Destiny Will Change

Destiny Will Change
Empat orang petarung


__ADS_3

Setelah Jero berhasil mengeluarkan serangan yang kuat dan mengenai Yuri sehingga pertarungan mereka terhenti akibat Yuri yang pingsan dengan penuh luka serta Jero yang sudah kehabisan tenaga.


Reina yaitu satu satunya perempuan dari empat orang berjubah hitam tersebut, setelah melihat Yuri yang terluka akibat serangan Jero Rei berusaha untuk menghampiri Yuri. Tetapi dia dihadang oleh Shiori yang sudah berdiri di depannya


"Kenapa kau menghalangi jalanku!! dasar perempuan aneh memakai jubah dan penutup kepala di saat bertarung" Ucap Reina kepada Shiori mengenai pakaiannya


"Diamlah" Ucap Shiori kepada Rei sambil menodongkan pedangnya tepat di muka Reina


Reina pun berusaha untuk menendang pedang tersebut tetapi Shiori dengan cepat meloncat ke belakang dan menghindari serangan Reina


Tiba tiba dari tangan kanan Reina ada sebuah gumpalan darah yang terbentuk dengan sendirinya berubah menjadi sabit yang terbuat dari darah.


-Sepertinya perempuan ini bukan manusia. Batin Shiori


Reina pun langsung meloncat dengan tinggi ke arah Shiori dan menebas sabitnya ke bawah tepat di bagian kepala Shiori


Shiori pun menahannya dengan pedang yang berada di tangan kanannya, Pedang berwarna kuning tersebut sudah terbakar oleh sihir api miliknya


Reina pun terkejut dan kembali mundur ke belakang


"Wah wah kau boleh juga" Ucap Reina sambil mengubah senjata sabit di tangannya menjadi palu yang sangat besar. Reina bisa membuat senjata apapun menggunakan darah miliknya ataupun orang lain


Reina kembali menyerang dengan berlari ke arah Shiori, Palu tersebut tidak bisa Shiori tahan dengan pedangnya karena terlalu besar.


Disaat Reina sudah mengayunkan palunya tersebut seketika terdapat aliran petir disamping tubuhnya, aliran tersebut berasal dari Zegel yang hendak menebas tubuh Reina dengan pedangnya.


Tetapi siapa yang menyangka bahwa Reina dengan cepat mengubah arah ayunan palunya ke arah Zegel yang berada di belakangnya. Namun saat Reina membalikan badanya zegel sudah tidak ada disana.


-Dia hilang? Batin Reina.


Ternyata dari awal Zegel tidak berencana menyerang Reina dia hanya ingin mengalihkan perhatiannya, sementara Shiori yang berada di belakang Reina sudah mengayunkan pedangnya tepat di tulang rusuk sebelah kanan Reina.


Reina berusaha menahannya dengan palu yang dia pegang namun serangan Shiori berhasil mengenainya terlebih dahulu, bagian tubuh sebelah kanan Reina pun terbakar dan bagian rusuk kanan sudah terdapat sayatan akibat pedang milik Shiori


Api yang membakar bagian tubuh Reina padam dengan cepat entah bagaimana api tersebut tidak membuat dirinya terbakar.

__ADS_1


-Perempuan ini jelas monster tapi kenapa dia bisa berwujud seperti manusia. Batin Shiori


"Kau benar benar membuatku marah!!!" Teriak Reina dengan sangat keras kepada Shiori, Reina pun kembali merubah senjatanya menjadi dua buah pedang yang dia pegang di kedua tangannya.


Reina langsung maju dengan cepat dan menyerang Shiori dengan kedua pedang miliknya, Shiori hanya bisa terus terusan menahannya karena serangan Reina sangat cepat dan dia memiliki dua pedang.


Sementara di sisi lain Zegel yang ingin membantu Shiori setelah mengalihkan pandangan Reina dihadang oleh orang terakhir berjubah hitam, dia adalah laki laki dengan rambut berwarna cokelat


"Menyingkir kau kalau tidak ingin mati" Ucap Zegel dengan berani


"Wah wah santai dulu, bagaimana kalau kita saling kenal terlebih dahulu. Namaku Tadaro kau bisa memanggilku Tada" Ucap Pria tersebut memperkenalkan namanya kepada Zegel


"Hah? aku tidak peduli dengan namamu intinya jangan menghalangi jalanku" Ucap Zegel yang kesal dan memasang wajah serius kepada Tadaro


Zegel yang sudah sangat kesal pun mengeluarkan pedangnya dan memfokuskan aliran petirnya ke pedang miliknya, dengan cepat dia maju dan mengayunkan pedangnya ke tubuh Tada tetapi pedang Zegel tidak berhasil mengenainya pedang tersebut tembus dari tubuh Tada


"Hei kenapa kau apa kau hantu kenapa seranganku tidak bisa mengenaimu?" Tanya Zegel yang kebingungan dengan tubuh Tada yang tidak bisa disentuh.


