
Hikaru pergi membawa kereta kudanya ke restoran makan yang cukup mewah untuk menyerahkan bahan makanan dan menyelamatkan misinya.
"Terima kasih sudah membawanya dengan selamat, apakah terjadi kesulitan saat di perjalanan?" Tanya salah satu pelayan restoran tersebut.
"Ah tidak apa apa, hanya beberapa monster menyerang kami" Ucap Hikaru yang menyembunyikan kejadian penyergapan tersebut karena perintah dari putri Irisviel
"Baiklah sekali lagi terima kasih, ini imbalannya silahkan diterima" Ucap pelayan tersebut sambil memberikan uang sebesar 3 Tin atau di dunia Hikaru total tersebut adalah 3 juta.
Uang tersebut dapat mencukupi kehidupan Hikaru, Shiori dan Zegel untuk beberapa Minggu.
Hikaru pun berjalan di tengah keramaian kota Zalka dengan bentuk bangunan dan struktur kota yang tidak jauh berbeda dengan ibu kota kerajaan Zivilia namun kota Zalka sedikit lebih kecil. para pedagang masih sangat ramai dengan mendirikan tenda di pinggir jalan.
Bangunan seperti restoran dan toko-toko tersebut pun hanya terbuat dari bebatuan dan kayu yang sangat kokoh.
Dengan kondisi yang tidak begitu baik ditambah Hikaru terus memikirkan keadaan Zegel dan Shiori sepanjang perjalanan membuat dirinya hanya terdiam menuju kastil kerajaan yang berada di tengah kota Zalka tersebut.
Disaat Hikaru sampai di depan gerbang kastil kerajaan, para penjaga gerbang langsung membukakan pintunya karena mereka sudah mendapat perintah dari putri Irisviel agar mengijinkan Hikaru masuk.
Gerbang yang sangat besar itu terbuka sehingga membuat Hikaru melihat seluruh bentuk dari kastil kerajaan tersebut dengan taman yang sangat luas dan indah di depannya.
Setelah melewati taman yang sangat megah dia berjalan masuk ke dalam kastil tersebut dan bertemu dengan Zegel yang sedang berjalan di sebuah lorong dengan penuh perban di sekitar tubuhnya.
"Zegel!!!" Teriak Hikaru yang sedang berada di lorong panjang nan mewah tersebut melihat Zegel sedang berjalan dari kejauhan
Zegel pun menengok ke arah asal suara tersebut dan menyadari bahwa orang tersebut adalah Hikaru, diapun berjalan menghampiri Hikaru.
"Akhirnya kau datang haha, aku sempat terkejut tadinya kukira aku sedang bermimpi bisa berada di tempat yang mewah seperti ini. Namun ada seorang pelayan cantik yang menjelaskan semuanya kenapa aku berada disini" Ucap Zegel sambil menunjukan ekspresi wajah yang sangat puas dengan apa yang baru saja dia lihat.
-Anak ini benar benar beruntung, padahal tulang rusuk kiri ku pun juga terluka namun tidak ada yang menyadarinya. Batin Hikaru yang iri dengan Zegel sambil menunjukan ekspresi sedih.
"Kau tidak apa-apa? sepertinya lukamu sangat parah. Sebenarnya apa yang terjadi denganmu hingga seperti ini?"
__ADS_1
"Ah tidak apa-apa ini hanya sebuah pertahanan diri dariku" Ucap Zegel dengan senyuman yang menyembunyikan kekuatanya
"Zegel, disaat aku menolong mu disana aku melihat ada orang lain yang tergeletak tidak sadarkan diri dengan penuh luka apa kau mengenalnya?"
"Oh iya orang itu Tadaro, dia adalah salah satu dari empat orang berjubah hitam yang kita lawan. Akulah yang membuatnya tidak sadarkan diri, sekarang ada dimana dia?" Jawab Zegel sambil terkejut karena dia melupakan tentang Tadaro.
"Itu yang jadi masalahnya, aku juga lupa tentang dia sehingga tidak berhasil untuk membawanya kemari" Ucap Hikaru yang sangat kecewa dengan dirinya sendiri
"Sudah tidak apa-apa Hikaru ini bukan salahmu"
"Kalau begitu dimana Shiori sekarang?" Tanya Hikaru yang terlihat sangat khawatir terhadap Shiori
"Shiori terluka cukup parah sehingga dia belum sadarkan diri, sekarang dia sedang berada di lantai tiga namun sudah di tangani dengan baik oleh para dokter yang ada di kastil ini"
"Aku akan kesana dulu Zegel nanti kita bicara lagi" Hikaru pun berlari meninggalkan Zegel dan pergi menuju ruangan dimana Shiori berada.
