
Jero dan Yuri menghadapi situasi yang saling tidak menguntungkan dimana kedua tubuh mereka sudah tidak sanggup untuk memberikan serangan yang maksimal. Di tengah cahaya bulan yang menerangi malam gelap tersebut, pertumpahan darah terus terjadi demi melindungi tuan putri Irisviel.
“Seranganmua semakin melemah saja ya” Ucap Jero yang dari tadi hanya menangkis semua serangan bayangan milik Yuri.
“Hei kalau kau seperti itu kau akan cepat mati loh”
Yuri terus terusan mengeluarkan serangan bayangan dari belakang tubuhnya dan membuat Jero tidak bisa berbuat apa apa karena serangannya terlalu cepat.
“Aku belum mengerahkan semuanya” Ucap Jero sambil mengangkat kedua tangannya keatas sambil mengeluarkan sihir api besar yang membakar tanganya
Serangan milik Yuri yang tadinya hanya bisa dia tangkis, kini Jero dapat menghancurkan serangan tersebut dengan kedua tangannya yang Sudah terbakar.
-Sial jadi dari tadi dia hanya menunggu seranganku melemah dan menyerang balik dengan cepat. Batin Yuri.
Jero terus berlari ke arah Yuri sambil menghancurkan satu persatu serangan milik Yuri dengan cepat dan setelah sampai di hadapan Yuri, Jero mengayunkan tangan kirinya ke wajah Yuri untuk menghabisinya dalam sekali pukulan.
Tetapi Yuri dapat menahanya menggunakan perisai bayangan yang dia buat sebelum Jero menyentuh wajahnya, namun perisai tersebut hancur hanya dalam sekali pukulan Jero. Setelah menghancurkan perisai Yuri, Jero langsung mengayunkan tangan kanannya dan memukul bagian perut Yuri hingga Yuri terlempar kebelakang
Sebelum terlempar semakin jauh dan menabrak pohon, dia sudah membuat sebuah bayangan yang berbentuk tangan di belakangnya untuk menahan dirinya akibat serangan milik Jero.
“Cih.. ternyata kau masih sekuat ini baiklah”
Yuri mengelap darah yang berada di wajahnya, lalu mengarahkan tangan kirinya lurus ke atas kepalanya dan mengeluarkan sebuah tombak berwarna hitam yang sangat gelap.
“Jadi kau mau bermain main dengan senjata ya?” Ucap Jero sambil tersenyum dan semakin bersemangat untuk melawan Yuri, dengan kondisi Jero yang semakin melemah ditambah pendarahan yang terus berjalan membuat Jero tidak dapat mengeluarkan kekuatannya secar maksimal.
__ADS_1
Jero pun meloncat ke depan dengan sangat cepat seperti pusaran api yang tertiup oleh angin yang sangat kencang. Yuri dapat menahan pukulan Jero menggunakan tombaknya, namun serangan Jero masih terlalu kuat untuk di tahan oleh Yuri dan tombak milik Yuri yang menahan pukulan Jero terdorong ke belakang hingga mengenai wajah Yuri sendiri.
“Arghh!!!...” Yuri terdorong ke belakang akibat dari serangan milik Jero sehingga membuat dirinya menjauh dari Jero.
“Aku pasti akan membunuhmu disini Jero!!!”
Teriakan Yuri yang sangat keras hingga terdengar oleh Keri dan Leo yang berada cukup jauh dari sana.
“Leo, sepertinya Jero sedang berada dalam bahaya!” Ucap Keri memperingatkan Leo yang masih terus melawan orang berjubah hitam dengan sihir besi tersebut.
“Kita harus cepat Kembali dan membantunya” Ucap Leo kepada keri.
Namun musuh mereka secara tiba tiba menciptakan sebuah golem yang sangat besar terbuat dari tanah dan campuran besi dari sihirnya. Orang tersebut ternyata yang telah membuat golem untuk menghalangi perjalanan Hikaru sebelum sampai kesini.
“Kalian tidak akan kubiarkan pergi sebelum berhasil mengalahkanku” Ucap pria tersebut yang berdiri di depan golem ciptaanya yang sangat besar
“Suara siapa itu sepertinya sangat mengerikan, aku akan kesana setelah membawa Shiori dan Zegel Kembali ke kereta kuda” Ucap Hikaru berjalan keluar dari hutan yang terbakar sambil menggendong tubuh Shiori di depan menggunakan tangan kanannya, dan Zegel yang digendong di Pundak Hikaru. Mereka bertiga penuh dengan luka dan pendarahan yang sangat parah di bagian tubuh yang berbeda beda
Serta tangan kiri Hikaru menyeret tubuh Reina yang sudah Kembali pulih namun dia tetap tidak sadarkan diri.
