
Sepuluh tahun yang lalu di kerajaan Zivilia terdapat tiga orang anak berumur tujuh tahun sedang berlarian di ibu kota kerajaan.
"Jero tunggu kenapa kau larinya terlalu cepat" Ucap Leo sambil berlari mengejar Jero yang berada di depannya.
"Ayo Leo kenapa kau lama sekali, padahal aku tidak mengeluarkan seluruh kemampuanku"
"Leo kalau kau seperti itu kau tidak bisa disebut sebagai lelaki, masa kalah denganku" Ucap Keri yang sedang berlari di samping Jero.
"Ayo cepat cepat, kalau terlambat nanti kita tidak bisa melihatnya" Ucap Jero yang sangat bersemangat kembali berlari menuju ke tengah kota kerajaan.
Disana terdapat sebuah arena pertarungan yang berbentuk lingkaran besar dengan penonton yang menanjak mengelilingi arena tersebut, dataran dari arena tersebut hanyalah sebuah tanah.
Arena itu adalah tempat ujian bagi para kandidat yang akan menjadi ksatria kerajaan, disana mereka saling bertarung satu lawan satu mencari yang terkuat untuk menjadi ksatria kerajaan.
"Wah hebat sekali!!!" Teriak Jero yang sangat bersemangat melihat pertarungan di arena tersebut.
"Bu-bukankah itu menyakitkan" Ucap Leo sambil mengangkat kedua tangannya ke wajah untuk menutupi pengelihatannya.
"Kau ini selalu ketakutan, sudah kubilang tidak ada yang perlu ditakutkan" Keri memarahi Leo sambil memegang kedua tangan Leo agar tidak menutupi kedua matanya.
"Suatu saat nanti aku pasti akan menjadi ksatria kerajaan terhebat dan melindungi kerajaan ini beserta tuan putri"
Jero berdiri dari tempat duduknya dengan tekad yang besar dia berjanji kepada dirinya agar menjadi ksatria kerajaan yang hebat.
Waktu berjalan tahun demi tahun Jero, Keri dan Leo terus berlatih bersama. Setelah remaja mereka bertiga berpetualang keluar dari kerajaan untuk melawan monster monster dan membantu para penduduk di luar kota.
Setelah menunggu lama akhirnya waktu yang mereka tunggu telah tiba, mereka akhirnya mengikuti seleksi untuk menjadi ksatria kerajaan dan bertarung di Arena yang dulunya dia hanya bisa melihat dari bangku penonton kini dia menjadi salah satu kandidat ksatria kerajaan.
__ADS_1
"Aku pasti akan mengalahkan lawanku" Ucap Jero yang keluar dari salah satu pintu dan berdiri berhadapan dengan lawannya di arena tersebut.
Dengan kekuatan Jero yang sudah ia latih dengan sungguh sungguh serta pengalaman bertarungnya dari petualangan yang dia jalani bersama dengan Leo dan Keri membuatnya dengan mudah mengalahkan lawannya tersebut.
"Akhirnya, aku... aku berhasil" Ucap Jero dengan penuh bangga dan kesenangan sambil melihat ke arah langit bahwa mimpinya telah tercapai.
Akibat kekuatan Jero yang sangat besar, parah anggota kerajaan pun memilih nya untuk menjadi pengawal pribadi tuan putri Irisviel, secara kebetulan Leo dan Keri pun terpilih menjadi pengawal pribadi Putri Irisviel.
Mereka bertiga menjadi salah satu ksatria kerajaan terkuat di kerajaan zivilia, mereka menjalani hari hari dengan penuh senyuman dan kebersamaan. Leo yang tadinya penakut dan hanya bisa menangis kini menjadi lelaki yang kuat dan terus berusaha berlatih agar bisa mengalahkan Jero
"Ah sial kenapa kau kuat sekali Jero? Sekali lagi ayo bertarung sekali lagi" Ucap Leo yang sudah kelelahan karena setiap harinya dia hanya menantang Jero untuk bertarung di tempat latihan istana kerajaan.