"Ya bisa dibilang ini sihirku, dan kau tidak akan bisa mengalahkannku secepat apapun kau sekuat apapun kau. Kau tetap tidak akan berdaya di hadapanku Hahahaha!" Jawab Tada sambil menertawakan dan merendahkan Zegel


Tadaro tidak bisa membuat seluruh tubuhnya dia hanya bisa membuat salah satu bagian tubuh dari dirinya menghilang agar tidak terkena serangan dari Zegel


"Baiklah kali ini giliran ku" Ucap Tada yang bersiap untuk menyerang Zegel.


Tadaro pun mengeluarkan sebuah botol tabung kecil yang berisi cairan berwarna pink dari saku jaketnya.


Diapun berlari untuk menyerang Zegel dengan cairan tersebut, Setelah sampai tepat di depan Zegel. Zegel berusaha untuk menyerangnya tetapi lagi lagi tubuh Tada tidak bisa diserang karena serangan Zegel sia sia hanya menembus tubuhnya Tada


"Sial!" Ucap Zegel yang geram dan melihat tangan Tada yang memegang cairan tersebut sudah berada di depan mata Zegel.


Tadaro pun menghancurkan cairan tersebut ke arah mata Zegel sontak Zegel pun berteriak kesakitan dan pengelihatan Zegel menjadi gelap serta tidak bisa melihat apa apa. Cairan tersebut membuat pengelihatan Zegel hilang.


"Uakhhh!!" Sontak Zegel berteriak dan memegang kedua matanya yang tidak bisa melihat tersebut.


"Mataku argh.... kau"

__ADS_1


Disaat Zegel sedang lemah dan tidak bisa melihat apapun, Tadaro dengan mudahnya menyerang Zegel dan pukulan dan menggunakan pisau yang dia bawa.


Bughh.. Tada terus terusan memukul Zegel tanpa henti hingga Zegel mengeluarakan darah dari mulutnya setelah terkena pukulan di perut.


Zegel berusaha menyerangnya dengan pedang yang masih terus dia genggam tetapi tidak ada satupun serangan milik Zegel yang kena.


"Hei kau dengar baik baik walaupun sihirku lemah aku tetap bisa menang melawanmu karena aku bertarung menggunakan pikiran dengan membuat berbagai macam alat dan ramuan sihir" Ucap Tadaro dengan bangganya menyombongkan diri di hadapan Zegel yang tak berdaya


-Bertarung menggunakan pikiran? Batin Zegel


Zegel pun berfikir bagaimana caranya agar dia bisa mengalahkan Tadaro dalam posisi seperti ini.


"Baiklah sekarang saatnya kau mati" Ucap Tadaro yang mengeluarkan pisaunya dan bersiap membunuh Zegel


Disaat Tadaro ingin menyerang Zegel di arah yang tidak ia ketahui, Zegel kali ini hanya terdiam dan tidak melakukan perlawanan. Dia terus terusan berfikir dan mencari cara agar bisa melawan Tadaro.


-Kau akan mati sekarang. Batin Tadaro


Disaat Tadaro sudah dekat dengan Zegel dan bersiap untuk membunuhnya, tiba tiba Zegel melompat dengan sangat tinggi menggunakan aliran petir yang menjadi tumpuan kekuatan di kakinya.


"Hei percuma kau kabur aku bisa terus mengejar mu aku tidak akan melepaskan mu sampai aku membunuhmu" Ucap Tadaro yang kembali menggunakan ramuan aneh miliknya dia meminum ramuan tersebut dan membuat dirinya bertambah cepat serta dapat melompat tinggi.


-Sudah kuduga dia akan mengikutiku. Batin Zegel


Disaat Tadaro sedang melompat untuk menghampiri Zegel, Zegel pun mengerahkan pandanganya ke samping karena di sekeliling Tada dan Zegel banyak pohon tinggi yang menutupi mereka


Zegel memejamkan matanya lalu berpindah tepat ke salah satu pohon menggunakan aliran petir miliknya, Tadaro yang baru saja melompat sekarang sedang berada di langit dan Zegel yang sedang berpijak pada batang pohon kembali meloncat dengan sangat cepat layaknya Sambaran petir


Dia melompat ke arah Tada sambil mengayunkan pedangnya yang sudah diselimuti aliran petir dengan sangat cepat, tetapi Tada masih bisa menghindar dengan membuat tubuhnya tembus, namun Zegel belum berhenti dia kembali memijak salah satu pohon yang berada di sekitarnya dan kembali menyerang Tadaro dengan serangan dan kecepatan yang sama.


-Aku tidak mungkin sempat membuat diriku menjadi tembus terus menerus kalau secepat ini. Batin Tadaro dengan ekspresi wajah yang sangat ketakutan


Dia terus melakukan itu berulang ulang diatas langit, Tadaro tidak bisa terus terusan melihat serangan Zegel yang sangat cepat. Dia akhirnya terkena salah satu serangan Zegel tetapi Zegel terus menyerangnya tanpa henti hingga mereka berdua akhirnya terjatuh ke bawah dengan kondisi Tadaro yang sudah pingsan ditambah dengan luka yang sangat parah di sekujur tubuhnya akibat serangan Zegel yang bertubi tubi


Sementara Zegel yang masih tidak bisa melihat kehilangan keseimbangan dan pingsan akibat terlalu banyak mengeluarkan tenaga dan energi sihir

__ADS_1


__ADS_2