"Baiklah jangan sampai tersesat"
Hikaru berjalan menaiki tangga menuju lantai tiga untuk melihat keadaan Shiori, diapun masuk ke ruangan di mana Shiori berada dan melihat Shiori penuh dengan luka terutama di tangan kanannya terdapat tusukan yang cukup dalam akibat dari senjata milik Reina.
"Andai aku bisa datang lebih cepat, kau pasti tidak akan terluka seperti ini Shiori. Maafkan aku"
Hikaru pun duduk di sebuah kursi yang berada di samping tempat tidur Shiori, identitas Shiori sebagai ras kucing sudah diketahui oleh putri Irisviel namun tuan putri mengijinkan Shiori memasuki kota ini karena telah menyelamatkannya.
Hikaru terus duduk di samping Shiori dan menatapnya dengan sangat khawatir, sampai Leo pun akhirnya memanggil Hikaru dan membuatnya berdiri meninggalkan Shiori untuk bertemu dengan putri Irisviel.
"Hikaru, tuan putri sudah memanggilmu. Ayo ikut denganku" Ucap Leo yang datang dengan membuka pintu ruangan Shiori untuk menjemput Hikaru.
"Baiklah... Shiori aku akan kembali" Ucap Hikaru sambil menundukkan kepalanya melihat Shiori lalu berpaling dan meninggalkan Shiori sendirian di ruangannya untuk pergi menuju putri Irisviel bersama Leo.
Setelah menuruni dua lantai Hikaru berada di lantai satu mengikuti Leo berjalan menuju ruangan kerajaan dimana terdapat putri Irisviel sedang duduk di sebuah kursi kerajaan, disana terdapat dua ksatria kerajaan yang berdiri di kedua sisinya.
__ADS_1
"Hikaru... akhirnya kau datang juga. Apakah kau baik baik saja?" Tanya Putri Irisviel yang berdiri dari kursinya untuk menghampiri Hikaru
"Iya aku tidak apa apa terima kasih sudah khawatir tuan putri"
Ucapan Hikaru yang sangat formal dan sopan membuat putri Irisviel merasa tidak enak.
"Tidak usah berbicara terlalu formal seperti itu, lagipula panggil saja aku Irisviel disaat hanya ada kita berdua" Ucap putri Irisviel sambil memasang ekspresi cemberut terhadap Hikaru
-Gawat... terlalu imut, lagi pula kan sekarang sedang banyak orang apanya yang sedang berdua. Batin Hikaru
"Ba-baiklah" Ucap Hikaru memalingkan pandangannya dari putri Irisviel karena takut jatuh hati terhadapnya.
Dengan rambut biru yang di kuncir ke belakang membuat wajah imutnya sangat sayang untuk tidak dilihat oleh Hikaru.
"Baiklah Hikaru, aku memanggilmu kesini untuk membicarakan tentang Reina"
Hikaru pun menjelaskan tentang Reina dan tubuhnya yang sangat kuat sehingga tidak bisa di bunuh dengan mudah, Hikaru juga sedikit menceritakan tentang kekuatan yang dimiliki oleh Reina saat bertarung dengannya.
Tetapi Hikaru masih menyembunyikan kekuatanya tentang byakko dan juga menyembunyikan tentang Phoenix milik Shiori.
"Aku mengerti sekarang jadi walaupun bagian tubuhnya hancur dia tetap bisa menumbuhkannya kembali"
"Hikaru bisakah kau ikut denganku sekarang juga"
"Baiklah"
Hikaru, Leo dan putri Irisviel pun pergi ke halaman belakang dari kastil kerajaan tersebut.
Hikaru dikejutkan dengan Reina yang kedua kaki dsn tangannya diikat oleh tali dan diatasnya terdapat balok besi yang sangat besar ukurannya dua kali lipat lebih besar dari Reina.
"Itu hanya untuk jaga jaga, apabila dia berusaha untuk melarikan diri. Mau tidak mau kita akan menjatuhkan balok besi tersebut, walaupun dia bisa menumbuhkan kembali tubuhnya. Tetapi dengan balok besi sebesar itu yang menimpa tubuhnya dia pasti tidak bisa bergenerasi dan kemungkinan itulah cara untuk membunuhnya dengan menghancurkan seluruh tubuhnya sekaligus" Ucap Leo menjelaskannya kepada Hikaru yang terkejut melihat keadaan Reina
__ADS_1