau sialan, lawanmu ada disini jangan harap kau bisa mengalahkannku semudah itu” Ucap Jero yang Kembali berusaha berdiri dengan mengeluarkan kekuatan api miliknya di kedua tangannya


“Ya memang sudah seharusnya kau tidak mati sekarang, karena aku masih ingin sedikit bersenang senang denganmu” Ucap Yuri sambil mengeluarkan bayangan hitam dari belakang tubuhnya untuk menyerang Jero

__ADS_1


__ADS_2