Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 10 Kerajaan Kabut ungu


__ADS_3

Liu Liang terus melesat menuju ke barat daya dari hutan merah. Menjelang tengah malam, Liu Liang tiba di tanah lapang yang di tutupi oleh kabut berwarna ungu.


" Hm, kabut ungu." Ucap Liu Liang.


" Kenapa kak?" Tanya Arsan.


" Tidak ada. Aku hanya penasaran saja dengan kabut ungu ini." Jawab Liu Liang.


Tap..tap..tap..


Saat sedang mengamati wilayah padang yang luas itu, tiba-tiba saja, segerombolan pasukan berkuda yang mengepung Liu Liang.


" Tangkap penyusup itu." Perintah pria yang berada di barisan paling depan.


" Tunggu. Apa kesalahanku sehingga kalian ingin menangkap kami?" Tanya Liu Liang.


" Kalian memasuki wilayah kerajaan kabut ungu tanpa izin, dan kalian haruslah di huku.." Jawab pemimpin pasukan berkuda tersebut.


" Ciihh, sejak kapan ada yang namanya kerajaan di benua teratai emas?" Tanya Liu Liang.


" Kalian sudah bersalah, bukannya mengakui kesalahan, malah menghina kerajaan kami." Ucap pasukan itu.


" Serang, dan tangkap pemuda itu." perintah pemimpin pasukan.


Tap..tap..tap..tap..


Sreek..srekk...srekkk


satu persatu pasukan yang maju kearah Liu Liang tumbang dengan kepala terputus.


" Elemen pasir, badai gurun."


Wussss


Tiba-tiba saja, angin bertiup sangat kencang diiringi dengan badai pasir yang ganas.


" Elemen cahaya, Lentera cahaya"


Swuuusss


Tiba-tiba, lentera raksasa muncul di hadapan Liu Liang. Lama kelamaan lentera itu semakin besar. Kabut yang tadinya menghalangi penglihatan pun menghilang.


Booommm


tiba-tiba, sebuah tombak meluncur kearah Liu Liang dari arah utara. Tombak itu hampir saja menembus dadanya seandainya inderanya tidak di tingkatkan.


" Kau begitu lancang dengan mengacau di kerajaanku." Ucap seorang pria parubaya dengan mahkota ungu.


" Aku tidak akan mengacau di sini seandainya mereka tidak menyerangku terlebih dahulu." Bantah Liu Liang.


" Apakah itu benar Lou San?" Tanya Raja kabut.


" Tidak ayah. Dia berbohong. Dia menyerangku lebih dulu." Jawab Lou San.


" Apakah kau dengar apa yang di katakan putraku? Sekarang menyerahlah dan akui saja kesalahnmu." Ucap Raja Lou Hyang.


" Dalam mimpimu." Ucap Liu Liang yang menebaskan pedangnya secara horizontal kearah raja Lou Hyang.


Boooommm


Serangan pedang Liu Liang membentur sesuatu yang menyebabkan ledakan yang besar.


Liu Liang kemudian melayang di udara dan mengangkat pedangnya keatas.


" Bintang jatuh" Ucap Liu Liang.


Wussss


Booommm

__ADS_1


Booomm


Boommm


Tak lama kemudian, ratusan bintang berjatuhan seperti hujan dan menghancurkan apapun yang ada di bawahnya.


" Sialan kau. Aku akan menghukumku." Ucapnya.


Lalu seluruh tubuh raja Lou Hyang di selimuti oleh cahaya berwarna ungu. Saat cahaya ungu itu menghilang, raja Lou Hyang sudah berubah menjadi seorang pria parubaya dengan rambut ungu, dan mata biru, serta tubuh yang di selimuti oleh elemen petir.


" Petir penghancur" Ucapnya.


Jedarrrrr


Jedarrr


Jedarrr


Boommm


Petir menyambar kemana-mana, dan membakar apapun yang di kenai.


Liu Liang menggunakan elemen kegelapan, dan bergerak Zig-zag.


" Tombak tujuh cahaya"


Wusss


Wuss


Wuss


Sleeppp


Tujuh buah tombak cahaya melesat kearah Lou Hyang dengan cepat. Melihat itu Lou Hyang menghindari tombak cahaya Liu Liang, tapi salah satu tombak tertancap di perutnya.


Lou Hyang mencabut tombak itu dari perutnya, dan mencoba untuk menyembuhkan lukanya, tapi luka itu tak kunjung sembuh.


" Biarkan aku istirahat di sini, atau kau akan mati." Ucap Liu Liang.


