
"Tuan putri keadaan semakin tidak stabil, sekarang apa yang harus kita lakukan" Ucap Leo yang sedang melindungi putri Irisviel bersama dengan Keri
"Bagaimana dengan para penduduk apakah mereka berhasil di pindahkan ke tempat yang aman?" Tanya tuan putri kepada Leo
"Beberapa orang berhasil di pindahkan tetapi serangan tersebut terlalu cepat sehingga banyak sekali korban berjatuhan di luar sana, kini kerajaan sudah tidak terkendali bangunan diluar pun sudah banyak yang hancur" Jawab Leo yang menjelaskan situasi yang sangat menyedihkan diluar sana.
-Sebenarnya siapa yang melakukan ini semua. Batin Irisviel.
sementara di luar terdapat para kapten dari pasukan ksatria kerajaan yang sedang ikut bertempur
"Semuanya cepat habisi orang orang ini!" Seru komandan Nord Zepelion memerintahkan regunya yaitu regu Felix untuk bertempur
Kerajaan Zivilia kini dipenuhi oleh banyak orang berjubah hitam dengan motif warna ungu yang menyerang dengan berbagai macam sihir dan kekuatan
Tanpa pikir panjang komandan Nord langsung mengamuk dan mengeluarkan aura berwarna hijau dari tubuhnya dan mulai melawan orang orang tersebut dengan kekuatan fisiknya yang sangat kuat, banyak sihir yang menyerangnya namun itu semua bisa ia lewati dengan mudah
"Cepat habisi kerajaan ini dan bunuh semua orang yang ada disi- arghh....!!" Salah satu orang yang berjubah hitam berbicara namun ucapan ia berakhir dengan kesakitan dan tertusuk oleh sebuah pedang dari perutnya
Tidak terlihat ada seseorang pun yang menusuknya, ternyata itu adalah komandan Yuito dari regu Sakana yang mempunyai kekuatan sihir untuk menghilangkan dirinya dalam beberapa detik.
Komandan Yuito terlihat seperti anak yang masih sangat muda berumur tujuh belas tahun dengan jaket berwarna biru dan memegang pedang berwarna hitam disertai rambutnya yang berwarna putih
"Semuanya cepat tidak ada waktu untuk beristirahat!!" Seru komandan Yuito memerintahkan pasukannya
Pasukan dari regu Sakana pun berlari untuk menyerang musuh yang ada di depan mereka
"Hei Yuito biarkan aku membantumu" Ucap salah satu orang yang datang dari belakang Yuito dengan jubah berwarna putih rambut berwarna merah membawa sebuah pedang yang dapat diubah menjadi sebuah tongkat sihir
__ADS_1
"Wah Lith, sepertinya situasi ini tidak bisa dianggap mudah" Ucap Yuito yang berbicara kepada komandan Lith, dia adalah komandan dari regu Selen
"Uzu Explotion!!" Seru komandan Lith sambil mengeluarkan sebuah segel dari ujung pedangnya dan membuat sebuah segel besar dari bawah tanah dan terciptalah ledakan besar yang sangat cepat di daerah segel tersebut sehingga banyak pasukan musuh yang terbunuh.
Ketiga komandan dari empat regu ksatria yang ada di kerajaan Zivilia kini sudah berkumpul untuk melindungi kerajaan.
"Lith Awas dibawahmu!" Seru Yuito yang memperingatkan Lith bahwa tanah yang ia pijak saat ini sangat tidak stabil seperti dikendalikan oleh seseorang
Dari bawah kaki komandan Lith muncul sebuah akar tanaman entah dari mana yang mengikat kedua tangan dan kakinya dengan sangat cepat sehingga ia tidak dapat bergerak.
Yuito yang melihat hal tersebut langsung dengan cepat memotong akar pohon tersebut dengan pedangnya dan menolong Lith agar bisa kembali bergerak.
