Destiny Will Change

Destiny Will Change
Tahap Akhir


__ADS_3

Tubuh Hikaru masih di selimuti oleh aliran petir berwarna ungu milik byakko, sementara komandan Nord terlungkup di atas tanah dengan akibat serangan Hikaru.


Aura hijau yang ada ditubuhnya pun menghilang dan tidak ada respon apapun dari tubuhnya setelah terkena serangan Hikaru. Para penonton dibuat terdiam oleh Hikaru.


-Mengapa Hikaru itu bisa mempunyai kekuatan sebesar itu. Batin putri Irisviel


"Apa apaan ini, anak itu jelas jelas seperti monster. kekuatannya terlalu di luar nalar"


"Ternyata anak ini tidak hanya banyak omong saja"


"Sepertinya akan terjadi sesuatu yang mengejutkan di kerajaan ini"


Ketiga komandan dari pasukan lain pun kembali berbicara setelah melihat serangan milik Hikaru


"Mengejutkan, ternyata anak ini bisa menandingi kekuatan komandan Nord" Ucap salah satu anggota prajurit dari regu Felix.


Situasi hening tersebut pun kembali berubah disaat komandan Nord kembali menggerakkan tubuhnya dan aura hijau kembali keluar dari tubuhnya.


"Hikaru.... kau benar benar tidak bisa diremehkan" Ucap Nord yang sudah bangkit dari pingsannya selama beberapa detik


-Mustahil padahal aku sudah hampir mengeluarkan seluruh kekuatan pada tangan kananku tadi untuk menyerangnya. Batin Hikaru


Nord pun kembali memasang kuda kudanya dan bersiap untuk kembali bertarung melawan Hikaru, Aura hijau di seluruh tubuhnya semakin besar dan sepertinya kali ini kekuatan yang di keluarkan oleh komandan Nord tidak setengah setengah dia akan serius melawan Hikaru.


Hikaru kembali bersiap dengan memegang kembali pisaunya dan mengarahkan aliran petir tersebut ke pisau miliknya hingga warna dari pisau tersebut berubah menjadi ungu.


Komandan Nord langsung maju menuju Hikaru dengan kecepatan yang sama seperti Hikaru menggunakan pisaunya untuk berpindah tempat, kecepatan Nord kali ini dapat menandingi kecepatan milik Hikaru.


Dengan reflek yang cepat Hikaru menyadari serangan tersebut dan melompat ke atas menggunakan bantuan dari pisaunya dan aliran petir milik Byakko, Namun komandan Nord terus mengejar Hikaru walaupun dia sudah meloncat ke atas langit.

__ADS_1


"Jangan berharap kau bisa lari dariku"


Komandan Nord pun berusaha untuk mengincar perut Hikaru dan meninjunya dengan kekuatan fisik penuhnya ditambah aura sihir hijau yang membuat fisik dari tubuhnya berkali kali lipat menjadi lebih kuat.


Tetapi Hikaru dapat menangkis serangan tersebut menggunakan pisau miliknya, serangan Nord tidak berdampak apapun terhadap Hikaru. walaupun tangan kanan Nord bersentuhan dengan pisau milik Hikaru, tangannya tidak mengalami luka atau goresan sedikit pun


-Orang ini benar benar bukan tandingan Ku. Batin Hikaru


Nord dan Hikaru pun terus melakukan hal yang sama berkali kali, sambil terus berterbangan dan berpindah tempat diatas langit. Pertarungan tersebut menjadi terlihat seperti dua cahaya yang saling bertarung di atas langit dengan kecepatan yang tidak masuk akal.


Hikaru yang tidak memiliki celah untuk menyerang hanya bisa terus terusan menangkis serangan dari komandan Nord. Sementara Nord terus terusan berusaha untuk menyerang Hikaru dan menghancurkan pertahanannya tersebut.


-Apa yang harus kulakukan. Batin Hikaru


"Aku tahu kekuatanmu adalah kecepatan, tetapi aku unggul dalam segala hal Hikaru. ketahanan, kecepatan, kelincahan semuanya aku kuasai selama bertahun tahun untuk menjadi komandan dari salah satu pasukan kerajaan" Ucap Komandan Nord sambil terus menyerang Hikaru.


-Aku hanya anak kemarin sore, tidak mungkin bisa mengalahkan perjuangan seseorang yang sudah berlatih selama bertahun tahun.