"Hahaha baiklah, ayo maju Leo"
Mereka berdua terus bertarung setiap harinya namun hasilnya tetap saja sama, dengan Leo yang selalu kalah dan Jero menang tanpa mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Di perjalanan dia bertemu dengan Hikaru dan terjadi kesalahpahaman yang besar, setelah selesai berurusan dengan Hikaru. Yuri, Leo, dan Keri beserta pasukannya di hadang oleh empat orang berjubah hitam.
Seluruh pasukan yang ikut bersama mereka mati terbunuh oleh empat orang berjubah hitam tersebut, empat orang tersebut berusaha untuk membunuh putri Irisviel.
Namun Jero,Leo, dan Keri berusaha untuk melindungi tuan putri dan bertarung melawan empat orang tersebut. Shiori dan Zegel datang membantu, Hingga akhirnya Jero harus mati oleh Yuri salah satu dari empat orang berjubah hitam tersebut yang kemungkinan berasal dari kerjaan Trias.
Perjalanan tiga orang sahabat harus berakhir karena Jero telah mati meninggalkan Leo dan Keri.
"Kenapa? kenapa ini harus terjadi padahal kita sudah berjuang bersama sampai sejauh ini. tapi kenapa?" Ucap Leo yang berlutut di hadapan Jero yang sudah terbaring dan tidak bernafas.
Sementara Keri dan Hikaru hanya bisa terdiam melihat Jero yang mati namun Yuri yang membunuhnya masih hidup.
__ADS_1
Hikaru kembali ke tempat Shiori dan Zegel serta byakko masuk kedalam tubuh Hikaru setelah kelelahan karena byakko tidak bisa terlalu lama mengeluarkan kekuatannya untuk Hikaru.
Hikaru mengambil kereta kudanya dan membawanya pergi ke tempat kereta kuda putri Irisviel berada, Shiori dan Zegel berada di dalam kereta kuda milik putri Irisviel karena mereka berdua terluka sangat parah.
Jero pun di bawa oleh Leo ke kereta kuda tuan putri Irisviel, melihat Jero yang sudah mati dibawa oleh Leo. Putri Irisviel pun tidak mampu menahan air matanya dan menangis karena kematian Jero.
"Jero, terima kasih telah melindungi ku sampai saat ini" Ucap tuan putri yang berusaha untuk menahan dan menutupi rasa sedihnya.
Hikaru membawa kereta kudanya berjalan bersama dengan kereta kuda kerajaan yang dibawa oleh Leo untuk melanjutkan perjalanan menuju kota Zalka.
Shiori dan Zegel yang berada di dalam kereta kuda kerajaan sedang di rawat oleh Keri dengan obat obatan seadanya. Sementara mayat Jero di letakan di kursi yang panjang gerbong paling pertama.
Sementara Reina yang masih tidak sadarkan diri ditaruh di gerbong kosong kereta kuda milik Hikaru.
Tuan putri Irisviel tetap berusaha tegar melihat seluruh orang terluka bahkan mati hanya untuk melindunginya, di sepanjang perjalanan Hikaru dan Leo menjelaskan apa yang baru saja terjadi kepada putri Irisviel.
Mereka melanjutkan perjalanan tanpa adanya senyuman. Keputusasaan dan kesedihan menyelimuti mereka semua sepanjang perjalanan.
Malam pun berakhir sinar bulan telah berganti dengan cahaya matahari yang menyinari daratan bersamaan dengan para burung yang berterbangan di pagi hari.
Hikaru dan Leo pun akhirnya sampai di depan gerbang kota Zalka, para penduduk yang tinggal di ibu kota tersebut menyambut kedatangan tuan putri. Tuan putri pun menyapa dengan penuh senyuman sambil menyembunyikan kesedihan dan penderitaannya.
"Hikaru serahkan Reina kepadaku, nanti setelah kau mengantar makanan tersebut kau datang ke kastil kerajaan untuk menjelaskan semuanya dan bertemu dengan teman temanmu"
"Baiklah nanti aku akan segera menyusul kesana"
Mereka berdua pun berpisah di sebuah perempatan, Hikaru pergi ke restoran untuk mengantar bahan bahan makanan yang dia bawa. Sementara Leo pergi ke kastil kerajaan.
__ADS_1