
Di situasi saat ini Reina sangat pasrah dengan dirinya dia hanya bisa terdiam dengan menundukkan kepalanya.
Tempat ini adalah tempat penghukuman mati para penjahat yang berani mengancam atau menganggu kerajaan Zivilia, ruangan ini seperti sebuah arena pertandingan kecil yang berbentuk lingkaran dengan tangga dan kursi yang mengelilingi sekitarnya untuk mengintrogasi pelaku tersebut.
Reina diikat di tengah tempat tersebut ia kelilingi oleh para ksatria dan menteri kerajaan yang duduk di bangku tersebut, putri Irisviel pun berjalan dan menaiki tangga tertinggi berdiri di hadapan Reina yang sedang berlutut sambil menundukkan kepalanya.
Hikaru dan Leo pun ikut duduk di bangku yang tersedia, untuk melihat proses interogasi tersebut.
"Baiklah semuanya, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Perempuan ini adalah salah satu pasukan dari kerajaan Trias yang berusaha menyerang saya saat dalam perjalanan menuju kota Zalka, dan salah satu dari rekanya lah yang telah membunuh Jero" Ucap Putri Irisviel dengan suara yang sangat lantang sehingga seluruh orang yang berada di ruangan tersebut dapat mendengarnya.
"Sayang sekali padahal Jero adalah salah satu ksatria kerajaan terkuat, hal ini benar benar tidak bisa diterima"
"Sudahlah mungkin Jero tidak sekuat yang kita semua kira"
Ucap para ksatria kerajaan yang berada di sana mulai membicarakan Jero mulai dari baik sampai buruknya.
"Semuanya tenang!! saya tidak mengundang kalian semua untuk berbicara seenaknya seperti itu" Teriakan putri Irisviel membuat semua orang yang berada disana menjadi terdiam
"fiuyy" Siul Hikaru yang kagum dengan sikap putri Irisviel.
"Reina sebenarnya apa tujuanmu yang berusaha untuk membunuhku. Atas perintah siapa kau melakukan hal ini?"
"Aku benci, aku benci, aku benci dengan semua manusia yang ada di dunia ini aku membencinya. Bunuh semuanya harus kubunuh" Reina bergumam dengan sangat kencang sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi membunuh yang sangat seram.
Reina pun mengangkat kepalanya dan menatap wajah putri Irisviel, namun ekspresi seketika berubah yang tadinya sangat seram dan ingin membunuh seperti monster kini ekspresi benar benar seperti seorang perempuan yang ketakutan dan menangis mengeluarkan air mata perlahan.
"Aku... aku sebenarnya tidak mau melakukan ini semua, aku tidak bisa hidup seperti ini. Kenapa? kenapa aku harus dilahirkan seperti ini" Ucap Reina yang menangis menatap wajah putri Irisviel
Putri Irisviel dan Hikaru pun dapat mengetahui bahwa Reina tidak berbohong dengan kata katanya dan benar benar merasa tersiksa dengan kehidupannya.
__ADS_1
"Apa apaan perempuan ini, dia bahkan tidak menjawab pertanyaan putri Irisviel dan hanya berpura pura menangis untuk mendapatkan rasa kasihan dari tuan putri"
"Betul itu sebaiknya bunuh saja dia sekarang"
"ya bunuh bunuh"
Para ksatria kerajaan yang berada di tempat tersebut pun mulai tidak terkendali dan terbawa emosi agar Reina dihukum mati.
-Disituasi seperti ini putri Irisviel tidak hanya bisa memilih pendapat nya sendiri, kalaupun dia memilih menyelamatkan Reina pasti namanya akan tersebar buruk di kerajaan ini. Batin Hikaru
-Tuan putri apa yang akan kau lakukan sekarang?. Batin Leo
"Baiklah Reina, atas semua kejadian yang sudah terjadi dan sudah kau lakukan semuanya sangat mengancam bagi diriku dan kerajaan ini, dan salah satu dari rekanmu sudah membunuh sahabatku" Ucap putri Irisviel.
