Destiny Will Change

Destiny Will Change
Bangkit Kembali


__ADS_3

Situasi kota Zivilia kini sudah sangat hancur dan benteng benteng di sekitarnya pun sudah hancur akibat serangan dari pasukan berjubah hitam yang masih belom diketahui jelas indentitas nya, hanya Hikaru yang mengetahui siapa pemimpin mereka


"Hikaru dan yang lainya, kalian tidak apa apa?" Tanya seseorang yang menghampiri Hikaru serta teman temannya yang ternyata adalah komandan yuito dan Lith.


"Kita semua tidak apa apa, bagaimana dengan kalian? sepertinya kalian terluka cukup parah" Jawab Shiori melihat keadaan komandan Yuito dan Lith yang terluka akibat kewalahan melawan Terion.


"Ya kami cukup kesulitan, tetapi setidaknya kami berhasil"


Tetapi disaat semua orang sudah tenang dan para anggota lain dari pasukan berjubah hitam tersebut sudah banyak yang tumbang, seketika terjadi getaran tanah yang cukup besar seperti gampa bumi.


"A-apa ini?" Lith bertanya tanya kepada dirinya sendiri, melihat situasi yang tenang tersebut kini berubah menjadi ketakutan yang mendalam.


"Sepertinya pertarungan ini belum selesai" ucap komandan Nord zepelion yang berada cukup jauh dari Hikaru.


"Semuanya cepat pergi ke tempat yang tidak terlalu dekat dengan bangunan, Ayo!!" Seru Vilkart yang sedang membantu mengungsi para warga ke tempat yang aman.


Gempa tersebut sangat kencang sehingga semakin banyak rumah rumah warga dan bangunan lainnya hancur dengan mudahnya.


"Tuan putri, bagaimana ini? sepertinya gempa ini cukup besar apakah kita perlu meninggalkan istana?" Tanya Jero kepada tuan putri yang masih melihat situasi dari kerajaan.


"Tidak perlu. Bangunan ini cukup kuat dan dilindungi oleh beberapa kekuatan sihir jadi istana ini tidak akan mudah semudah itu" Ucap tuan putri


"Jero, tolong beritahukan kepada seluruh warga sekitar dan para petualang untuk segera mengungsi ke istana kerajaan. Sepertinya akan terjadi serangan besar dan ini satu satunya tempat yang aman untuk saat ini"


"Baik tuan putri akan saya beritahukan secepatnya" Ucap Jero yang menjawab perintah dari putri Irisviel.


Setelah itu pun dengan cepat para petualang dan anggota ksatria kerajaan mengetahui bahwa satu satunya tempat yang aman saat ini hanyalah istana kerajaan.


"Semuanya ayo cepat menuju istana kerajaan, disanalah tempat yang aman untuk saat ini" Ucap Vilkart

__ADS_1


"Ayo semuanya cepat!!" Seru Zegel yang sedang membantu Vilkart


"Apa ini? kenapa tiba tiba terjadi seperti ini" Hikaru terlihat kebingungan dengan situasi yang tidak diketahui seperti ini.


"Hikaru sebaiknya kita juga secepatnya pergi ke istana" Ucap Shiori yang terlihat khawatir dan langsung menarik tangan Hikaru.


Hikaru dan teman temannya pun kini sedang menuju ke istana kerajaan bersamaan dengan para komandan ksatria kerajaan.


Namun di tengah perjalanan tanah yang mereka pihak menjadi tidak stabil, seketika banyak batu batu besar yang berbentuk seperti ujung pensil keluar dari bawah tanah.


"Semuanya menghindar!!" Seru komandan Lith.


Mereka semua pun terus berlari sambil menghindari bebatuan tersebut yang muncul secara acak dari bawah tanah.


Setelah berlari sambil melewati banyaknya rintangan tersebut akhirnya mereka pun sampai di istana kerajaan.


"Keri sebenarnya apa yang sedang terjadi?" Tanya Yuito kepada keri yang sedang menunggu di depan pintu istana kerajaan.


Setelah Hikaru dan teman temannya berhasil masuk ke dalam istana, tiba tiba mereka melihat mayat dari Ranku yang telah Hikaru bunuh kini bergerak dengan sendirinya.


Ranku pun berdiri dan langsung mengarahkan pandangannya ke arah istana kerajaan.