"Terima kasih Yuito, aku tidak tahu siapa yang melakukan ini tetapi kita harus mencari tahunya dengan pasti" Ucap Lith yang terlihat bingung dengan keadaan saat ini
"Wah wah kalian tidak perlu mencari tahu karena aku kini berada di depan mata kalian" Ucap seseorang yang datang dari hadapan mereka di tengah kekacauan kota
"Jadi engkau lah orang yang melakukan ini semua?" Tanya Yuito kepada orang yang ada di depannya, ia memakai jubah hitam yang sangat panjang dengan rambut berwarna Hitam
"Apa maksudmu kerajaan Trias?" Tanya Lith
"Oh jadi itu nama kerajaanya? ya tentu saja sesuai yang kukatakan" Jawab pria tersebut
-Berarti serangan dan orang orang ini bukan berasal dari kerajaan Trias. Batin Yuito
"Beri tahu aku namamu!!" Seru Lith kepada orang tersebut
"Untuk apa aku memberi tahu namaku kepada kalian, ya sudahlah mungkin ini terakhir kali kalian akan melihatku jadi aku akan memberitahumu. Namaku Terion salam kenal para komandan yang terhormat" Jawab pria tersebut yang menyebutkan namanya dan terus tersenyum
__ADS_1
"Baiklah, sekarang Yuito!" Seru Lith
Yuito yang tadinya berada di samping Lith kini menghilang tanpa jejak dan seketika berada di belakang Terion
"Arghh... apa ini, mengapa kau bisa mengetahui posisiku?" Tanya Yuito yang muncul dari belakang Terion saat pedangnya ingin menyentuh leher Terion, ia dengan cepat memunculkan kembali akar pohon dari bawah tanah dan mengikat seluruh tubuh Yuito
"Tentu saja aku mengetahui posisimu aku bisa mengendalikan tanah dan tumbuhan jadi aku bisa merasakan langkah kakimu tuan Yuito" Ucap Terion yang mengeluarkan sebuah pedang dari belakang jubahnya dan ingin menusuk Yuito.
Namun usaha tersebut digagalkan oleh Lith, ia melempar sebuah tombak yang dipenuhi dengan aliran listrik ke arah Terion.
Lith dapat mengubah pedangnya menjadi senjata apapun dengan sihirnya untuk menyerang musuhnya
Tombak tersebut mengenai telapak tangan dari Terion sehingga ia merasa kesakitan dan tidak dapat menusuk Yuito, disaat itu Yuito dengan cepat langsung memotong akar pohon yang terikat di tubuhnya dan segera menyerang Terion.
Tubuh Terion pun hancur namun ada yang tidak beres disaat Yuito berhasil menebas tubuhnya
"Apa hanya kayu?" Yuito bertanya tanya kepada dirinya yang kebingungan saat melihat tubuh Terion yang ia bunuh berubah menjadi potongan kayu
"Yuito berhati hatilah itu hanya tubuh palsu yang ia ciptakan, tubuh aslinya mungkin masih ada di sekitar sini" Ucap Lith yang memperingatkan Yuito
Tiba tiba dari empat sisi tubuh Yuito muncul sebuah batang kayu pohon yang sangat besar untuk menjepit tubuhnya, Yuito dengan cepat langsung menggunakan kekuatannya untuk menghilang dan muncul di belakang Lith
"Huh itu hampir saja, sepertinya orang ini tidak bisa diremehkan Lith. Kekutannya mungkin diatas kita" Ucap Yuito yang kini memasang ekspresi sangat serius untuk bertarung
"Ya aku juga merasakan hal yang sama" Ucap Lith sambil mengeluarkan pedangnya kembali dengan sihir miliknya
Mereka berdua pun bersiap siap dengan serangan yang akan datang berikutnya, Dataran yang mereka pijak dan didepannya kini bergerak seperti terjadi gempa. muncul banyak sekali batang pohon yang besar berusaha menyerang mereka berdua
__ADS_1
Lith dan Yuito pun kini hanya bisa menghindar dan menghancurkan serangan tersebut sambil berusaha untuk mencari dimana Terion bersembunyi
"Mereka tidak akan bisa menemukanku" Ucap Terion yang kini sedang bersembunyi di suatu tempat yang banyak sekali mayat para penduduk kerajaan disana