"Maka atas semua itu kau akan dijatuhi hukuman mati"
Putri Irisviel pun menjatuhi hukuman mati kepada Reina, karena dia tidak bisa melakukan hal apapun lagi karena di situasi saat ini tidak ada hal yang bisa menjelaskan Reina tidak bersalah dan apabila dibiarkan tidak ada yang tahu dia akan berbuat apa pada kerajaan ini.
Reina pun kembali menundukkan wajahnya dan memasang ekspresi putus asa sambil meneteskan air mata yang jatuh secara perlahan.
Terdapat dua ksatria kerajaan yang berjalan menuju Reina untuk memotong tali yang menggantung terikat pada balok besi di atas tubuhnya, agar balok tersebut jatuh dan menimpa tubuhnya.
Kedua tali tersebut pun di potong menggunakan pedang yang sangat tajam, tali itu pun terputus dengan mudahnya balok besi tersebut pun mulai berjalan jatuh kebawah menuju diri Reina.
Namun ternyata Hikaru sudah menyiapkan rencana dari awal untuk menyelamatkannya, dia melempar pisau nya bersamaan dengan terpotongnya tali yang mengikat balok tersebut. Disaat balok tersebut berjalan jatuh kebawah, Hikaru dengan cepat berpindah tempat dan membelah balok besi tersebut menggunakan aliran petir terkuat milik byakko.
-Akhh.... sial tulang rusuk ku semakin sakit ditambah tubuhku yang melemah akibat menggunakan kekuatan penuh byakko dalam sekali serangan. Batin Hikaru
Balok tersebut pun terbelah menjadi dua bagian dan jatuh di kedua sisi kanan dan kiri Reina sehingga tidak berhasil mengenai nya.
__ADS_1
Sontak semua menteri dan para ksatria kerajaan yang berada di sana terkejut dengan kehadiran Hikaru, mereka terkejut melihat Hikaru yang dengan mudahnya membelah balok besi yang sangat besar dan keras tersebut.
merasakan hal tersebut, Reina pun menegakkan kepalanya melihat Hikaru yang berdiri dengan gagah di depannya seakan akan Hikaru adalah pahlawan yang datang untuk menyelamatkannya.
"Si-siapa anak ini, kenapa dia menyelamatkan perempuan tersebut"
"Berani beraninya kau cepat menyingkir dan jelaskan semua ini"
"Tuan putri sebenarnya ada apa ini?"
Para menteri dan ksatria kerajaan yang berada di sana pun kembali berbicara dan mengomel tentang Hikaru.
-Sebenarnya apa yang kau rencanakan Hikaru?. Batin Leo
"Semuanya tenang!! kita bisa membicarakan ini dengan baik baik jangan ada keributan, Hikaru mengapa kau menghancurkan balok tersebut dan menyelamatkan Reina?" Tanya putri Irisviel.
-Ayolah Hikaru aku butuh bantuan mu, aku yakin kau tahu yang terbaik. Batin putri Irisviel
"Hikaru? siapa anak itu?"
"Aku tidak tahu" Ucap orang orang yang masih saja berbicara di tempat tersebut
"mohon maaf atas kelancangan saya sebelumnya tuan putri, pertama saya tidak menyelamatkan Reina. Namun saya merasa sepertinya hal ini tidak benar, kita belum mengetahui informasi apapun dari dia dan kita bisa memanfaatkan nya untuk mendapatkan berbagai informasi tentang kerajaan Trias supaya kita mempunyai persiapan untuk melawan kerajaan Trias di masa mendatang" Ucap Hikaru dengan sangat sopan dan berusaha mencari alasan agar menteri dan para ksatria kerajaan yang berada di sana percaya.
"Hmmm... sepertinya apa yang dikatakan ini benar juga"
"Tapi kita tidak tahu asal usul anak ini, jadi kita tidak bisa mempercayai secepat ini"
"itu benar, bisa jadi anak ini adalah salah satu mata mata dari kerajaan Trias"
__ADS_1
Orang orang pun kembali berpendapat dan sebagian besar dari mereka tidak sepenuhnya percaya terhadap Hikaru, sehingga Hikaru saat ini disudutkan dalam situasi yang tidak diuntungkan.