
Hikaru masih sedikit terluka akibat melawan Ranku di awal dan hanya mendapatkan sedikit pemulihan dari Reina.
Disaat itu pun masih ada komandan Nord Zepelion yang sedang bertarung dengan Ranku walaupun serangan nya masih belum bisa menyentuh tubuh Ranku sama sekali.
Serangan demi serangan terus Nord lakukan tetapi setiap pukulannya mendekati tubuh Ranku, Ranku pasti dengan cepat menghembuskannya kembali dengan angin ataupun membuat perisai dari tanah dan bebatuan yang muncul dari bawah tanah.
"Sial bahkan perisai tanah nya tersebut sangat keras sehingga setiap aku menghancurkannya pasti dia langsung melemparku kembali dengan anginnya" Ucap Nord yang masih mengeluarkan aura hijau walaupun sudah banyak luka di sekujur tubuhnya
Ranku yang dari tadi hanya bertahan, setelah melihat kesempatan untuk menyerang Nord Ranku pun segera terbang menuju Nord untuk menyerangnya.
Ranku mengayunkan tangan kanannya untuk meninju bagian depan wajah Nord, Nord yang melihat hal tersebut pun segera menahan serangan tersebut dengan kedua tangannya.
Bughhh.... dentuman keras terdengar setelah serangan Ranku berhasil ditahan oleh Nord Zepelion.
Ranku pun melepaskan serangannya dan kembali terbang ke arah kanan dari Nord untuk menyerangnya dari sisi yang lain namun Nord tetap bertahan sehingga serangan Ranku belum dapat membuat Nord terluka berat.
Disaat itu seketika Hernez berlari dari istana kerajaan dan segera membantu Nord yang sedang kesulitan bertahan dari serangan yang terus menerus dilakukan oleh Ranku.
Hernez mengerahkan tangan kanannya dan menjetikkan jari kelingking yang terdapat warna putih, seketika pusaran angin yang cukup kencang dan besar keluar dari sarung tangan tersebut yang membuat Ranku harus menghindar dari angin tersebut.
Nord yang melihat kesempatan tersebut langsung menonjok bagian perut dari Ranku dengan kekuatanya, namun pukulannya tersebut hanya merontokkan beberapa bagian batu yang terdapat di tubuh Ranku.
Ranku pun membalas serangan tersebut dengan menghantam Nord ke tanah menggunakan ekornya yang besar.
"Aghhh....!!!" Seru Nord yang sudah mulai kehabisan kekuatannya.
Hernez masih berada di sekitar situ dan iapun kembali berlari menuju Ranku yang sedang menyerang Nord.
__ADS_1
Disaat berlari mata Hernez seperti memberikan sebuah kode kepada Nord yang sedang berusaha kembali berdiri, seketika aura hijau di tubuh Nord semakin membesar dan Ranku mulai heran karena sekeras apapun usaha mereka untuk menyerangnya, tetap saja pertahanan Ranku tidak dapat ditembus.
"Percuma saja kalian menyerangku terus terusan, aku tidak akan terluka hanya karena serangan tersebut" Ucap Ranku yang sedang bersiap menerima serangan apapun itu.
Ranku kembali menyerang Hernez yang sedang berlari dengan mengeluarkan banyak bebatuan besar dan tajam dari bawah tanah untuk menghalangi Hernez yang sedang berlari.
Namun pergerakan Hernez sangat lincah ia dapat menghindari semua serangan yang muncul dari bawah tanah tersebut dan dengan sarung tangannya yang kuat pun ia dapat menghancurkan beberapa batu tersebut.
Hernez berlari hingga melewati Ranku dan segera memegang tubuh Nord yang sedang mengeluarkan penuh tenaganya.
"Apa? kenapa dia melewatiku. Hah? jangan jangan dia ingin melakukan itu lagi" Ucap Ranku yang terlihat khawatir terhadap pergerakan Hernez
"Aku tidak akan membiarkanmu memberhentikan waktu lagi!!!" Seru Ranku dan tangan kanannya kini berubah menjadi sebuah akar pohon besar dengan duri duri tajam dan ujung yang sangat lancip sedang berjalan dengan cepat menuju Nord dan juga Hernez.