Putri Irisviel yang sudah berada di dalam kereta kuda kerajaan hanya bisa berharap keadaan baik baik saja
“Aku harap kalian semua baik baik saja” Ucap putri Irisviel sambil melihat keadaan luar dari kaca jendela gerbong kereta yang hanya terlihat asap yang cukup besar berasal dari hutan ditambah dengan golem besar yang seketika muncul di tengah hutan.
Keri dan Leo yang sekarang sedang berhadapan dengan sebuah golem besar yang menghalangi jalan mereka menuju Jero tidak punya pilihan lain selain melawannya.
__ADS_1
“Kalau hanya tanah seperti ini tidak ada apa apanya bagiku walaupun ukuranya besar” Ucap Jero yang terbang ke atas sambil mengerahkan pusaran angin penuh yang menuju ke arah perut dari golem tersebut.
Setelah perut dari golem tersebut terbuka terdapat sebuah bola besi yang sangat besar didalamnya terdapat bola berwarma putih yaitu jiwa dari golem tersebut.
“Aku akan menghancurkan itu dalam sekali serangan, sebenarnya serangan ini tadinya ingin kugunakan untuk membunuh orang yang mengendalikannya tetapi tidak ada pilihan lain”
Keri pun Kembali mengeluarkan panah cahaya miliknya dan mengeluarkan sebuah anak panah yang sangat terang untuk menyerang ke arah inti dari jiwa Golem tersebut.
anak panah yang berasal dari kekuatan penuh milik Keri itu pun berhasil menghancurkan inti dari jiwa Golem tersebut sehingga seluruh tubuh Golem hancur dan serangan panah milik Keri menyebabkan tanah yang berada di bawah menciptakan lubang yang sangat besar hingga mengenai musuh yang mengendalikan Golem tersebut.
"Baiklah sudah selesai, kita harus segera pergi menuju tempat Jero" Ucap Keri kepada Leo, Keri pun pergi dengan menaiki elang angin milik Leo
Pertarungan Jero dan Yuri masih belum berakhir, Yuri mengeluarkan sebuah aura hitam yang sangat besar dari seluruh tubuhnya dan pedangnya pun mempunyai aura hitam yang sangat besar hingga dataran di sekitarnya retak dan hancur, Yuri mengerahkan seluruh kekuatanya untuk satu tebasan terakhir miliknya.
Sementara Jero pun mengeluarkan serangan terkuat terakhir miliknya untuk mengakhiri pertarungannya dengan Yuri yang tiada habisnya, Jero membakar seluruh tubuhnya untuk mengeluarkan sihir api terbesar miliknya dia menciptakan sebuah api yang berbentuk seperti singa yang besar dan di dalamnya terdapat dirinya yang mengendalikan api tersebut
"Pemfokusan penuh, Singa terakhir" Ucap pelan Jero yang sudah kelelahan dan bersungguh-sungguh dengan serangan terakhirnya
Mereka berdua pun berlari menuju satu sama lain dengan teknik terkuat sekaligus terakhir mereka semuanya akan di tentukan disini. Disaat mereka berlari seluruh dataran yang mereka berdua lewati manjadi hancur.
Mereka berdua pun akhirnya saling berhadapan dan mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk serangan terakhir dimana mereka berdua sudah sama sama sekarat. Pukulan singa api yang sangat kuat dari Zegel beradu dengan tebasan kegelapan milik Yuri hingga tercipta sebuah getaran dan suara yang sangat dashyat.
Tanah di sekitar mereka berhamburan hingga menciptakan debu yang menutupi mereka berdua, disaat mereka tertutupi oleh debu dan kabut yang berada di sekitarnya setelah mereka saling mengeluarkan serangan terakhirnya.
Hikaru, Leo, dan Keri sudah tiba di sana tetapi yang mereka lihat hanyalah sebuah kabut dan debu yang berhamburan di sekitar Jero. Setelah kabut tersebut mulai menghilang secara perlahan, pandangan mereka kembali menjadi normal dan terkejut karena yang mereka lihat sangat mengerikan
__ADS_1
Jero yang tertusuk oleh pedang milik Yuri di bagian dada kiri dimana jantung nya berada, dan Yuri terkena pukulan terakhir dari tangan kanan Jero yang menembus perutnya.