"Bagaimana dia bisa masih hidup setelah semua ini?" Levion bertanya tanya pada dirinya.


Dan bukan hanya dia, tetapi semua orang terlihat kebingungan melihat Ranku yang masih hidup dengan penuh luka di sekujur tubuhnya dengan banyak sekali darah yang sudah keluar dari dalam tubuhnya.


"Ini semua belum berakhir!!!!" Seru Ranku yang berteriak dengan sangat keras bahkan teriakan sampai terdengar ke istana kerajaan.


Lalu bebatuan yang berbentuk ujung pensil tersebut pun kini mulai berterbangan dan menusuk nusuk tubuh Ranku, entah kenapa bebatuan dan ada banyak beberapa benda di sekitarnya mulai menusuk tubuh Ranku.

__ADS_1


"Apa yang dia lakukan?" Komandan Nord terlihat khawatir dengan situasi saat ini.


Tubuh Ranku kini sudah mulai tertutupi oleh banyaknya bebatuan dan barang barang di sekitarnya.


Lalu seketika terjadi ledakan yang sangat besar dari sekitarnya tubuhnya yang membuat seluruh benda yang sudah menempel pada tubuhnya kini terlempar semuanya dan dinding sihir yang tidak terlihat dari istana kerajaan pun melindungi istana dari ledakan tersebut


"Sepertinya pertarungan akan kembali terjadi" Ucap Zegel yang juga melihat hal tersebut dari dalam istana, namun saat itu dia belum menemui Hikaru.


Dan kini tubuh Ranku sudah kembali terlihat, tubuhnya berubah drastis kini tubuhnya terlihat sangat kekar dan berotot ditambah dengan beberapa bebatuan pepohonan dan besi ataupun yang lainya kini sudah menyatu dengan tubuhnya agar tubuh utama nya tidak bisa diserang sama sekali.


Dan di punggung nya terdapat sayap yang tercipta dari emas, ia menyerap seluruh emas yang berada di bawah tanah dengan mudah.


"Sebenarnya aku tidak mau menggunakan kekuatan ini, tetapi daripada misiku gagal dan hidupku berakhir disini. Setidaknya aku harus membunuh semua orang yang ada di sini" Ucap Ranku yang terlihat kesal sambil melihat ke arah istana kerajaan.


Lalu tanpa basa basi Ranku seketika mengayunkan tangan kanannya seperti sedang menampar seseorang, lalu seketika pusaran angin yang sangat besar keluar dan dengan cepat menuju istana kerajaan.


Drakkk....Suara angin besar tersebut yang menyentuh dinding sihir istana kerajaan sehingga tidak mengenai bangunan dari istana.


"Sial... ternyata ada pelindung nya. Baiklah kalau begitu aku akan menyerangnya terus terusan hingga dinding tersebut hancur dan membunuh kalian semua!" Seru Ranku yang terlihat sangat ambisius untuk membunuh semua orang yang ada saat itu


Lalu diapun kini membuat sebuah bola besar yang terbuat dari seluruh besi dan logam yang terdapat di sekitarnya dan bahkan dari beberapa puing puing bangunan dan kembali menyerang istana kerajaan.


Serangan tersebut pun kembali ditahan oleh dinding sihir namun kita semua tidak tahu berapa lama dinding sihir itu akan bertahan.


"Tuan putri bagaimana ini? kalau ini terus terusan dibiarkan dinding sihir tersebut akan hancur dan istana juga akan mudah dihancurkan dengan cepat" Ucap Jero.


"Kita harus melawannya" Ucap tuan putri yang terlihat dingin dan sepertinya sudah merencanakan sesuatu untuk mengalahkan Ranku.


"Kalian semua keluarlah...!!! Hikaru keluarlah, kau hampir membunuhku tadi sekarang biarkan aku menyerangmu!!!" Seru Ranku yang semakin emosi.

__ADS_1


Dengan kekuatan Ranku yang saat ini, semua orang pun belum berani untuk bertarung melawannya. Karena Ranku kini bisa mengendalikan dan melakukan apapun dengan kekuatannya ditambah dengan tubuhnya yang terlihat tidak bisa ditembus oleh serangan biasa.


Dan beberapa kekuatan Ranku yang lainya pun belum diketahui oleh semua orang. Semua orang terus memikirkan tentang nasib mereka saat ini


__ADS_2