Komandan Nord yang masih berada di atas langit memanfaatkan keadaan tersebut, ia menukikkan badannya kebawah sehingga tubuhnya meluncur dengan cepat ke daratan untuk menyerang Hikaru yang sedang terkapar di atas tanah.


Ia terus turun sambil mengayunkan tangan kanannya bersiap untuk menyerang Hikaru dengan serangan terakhirnya yang mematikan.


"Kalau begini Hikaru bisa mati" Ucap Leo


"Cepat selamatkan anak itu" Ucap salah satu komandan dari regu lain.


Tetapi Nord tetap menuju Hikaru tanpa ragu dan mengumpulkan seluruh kekuatannya di tangan kanan.


Disaat kedua mata Nord mulai melihat tanah dan Hikaru yang sedang terkapar ia dikejutkan oleh sesuatu yang tidak terduga.

__ADS_1


Hikaru menghilang dari pengelihatannya dan Nord menyadari bahwa Hikaru berpindah ke suatu tempat untuk menyerangnya, ternyata Hikaru membuang pisaunya di atas saat Ia terkena serangan oleh Nord dan membiarkan pisaunya jatuh bersamaan dengan Nord yang meluncur ke bawah untuk menyerangnya.


Nord menyadari hal itu dan menengok kepalanya ke arah atas, namun itu semua sudah terlambat. Hikaru sudah berada di atasnya dalam posisi salto dengan keadaan kaki kanannya kini dipenuhi aliran petir berwarna ungu milik Byakko bahkan langit di atas mereka berubah menjadi hitam lalu seperti ada aliran petir yang mengarah ke kaki Hikaru.


-Ini adalah kemenanganku. Batin Hikaru


-Aku sudah berusaha sebisaku Hikaru, sekarang sisanya kuserahkan kepadamu. Ucap byakko


"Aku akan menyelamatkan Reina!!! dan menyelamatkan duniaku" Teriak Hikaru sambil mengarahkan kakinya menuju bagian punggung dari komandan Nord, Hikaru dan Nord pun terus turun kebawah dari atas langit yang cukup tinggi.


Posisi Nord sangat tidak baik karena dirinya berada di bawah sambil terus terkena oleh serangan terkuat milik Hikaru.


-Kekuatan apa ini? rasanya aku seperti diserang oleh sebuah monster kuno, kekuatan ini jelas jelas sudah diluar batas normal. Batin Nord


Setelah mencapai daratan serangan milik Hikaru tersebut menyebabkan getaran yang sangat dashyat dan tanah dari dataran arena pun mulai berterbangan ke arah penonton sehingga pengelihatan mereka semua tertutupi oleh debu.


"Apa yang terjadi? gerakan tadi terlalu cepat"


"Anak itu bisa menyebabkan serangan sebesar ini?"


Perlahan serpihan tanah yang berterbangan mulai hilang dan membuat para penonton kembali melihat arena dengan jelas.


Terlihat bahwa Hikaru berhasil mengalahkan komandan Nord dan berdiri di atas punggungnya dengan kekuatan yang tersisa.


Aliran petir berwarna ungu di sekitar Hikaru sudah hilang, dan aura hijau milik komandan Nord pun sudah tidak terlihat.


Dataran permukaan tanah arena tersebut pun berubah menjadi retakan yang sangat besar, Tubuh komandan Nord mengalami luka yang sangat parah sementara Hikaru mengalami luka dalam yang cukup banyak dan darah terus keluar secara perlahan dari mulutnya.


Wajah Hikaru dan Nord sudah tampak seperti kedua orang yang belum makan selama sepuluh hari, Hikaru perlahan memejamkan matanya dan terjatuh ke atas tanah.

__ADS_1


Pertarungan tersebut berakhir dengan kemenangan Hikaru yang bahkan sudah tidak sanggup berdiri, walaupun Hikaru memenangkan pertandingan tersebut namun apabila pertandingan tersebut masih berlanjut beberapa detik saja Hikaru tidak akan bisa menang.


Para penonton hanya bisa terdiam dan tidak percaya dengan akhir dari pertandingan tersebut karena seorang bocah Hikaru dan hanya petualang kelas A dapat mengalahkan komandan Nord dari regu Felix


__ADS_2