
Kini Shiori pun sudah mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang Ranku yang berada di depannya.
Shiori pun berlari dengan melangkahkan kakinya menuju Ranku tetapi disaat Shiori sudah mulai dekat dengan Ranku tiba tiba ada seseorang yang dengan cepat menabrak Shiori dan membuatnya terlempar jauh.
Orang itu terlihat seperti seorang perempuan yang menggunakan jubah hitam dan baju serta celana yang berwarna hitam dengan rambut berwarna pink, entah bagaimana caranya ia bisa berada di samping Shiori sangat cepat.
"Apa apaan itu, menyerangku dengan sangat cepat" Ucap Shiori yang terlihat kebingungan sambil mencari seseorang yang menyerangnya tadi. Setelah muncul sekejap perempuan tersebut kini kembali menghilang dari hadapan Shiori.
Disaat Shiori berdiri dan kembali memegang pedangnya, tiba tiba terdengar suara pergerakan yang sangat kencang dari samping kirinya dan tanpa sepengetahuan Shiori seketika terdapat sebuah kaki muncul di samping kiri Shiori dan langsung menendang wajah Shiori dengan sangat keras.
Shiori tidak dapat mengantisipasi serangan tersebut karena tidak terlihat dan datang secara tiba tiba.
"Kau.... kau lemah sekali hahahaha. Sudah kuduga manusia biasa memang tidak akan bisa bertarung apabila tidak dapat melihat musuhnya" Ucap perempuan rambut pink tersebut yang menertawakan Shiori.
"Bagaimana kau bisa menyerangku dengan seperti itu?" Tanya Shiori sambil berusaha kembali berdiri untuk bertarung melawan perempuan tersebut
"Mudah saja kekuatanku adalah Teleportasi jadi aku dapat dengan mudah berpindah tempat dengan cepat kemanapun ku mau" Ucap Perempuan tersebut yang setelah selesai bicara ia kembali melakukan Teleportasi dan kembali menendang tubuh Shiori
"Akkhhh.....!!!" Seru Shiori berteriak kesakitan karena perutnya ditendang dengan kencang oleh perempuan tersebut secara tiba tiba.
"Oiya aku lupa memperkenalkan diri. Namaku Nori jadi salam kenal ya Shiori" Ucap perempuan berambut pink tersebut sambil menyebutkan namanya.
-Kecepatan Teleportasi dia melebihi kecepatan dari perpindahan tempat Hikaru menggunakan daggernya, bagaimana aku bisa mengalahkan perempuan licik ini. Batin Shiori yang terus memikirkan cara untuk mengalahkan Nori.
Shiori kembali bangun dan memegang pedangnya dengan kuat namun lagi lagi Nori kini muncul dari atas kepalanya dan langsung memukul Shiori dari atas dengan sangat keras.
Disaat Shiori ingin menyerang balik Nori langsung kembali melakukan Teleportasi menjauh darinya dan memukul Shiori terus menerus dengan cara yang sama berulang kali dengan teleportasi.
__ADS_1
-Kalau begini terus aku bisa kalah. Batin Shiori
"Sepertinya kau sudah kelelahan telinga kucing lebih baik kau lari saja daripada aku membunuhmu nantinya" Ucap Nori yang berhenti menyerang Shiori karena tidak ada harapan untuk Shiori menang.
-Aku harus bisa mengalahkannya, fokus Shiori fokus. Batin Shiori ia terus berbicara di dalam hatinya untuk memfokuskan dirinya agar bisa mengalahkan Nori.
Shiori kembali berdiri dan memfokuskan dirinya, ia yakin bahwa dirinya yang termasuk ras kucing ini bisa memanfaatkan telinganya yang tajam pendengarannya untuk dapat mendengar pergerakan dari Nori saat melakukan Teleportasi.
Ditambah juga dengan penciumannya yang tajam ia dapat mencium aroma Nori walaupun saat teleportasi.
"Sepertinya kau memang tidak mudah untuk menyerah ya, baiklah aku akan menyelesaikan ini dengan cepat" Ucap Nori yang kembali menghilang melakukan Teleportasi untuk menyerang Shiori.