Disaat serangan tersebut sudah mulai dekat dengan Hernez dan juga Nord seketika waktu kembali terhenti dan Nord pun segera meloncat ke atas dengan cepat sambil menggendong Hernez.
Disaat Nord sudah mengepal tangan kanannya untuk segera meninju bagian perut dari Ranku, ternyata empat detik sudah berlalu dan waktu kembali berjalan normal
"Sialan ka-" Ucapan Ranku kembali terpotong karena Hernez langsung memberhentikan waktu kembali dan Hernez juga mengepal tangan kanannya dengan sarung tangan yang ia miliki dan semua warna yang berada di sarung tangan tersebut menyala.
Tangan Nord kini sudah berada tepat di depan perut dari Ranku dan tangan Hernez kini sudah berada tepat di depan punggung Ranku. Mereka berdua pun segera melakukan serangan secara bersamaan.
Burghhhh..... Suara dentuman yang sangat keras kembali terdengar dan banyak sekali bongkahan batu dan bahkan emas yang terlempar jauh kemana mana, itu adalah bagian tubuh dari Ranku yang mulai rontok dan hancur akibat serangan Hernez dan Nord yang dilakukan secara bersamaan.
Semua orang yang berada di istana kerajaan masih kebingungan karena pandangan mereka terhalang oleh asap dan puing puing akibat serangan tersebut.
Disaat kabut asap mulai pudar terlihat Nord yang sedang digendong oleh Hernez yang sedang berjalan menuju istana kerajaan. Aura hijau dari Nord sudah hilang dan sarung tangan milik Hernez pun sudah mulai rusak.
__ADS_1
Jero dan Keri segera keluar dari istana untuk menjepit Hernez dan Nord yang sudah tidak sadarkan diri tersebut.
"Kalian berdua cepat pergi ke ruang pengobatan" Ucap Jero yang kini merangkul Hernez.
Hernez pun tidak menjawab satu kata pun dari Jero dan tetap berjalan menuju ruang pengobatan yang berada di istana kerajaan
"Luar biasa.... kekuatan Komandan Hernez terlalu luar biasa untuk dilawan" Ucap Levion yang terkagum melihat kekuatan dari Hernez.
"Kekuatan tersebut memang sangat kuat tetapi memiliki kelemahan yang sangat fatal" Ucap Yuito yang berada di samping Hikaru dan teman temannya.
"Kenapa sepertinya komandan Hernez tidak pernah berbicara sama sekali?" Tanya Reina kepada Yuito.
"Karena dia memang sejak lahir dia tidak bisa berbicara atau lebih tepatnya bisu sejak lahir" Ucapan Yuito tersebut membuat Hikaru dan teman temanya terkejut.
"Tetapi dia tetap berjuang selama hidupnya dengan kekuatan memanipulasi waktu yang ia miliki serta sarung tangan sihir yang ayahnya tinggalkan untuk Hernez"
Yuito sedikit bercerita tentang masa lalu Hernez kepada Hikaru dan teman temannya, lalu Ranku pun mulai kembali terlihat. Kini di seluruh tubuhnya sudah tidak terdapat lagi ekor dan bebatuan yang menyelimuti tubuhnya.
Bagian perutnya pun sudah berlubang dan hanya tersisa sayap emas di bagian kirinya, dengan bajunya yang sudah terlepas dari tubuhnya.
"Apakah dia sudah mati?" Tanya Shiori.
"Aku tidak tahu, tapi dilihat dari kondisinya sepertinya dia sudah mati" Jawab Hikaru.
Seluruh orang di istana kerajaan masih kebingungan dengan situasi saat ini karena mereka belum bisa memastikan bahwa Ranku sudah dikalahkan atau belum.
"Lith coba kau periksa apakah dia masih hidup atau tidak" Ucap Yuito kepada Lith yang matanya bisa melihat aura energi sihir dan aura kehidupan.
__ADS_1
Karena Lith memang mempunyai kekuatan sihir yang sangat besar dibandingkan seluruh orang di kerajaan ini, ia selalu belajar ilmu sihir sejak ia lahir