
Hikaru dan zegel pun langsung berlari kencang menuju kembali ke kota, tetapi pasukan kerajaan yang banyak dibelakangnya berjalan lebih cepat dibandingkan mereka berdua.
"Tidak bisa, kita tidak akan sempat kembali" Zegel berhenti dan memberhentikan Hikaru juga dengan tanganya
"Apa yang kau lakukan mustahil kita berdua melawan mereka semua" Hikaru berhenti sambil berbicara terhadap zegel
"Tidak ada yang mustahil di dunia ini Hikaru" wajah zegel yang tadinya dipenuhi ketakutan kini penuh dengan keberanian dengan memegang erat pedangnya
"Dasar bodoh, kalau terjadi apa apa hutangku harus lunas" Hikaru pun kembali mengeluarkan pisau nya dan bersiap untuk melawan pasukan tersebut
Lalu pasukan tentara tersebut akhirnya tiba di depan mereka berdua dan berhenti.
"Minggir kalian ini tidak ada urusan nya dengan kalian, Kalian ingin cari mati?" Salah satu orang yang menaiki kuda berada di barisan paling depan yang memimpin barisan tersebut berbicara
"Aku tidak akan membiarkan kau menyerang kerajaan Zivilia" kata zegel sambil menatap orang tersebut
-Jadi nama kerajaan nya Zivilia. batin Hikaru
"Komandan Togo sudah tidak ada waktu lagi" salah satu pasukan berbicara kepada pemimpin tersebut sambil menyebutkan nama pemimpinya
"Baiklah karena memang tujuan utama kita menyerang kerajaan tersebut lebih baik kali kalian berdua mati terlebih dahulu" komandan Togo pun mengangkat pedangnya keatas dan memerintahkan pasukannya untuk terus maju
"Maju!!!" Pasukan tersebut terus maju tampa menghiraukan Hikaru dan Zegel
-Pikirkan baik baik Hikaru. batin Hikaru
"Aaaaaaa!!!" Zegel yang berteriak maju sambil membawa pedangnya
__ADS_1
"Tunggu zegel jangan!!!" Hikaru berteriak berusaha mencegah zegel tetapi sia sia
-Tidak jangan, jangan lagi sudah cukup penderitaan seperti ini
"Hyaaaaaaaa!!!" Hikaru pun berusaha melempar pisau nya dari belakang zegel ke arah pasukan musuh, dan saat dia melemparkan pisaunya terdapat aliran listrik yang besar dari tanganya mengalir ke pisau tersebut sehingga melukai tanganya dan menyebabkan kacamata Hikaru pecah dan terlempar.
Saat pisau tersebut sampai di pasukan berkuda musuh, pisau itu langsung mengeluarkan listrik yang besar sehingga tercipta ledakan yang membuat pasukan berkuda musuh terpecah belah dan menyebabkan tanah yang berada di tempat tersebut bertebaran sehingga menutupi semua pandangan semua orang yang berada di tempat tersebut.
"Arghhh apa ini? Tidak terlihat apa apa" zegel yang belum sampai ke pasukan tersebut terhenti karena melihat serangan dari Hikaru tadi
"Cepat ayo kita pergi dari sini" Hikaru memegang tangan zegel lalu menarik dia pergi dari tempat tersebut.