Shiori pun masih dalam keadaan konsentrasi penuh dan kini ia dapat merasakan keberadaan Nori, ia mendengar suara pergerakan dari belakang tubuhnya dan sangat tercium jelas hawa keberadaan Nori dibelakangnya.
Tanpa ragu Shiori langsung menggenggam pedangnya dan mengarahkannya kebelakang tubuhnya.
Pipi bagian kirinya lecet akibat tebasan pedang milik Shiori.
"Tunggu, bagaimana kau bisa menyadari keberadaanku?" Tanya Nori yang terlihat panik karena kini tekniknya sudah terbaca oleh Shiori
"Aku tidak akan dikalahkan dengan mudah olehmu" Ucap Shiori dengan ekspresi dingin nya seperti biasa
"Cih!!" Seru Nori yang terlihat kesal melihat Shiori.
Sementara itu disisi lain terdapat Hikaru dan Ranku yang masih berhadapan.
-Aku tidak mungkin bisa menang dengan mudah melawan Ranku. Batin Hikaru
__ADS_1
Disaat Hikaru sedang berdiri sambil memikirkan sebuah cara untuk mengalahkan Ranku seketika Ranku dengan cepat langsung maju dan mengeluarkan dua buah tangan yang sangat besar terbuat dari logam besi yang muncul dari bawah tanah berusaha untuk menyerang Hikaru.
Namun seketika dari kanan mereka muncul sebuah rudal yang menyerang kedua tangan logam besi buatan Ranku tersebut hingga hancur
"Hah? siapa itu?" Tanya Ranku sambil melihat ke arah kanan.
Ia melihat sebuah robot yang bentuknya mirip seperti manusia namun dua kali lipat sedikit lebih besar dan terdapat manusia yang mengendalikannya di bagian kepala robot tersebut seperti terdapat sebuah kendali disana sehingga robot tersebut tidak memiliki kepala
Robot tersebut berwarna coklat dengan seluruh tubuh yang terbuat dari baja besi dan memiliki beberapa rudal yang siap diluncurkan dari kedua tanganya dan ia terbang dengan mengeluarkan roket dari kedua kakinya
"Sebuah robot? aku tidak menyangka di dunia ada orang yang dapat membuat robot seperti itu" Ucap Hikaru yang kebingungan karena di dunia ini tidak memungkinkan bagi orang orang untuk mempunyai teknologi seperti itu.
"Hei kau yang disana aku berterima kasih karenamu aku bisa menguji coba robotku di dalam kota, tetapi aku juga tidak bisa memaafkanmu karena telah menghancurkan kota kelahiranku" Ucap Pria yang mengendarainya robot tersebut, ia langsung menggerakkan robotnya menuju ke arah Ranku dengan kecepatan kencang.
"Hahahah bagus maju lah kemari!!!" Seru Ranku yang terlihat tidak takut sama sekali dengan robot tersebut.
Disaat robot tersebut sudah sangat dekat dengan Ranku seketika dari bawah tanah muncul sebuah Golem yang sangat besar ukurannya empat kali lipat dari robot yang akan menyerang Ranku.
Golem tersebut terbuat dari campuran tanah, batu, logam, besi dan juga emas yang terdapat di bawah tanah. Kekuatan Ranku kini berada di luar batas karena dia bisa melakukan segalanya selama ia berada di atas tanah.
"Apa? dia dapat membuat monster sebesar itu dalam sekejap sementara aku membuat robot ini selama bertahun-tahun memang tidak adil" Ucap pria yang mengendarai robot tersebut.
Tanpa basa-basi Golem yang dibuat oleh Ranku langsung menyerang robot tersebut dengan meninjunya menggunakan tangan kanan.
Robot tersebut berusaha untuk menahannya namun tetap saja ukuran dan kekuatan mereka berbeda jauh. sehingga robot miliknya terlempar jauh ke bawah, dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
"Mustahil kalau seperti ini bagaimana aku bisa mengalahkan dia, Sial!!" Seru Hikaru yang terlihat sangat geram karena kehabisan ide untuk mengalahkan Ranku.
__ADS_1
-Hei bocah aku tidak menemanimu berpetualang untuk menyerah. Ucap Byakko yang berbicara melalui batin Hikaru