Destiny Will Change

Destiny Will Change
Tiga Sahabat


__ADS_3

Tombak milik Yuri sudah menembus bagian dada kiri dari tubuh Jero sementara pukulan terakhir dari Jero juga berhasil menembus tubuh Yuri namun tidak mengenai bagian vital sehingga membuat Yuri masih bisa bergerak dengan normal


“Akhhh!!!.....” Teriak Jero yang sangat kesakitan karena tombak milik Yuri berhasil melukai bagian jantung milik Jero


“Sekarang berakhir sudah….Akhh” Ucap Yuri sambil mengeluarkan darah dari bagian mulutnyaakibat pendarahan di area perut dan dadanya.


Leo dan Keri yang sudah tiba disana sangat terkejut dan emosi mereka tidak terkendali melihat teman seperjuangan mereka dalam keadaan sekarat dan tombak hitam sudah menembus bagian jantungnya.


“Jero!!!!” Teriak Leo dan Keri secara bersamaan mereka berdua terlihat sangat marah dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan antara sedih dan marah.


“Keri maju, maju demi Jero!!” Leo meneriaki Keri untuk tidak menyerah menyelematkan Jero, Leo berlari dengan sangat cepat sambil membentuk sebuah pusaran angin yang sangat besar di tangan kenannya.


Keri yang melihat Leo terus berlari menuju Jero yang masih tertusuk oleh tombak Yuri dan tangan kanan Jero masih menembus bagian tubuh Yuri, membuat dirinya bangkit dan Kembali mengeluarkan panah cahaya yang diarahkan ke arah Yuri.


“Sial, sial, sial aku tidak bisa bergerak dengan cepat untuk segera pergi dari sini” Ucap Yuri yang mencoba Kembali mencabut tombaknya yang masih menancap di tubuh Jero, namun dia tidak kuat untuk mencabutnya karena kondisi tubuhnya yang sudah penuh dengan luka dan pendarahan.


Disaat Yuri ingin melupakan tombaknya dan ingin segera lepas dari tangan Jero yang masih menembus tubuhnya, Jero yang tadinya hanya berdiri terdiam tidak membiarkan hal itu. Dengan tangan kirinya Jero menahan tubuh Yuri untuk lepas dari dirinya.


“Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun!!!” Teriak Jero kepada Yuri sambil terus menahan tubuhnya dengan mengerahkan seluruh kekuatan terakhir yang dia punya.


Jero dan Yuri terus saling menatap, Yuri terus berusaha kabur dari genggaman Jero tetapi Jero terus menahannya.


Leo yang sedang berlari pun mengeluarkan seluruh pusaran angin yang sangat besar ke arah Yuri ditambah dengan anak panah cahaya milik Keri yang sudah terbang menuju Yuri bersamaan dengan angin milik Leo.


Disaat serangan Yuri dan Keri sudah sangat mendekati Yuri, tiba tiba tanah yang berada di depan Yuri berubah menjadi sebuah tangan yang besar sehingga angin dan anak panah cahaya milik Leo dan Keri hanya dapat mengahancurkan tanah tersebut dan tidak berhasil menyerang Yuri.

__ADS_1


Yang menciptakan tangan tersebut ialah musuh yang baru saja Leo dan Keri lawan, setelah golem miliknya hancur dia hanya pingsan sementara lalu segera pergi menuju Yuri untuk membantunya


“Bagus Noctif, bagus” Ucap Yuri kepada orang tersebut sambil menyebut namanya.


“Tidak tidak kenapa, kenapa harus seperti ini Jero!!!” Teriak Leo yang semakin putus asa namun dirinya terus berlari ke arah Yuri.


Melihat Leo yang berlari ke arah dirinya, Yuri berusaha mengangkat tangan kirinya untuk menggunakan kekuatannya lalu mengeluarkan duri duri bayangan yang sangat besar melebihi tubuh Leo keluar dari dalam tanah berjalan ke arah Leo.


Melihat duri tersebut yang berjalan dengan sangat cepat Leo tidak akan sempat untuk menghindar ataupun menyerang duri tersebut. Disaat Leo sudah dihadapkan dengan serangan Yuri yang ingin membunuhnya, seketika dari belakang tubuh Leo terdapat sebuah pisau dengan aliran petir yang terbang ke arah kanan.


Dan Leo merasa tubuhnya terbawa oleh pisau tersebut ke arah kanan dengan sangat cepat sehingga membuat dirinya terhindar dari duri besar yang ingin membunuhnya.


Yang membuat diri Leo bergerak mengikuti arah Pisau tersebut tidak lain adalah Hikaru, Hikaru berpindah tempat dengan pisaunya sambil memegang tubuh Leo untuk membawanya pergi mengikutinya.