Hikaru dan zegel pun lari menjauh dari tempat kejadian tersebut dan bergegas kembali ke kota. Saat mereka tengah berlari menuju ke kota, tiba tiba dari belakang Hikaru terdapat pisau milik Hikaru yang tadi dia lempar, pisau tersebut terbang kembali ke tangan Hikaru dan Hikaru pun menangkap pisau tersebut
"Bagaimana bisa pisau ini kembali lagi ke tanganku?" Hikaru kebingungan sambil terus kembali ke kota bersama zegel
"Kalian tidak berbohong kan?" Tanya penjaga tersebut kepada Hikaru dan zegel
"Iya pak benar untuk apa kita berbohong"
"Baiklah, sebaiknya kalian masuk ke dalam cepat" penjaga tersebut membuka kan pintu membiarkan Hikaru dan zegel masuk ke dalam kota
"Cepat perketat penjagaan di pintu gerbang utama!!! Ada penyerangan cepat cepat!!" Penjaga tersebut memerintahkan seluruh penjaga lain untuk berkumpul dan memperkuat pertahanan di pintu gerbang utama
"Tunggu zegel, kita tidak boleh kabur seperti ini" kata Hikaru sambil memberhentikan zegel
"Tidak Hikaru aku harus merapihkan barang barang ku terlebih dahulu, aku harus waspada apabila penjaga tidak berhasil menahan serangan musuh" Zegel pergi ke tokonya dan meninggalkan Hikaru sendiri
__ADS_1
"Aku harus ke pintu gerbang sekarang, karena aku adalah salah satu petualang di kota ini" Hikaru pun bergegas kembali ke gerbang utama untuk membantu para penjaga yang berada di gerbang
Saat Hikaru sampai di gerbang tersebut ternyata sudah banyak pahlawan yang berkumpul. Tetapi rata rata pahlawan yang berada disana adalah petualang kelas D dan C. Hikaru tidak melihat adanya petualang kelas A seperti dia.
"Malam ini kerajaan Trias akan menyerang kota ini, kita semua akan melawanya malam ini juga. Tidak ada menyerah yang mundur sama dengan pengkhianat!!" Salah satu petualang kelas D disana berbicara, dia adalah orang yang memimpin para petualang yang lain.
Orang itu berbadan besar dengan rambut berwarna merah yang diikat kebelakang dan dia menggunakan satu set perlengkapan armor berwarna putih dan pedang yang besar layaknya seorang pahlawan.
"Jadi dia pemimpinya ya hmm...." Hikaru terus mengamati para petualang yang lain
Setelah itu para petualang langsung pergi ke luar gerbang dan akan menghadang para musuh yang akan datang, tetapi saat Hikaru hendak ikut dengan mereka Hikaru tidak diperbolehkan karena yang keluar hanya petualang kelas D dan C yang sudah ditugaskan oleh kerajaan
"Tapi saya juga bisa bertarung" ucap Hikaru kepada salah satu penjaga gerbang tersebut
"Tidak bisa terlalu berbahaya untuk petualang kelas A sepertimu ikut bertarung, karena disana sudah ada vilkart dan petualang kelas C yang lain lebih baik kau tetap di dalam gerbang dan menjaga para warga yang berada di dalam bersama petualang yang lain" kata penjaga tersebut sambil melarang Hikaru pergi
"Baiklah" [Jadi nama orang itu vilkart] Hikaru pun kesal lalu pintu gerbang pun ditutup dan Hikaru segera kembali pergi kembali ke kota dan menyusul zegel
Setelah para petualang berdiri dan bersiap di luar pintu gerbang, akhirnya pasukan musuh dari kerajaan lain datang dan berhenti di depan para petualang yang sudah bersiap
"Hebat sekali kalian menyerang pasukanku sebelum aku tiba disini!!" Komandan Togo berbicara kepada para penjaga gerbang dan petualang yang berada di depanya. Namun para petualang yang berada disana tidak mengerti apa yang dibicarakan pemimpin pasukan musuh tersebut
"Apa yang kau katakan? Kami tidak mengerti tentang orang yang menyerangmu" vilkart bertanya kepada pasukan musuh karena dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh pemimpin pasukan dari kerajaan Trias tersebut
"Sudah jangan berpura pura tidak tahu, walaupun ada pasukan ku yang sudah terluka di tengah perjalanan tadi tetapi, kami masih mempunyai banyak penyihir dan petualang yang kuat yang baru saja datang. Malam ini kerajaan Zivilia akan kami taklukan dan berada di bawah pimpinan kerajaan Trias" komandan Togo berbicara dan ternyata dia memang mendatangkan lebih banyak orang lalu pasukan mereka bertambah dan lebih kuat dibandingkan dengan yang dilihat Hikaru tadi
"Tidak akan kubiarkan, para petualang kita akan menjadi pahlawan dan akan terus melindungi kerajaan Zivilia" Vilkart mengarahkan pedangnya ke arah pasukan musuh
__ADS_1
"Cih.. omong kosong. Pasukan SERANG!!!!" Komandan Togo langsung memerintahkan pasukannya lalu Pasukan musuh dari kerajaan Trias pun maju dan mulai menyerang kerajaan Zivilia