" Ciih, Selama ini, tidak ada yang bisa selamat saat melewati wilayah kerajaan kabut, dan hari ini juga sama. Aku tidak akan melepaskanmu, dan mati bersama-sama" Ucap Lou Hyang.


Triingg


Triiiinngg


Triiinng


Mereka kemudian beradu pedang di langit, sehingga menyebabkan kebisingan akibat suara benturan kedua pedang tersebut


" Tebasan penghakiman" Ucap Lou Hyang


" Tebasan Naga Agung" Ucap Liu Liang


Booooommm


Ledakan besar terjadi saat kedua jurus pedang tersebut berbenturan di angkasa. Bahkan hembusan angin yang di sebabkan oleh benturan kedua jurus itu merobohkan ratusan pohon


Liu Liang bergerak dengan cepat lalu menebaskan pedangnya kearah Lou Hyang.


" Sial. Serangannya terlalu cepat." Ucap Lou Hyang.


" Belum lagi luka yang kuderita bertambah parah." Ucap Lou Hyang.


Karena tidak sempat mengeluarkan jurus pedangnya, Lou Hyang menahan pedang Liu Liang.


Trakkk


Traakkk

__ADS_1


Booomm


" Bagaimana bisa. Pedangku berada di tingkat dewa di hancurkan dengan mudah." Ucapnya tak percaya.


Melihat perhatian Lou Hyang teralihkan, Liu Liang kemudian melayangkan sebuah tapak ke dada Lou Hyang yang membuatnya terjatuh menghantam tanah.


" Ukkhuuukk"


" Sialan, bagaimana bisa aku di kalahkan oleh seorang pemuda yang berada di ranah surgawi bintang 6?" Tanya Lou Hyang.


Swuusss


dalam keadaan terluka, dan tak mau kalah, Lou Hyang bergerak dengan cepat dan menghantamkan tapak petirnya kearah punggung Liu Liang.


Wusss


Booommmm


Tapi sialnya, tapak milik Lou Hyang bukannya mengenai Liu Liang, malah sebaliknya, tapak miliknya mengenai tubuhnya sendiri.


" Selamat tinggal"


" Elemen kayu, Lilitan akar hidup"


" Akhhhhh, tolong lepaskan aku" Ucap Lou Hyang.


Tapi Liu Liang tidak menghiraukan ucapan Lou Hyang, malah dia semakin mempererat lilitan akar tersebut.


" Aku akan membalasmu" Ucapnya lalu menghilang.


" Oh, ternyata hanya kloning jiwa, ya." Gumam Liu Liang.


Di tempat lain..


" Ukhuuuuuk"


" Sialan, rencanaku untuk menguasai benua teratai emas di gagalkan oleh seorang pemuda." Ucap pria paru baya tersebut.


" sial. Luka jiwaku sangat parah. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkannya." Ucap pria tersebut


Terlihat seorang pria parubaya muntah darah karena jiwanya terluka.


" ada apa tuan, mengapa wajahmu sangat pucat?" Tanya seorang wanita.


" salah satu kloning jiwaku yang ada di benua teratai emas di hancurkan oleh seorang pemuda." Jawab pria tersebut yang tak lain adalah Lou Hyang yang asli.


" Siapa yang menghancurkan kloning jiwamu tuan?" Tanya wanita itu lagi.


" Seorang pemuda yang berumur 16 tahun yang melalukannya." Jawabnya.


Kembali ke Liu Liang...


Setelah kematian Lou Hyang, kabut ungu di hutan itu pun menghilang. Wilayah yang tadinya adalah padang rumput yang di tutupi oleh kabut ungu, berubah menjadi sebuah tanah lapang yang sangat luas.


" Wilayah ini sangat strategis" Ucap Liu Liang.


" Kak, ada baiknya tempat ini kakak segel saja. Mungkin saja tanah ini akan berguna bagi kakak" Ucap Arsan.


" Idemu benar juga" Ucap Liu Liang.


Liu Liang lalu melesat kelangit dan membuat segel tangan yang rumit, lalu sebuah kubah raksasa terbentuk dan menutupi seluruh padang rumput itu dan mengubahnya menjadi hutan berkabut ungu.


" Ayo kita pergi" Ucap Liu Liang.


Wusssss


Liu Liang kembali melesat meninggalkan padang rumput tersebut melanjutkan perjalanannya.


" Kak.Bagaimana kalau kita cari penginapan di kota terdekat saja?" Tanya Arsan.

__ADS_1


" Dasar bodoh. Kita tidak punya uang. Tidak mungkin kan kita menginap tanpa membayar." Ucap Liu Liang.


__ADS_2