-Siapa lagi anak itu dia sangat cepat. Batin Yuri


Hikaru mengubah pandangannya ke Arah Yuri dan melihat Jero yang masih terus berusaha menahan Yuri. Diapun berlari ke arah Jero sambil terus menghindari duri bayangan milik Yuri dengan sangat cepat.


Ditengah berlari Hikaru merasakan rasa sakit yang amat dashyat di bagian rusuk kirinya akibat serangan yang dia dapatkan saat melawan Reina, dengan kondisi tubuh Hikaru yang sangat tidak baik ditambah dengan Byakko yang sedang melindungi teman temannya di kereta kuda kini Hikaru tidak yakin dirinya bisa melawan Yuri.


"Aaaaaaaaa!!!! lepaskan dasar kau ksatria sialan!!!" Teriak Yuri yang semakin ketakutan melihat Hikaru dengan sangat cepat menuju ke arahnya


"Tidak akan!!!" Jero berteriak dengan tekad yang sangat besar di titik akhir pengorbanan nya dia akan berusaha sebaik mungkin.


Wajah Yuri menjadi semakin ketakutan setelah melihat Hikaru yang semakin mendekatinya, dia kembali berusaha mengambil tombak miliknya yang menancap di tubuh Jero.

__ADS_1


Kali ini Yuri berhasil mengambilnya menggunakan tangan kanannya, dan dengan cepat menusukkan tombak itu ke tangan kiri Jero hingga Jero pun melepaskan genggaman nya dari tubuh Yuri. Tangan kanan Jero yang menembus tubuh Yuri pun kini sudah terlepas.


Hikaru yang merasa bahwa dirinya sudah mulai dekat dengan Yuri langsung melempar pisaunya ke atas kepala Yuri, dia berpindah tempat sambil memfokuskan titik serang di tangan kanannya hingga mengeluarkan aliran petir yang sangat besar.


Namun dari bawah kaki Yuri muncul sebuah lingkaran berwarna ungu menyerap dirinya ke dalam lalu menghilang sehingga Hikaru tidak dapat menyerangnya.


Lingkaran ungu tersebut membuat dirinya dapat berpindah tempat, Yuri berpindah tempat ke arah Noctif lalu Noctif menciptakan sebuah benteng besi yang menyelimuti tubuh mereka berdua dan mereka berdua pergi melalui lingkaran ungu yang kembali Yuri ciptakan.


Keri berusaha menyerangnya dengan sihir cahaya miliknya namun sia sia.


"Kita pasti akan bertemu lagi" Ucap pelan Yuri sambil menatapi wajah Hikaru, Yuri dan Noctif pun berhasil pergi dengan kondisi perut Yuri yang berlubang akibat dari pukulan terakhir Jero.


Sementara Jero sangat sekarat dengan kondisi jantung yang robek akibat tertusuk oleh tombak Yuri ditambah dengan tangan kirinya masih terdapat tombak milik Yuri yang tertancap disana.


Jero pun terjatuh dan berlutut di atas tanah. Hikaru, Leo, dan Keri pun berlari ke arah Jero untuk terakhir kalinya


"Leo, Keri, dan kau Hikaru. Kalian bertiga harus melindungi putri Irisviel, dan Hikaru aku yakin kau pasti akan menjadi seorang petualang yang kuat dan dapat menyelamatkan kerajaan ini. Leo dan Keri terimakasih telah menemaniku selama ini, aku tidak akan melupakan kenangan kita bertiga dan perjuangan bersama untuk menjadi Ksatria kerajaan. Maafkan aku tidak dapat menjalankan tugas dengan baik" Ucap Jero dengan suara yang pelan kepada Hikaru, Leo, dan Keri yang sudah berada di dekatnya.


"Jangan berbicara seperti itu, kau masih harus hidup" Ucap Leo yang menangis meneteskan air matanya ke tubuh Jero.


"Kau sudah menjalankan tugasmu dengan sangat baik, kau lah yang paling kuat dibandingkan kita berdua Jero" Ucap Keri yang sudah sangat putus asa sambil mengeluarkan air mata secara perlahan.


Sementara Hikaru hanya berdiri dan terlihat sangat kesal karena Dia merasa Jero mati akibat dirinya yang terlalu lemah dan terlambat datang membantunya. Air mata yang tidak dapat Hikaru bendung pun jatuh secara perlahan.


Di tengah malam dimana hanya terdapat sinar bulan yang menerangi mereka di dalam kegelapan, Jero pun menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan sahabatnya dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2