
" Lalu apa rencana ayah sekarang?" Tanya Liu Xiang.
" Untuk sekarang, ayah tidak punya rencana khusus, tapi ayah ingin kau melindungi anggota klan yang masih setia kepada ayah, tapi ingat jangan sampai Liu Nan dan antek-anteknya tahu kalau kau sudah kembali. Jika Liu Nan tahu kalau kau sudah kembali, maka dia akan melakukan segala cara untuk menyingkirkanmu, agar dia bisa menguasai klan Liu." Jawab Liu Sin.
" Baik ayah. Aku akan segera melaksanakannya." Ucap Liu Xiang lalu menghilang dari tempat duduknya.
Sementara saat ini Liu Liang sedang berkultivasi dikamarnya. Walau dia tahu kalau dia tidak bisa menyerap energi alam, tapi dia tetap mencobanya.
Tepat saat tengah malam tiba, keanehan mulai terjadi. Seluruh tubuhnya di selimuti oleh cahaya warna-warni yang terdiri dari warna merah, kuning, biru, hijau, ungu, putih, hitam, emas, abu-abu, Cyan, dan cokelat yang melambangkan elemen api, tanah, air, angin, petir, cahaya, kegelapan, pasir, kehampaan, kristal, dan kayu. Cahaya itu lalu menembak ke langit, dan membuat langit yang awalnya gelap gulita menjadi terang-benderang. Energi itu menerangi seluruh dunia, alam.
Bukan hanya itu, energi alam yang ada di alam semesta, baik itu di dunia langit, dunia bawah, Nirwana, alam rembulan, alam cahaya, galaxi segitiga, dan benua bintang serta samudra kehampaan pun di serap oleh cahaya warna-warni tersebut. Fenomena itu membuat semua orang menjadi takjub sekaligus khawatir terutama para dewa yang ada di nirwana. Pasalnya mereka takut jika cahaya itu berasal dari para iblis, maka mereka akan membuat kekacauan di alam semesta
Beberapa saat kemudian, cahaya itu lalu membentuk bulat seperti bulan, lalu mengecil hingga seukuran bola kasti lalu melesat kembali kedalam tubuh Liu Liang.
Booooommm
Boommmm
Booommm
Ledakan beruntun sebanyak tiga kali terdengar dari dalam tubuh Liu Liang yang menandakan dia menembus ranah pemula bintang 3.
Energi elemen yang masuk kedalam tubuh Liu Liang belum habis terserap. Energi elemen itu menyebar ke seluruh tubuhnya dan memperkuat fisiknya.
" Setelah sekian lama di tindas, akhirnya aku bisa berkultivasi juga." Ucap Liu Liang.
" Aku tidak sadar jika hari sudah pagi. Aku harus bergegas membersihkan tubuhku yang bau ini." Ucap Liu Liang. Lalu dia segera membersihkan tubuhnya yang penuh dengan cairan hitam yang bau. Setelah memakai pakaian yang bersih, Liu Liang keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi.
" Selamat pagi Liang'er." Ucap Yuan Hua.
" Selamat pagi juga ibu, kakak, ayah." Ucap Liu Liang.
" Hm, ngomong-ngomong, hari ini ada yang berbeda denganmu." Ucap Liu Xiang.
" Maksud kakak?" Tanya Liu Liang bingung.
" Kau sekarang bertambah tinggi dari kemarin. Bukan hanya itu, rambutmu juga bertambah panjang." Jawab Liu Xiang.
" Jujur saja. Kau pasti sudah bisa berkultivasi." Ucap Liu Xiang.
" Kau benar kak. Aku baru berkultivasi tadi malam." Jawab Liu Liang.
" Baguslah kalau begitu. Dengan begitu kau tidak akan ditindas lagi." Ucap Liu Sin.
__ADS_1
" Benar ayah." Ucap Liu Liang.
" Ayah, setelah makan, Liang'er ingin pergi jalan-jalan." Ucap Liu Liang.
" Pergilah, tapi ingat, jika ada orang yang lebih kuat menghadangmu, kau kabur saja." Ucap Yuan Hua.
" Iya bu, Liang'er mengerti." Balas Liu Liang.
Setelah menghabiskan makanannya, Liu Liang keluar dari ruangan bawah tanah tersebut dan berjalan-jalan di klan Liu seperti hari-hari sebelumnya.
" Hai lihat. Si sampah itu muncul lagi." Ucap Liu Don.
" Kau benar, ayo kita kerjai dia, biar dia tidak berani muncul lagi." Ucap Liu Feng.
Mereka kemudian melesat dan menghadang Liu Liang.
" Hai sampah. Akhirnya kau muncul juga. Aku ingin memukulmu hari ini untuk melampiaskan kekesalanku. " Ucap Liu Feng.
Liu Feng kemudian melapisi tinjunya dengan energi alam dan mengarahkannya ke dada Liu Liang.
Wussssss
Tapi, sebelum tinjunya mencapai dada Liu Liang, tinju Liu Liang lebih dulu menghantam tinju Liu Feng.
" Hari ini giliranku untuk balas dendam." Ucap Liu Liang. Lalu tinju Liu Liang berubah menjadi ungu, dan dia mengalirkan elemen petirnya ke tinju Liu Feng sehingga membuat Liu Feng tersetrum.
" Kau tidak perlu tahu."
" Dan sekarang kau akan merasakan bagaimana rasanya tenggelam dalam pasir." Ucap Liu Liang.
Liu Liang kemudian menghentakkan kakinya di tanah, dan seketika itu tanah yang di pijak oleh Liu Don, Liu Ding, dan Liu Feng berubah menjadi pasir hisap dan menghisap mereka bertiga dan menenggelamkan mereka hingga leher.
" Selamat menikmati hari kalian di dalam pasir." Ucap Liu Liang lalu berjalan meninggalkan Liu Don, Liu Feng, dan Liu Ding.
" Argggghhh. Aku akan membalas perbuatanmu ini sampah." Ucap Liu Feng.
Sementara Liu Liang sudah kembali ke ruang bawah tanah rumahnya dengan wajah yang puas.
" Hm, sekarang apa yang akan kulakukan?" Tanya Liu Liang pada dirinya sendiri.
" Baiklah. Aku berlatih saja." Ucapnya.
Dia kemudian berjalan menuju ke sebuah ruangan yang sangat luas dan mulai berkultivasi.
__ADS_1
Dua jam kemudian, Liu Liang membuka matanya.
" Ada baiknya, aku memilih elemen yang akan kugunakan saja." Ucap Liu Liang.
Liu Liang berpikir sejenak, dan akhirnya dia memutuskan untuk menggunakan elemen petir, pasir, dan cahaya saja.
" Seandainya elemen pasir dan petir tidak kugunakan tadi, aku akan memilih elemen lain." Ucap Liu Liang.
" Hm, tapi dimana aku bisa menemukan kitab jurus. Di perpustakaan hanya ada kitab elemen pasir saja." Gumam Liu Liang.
Liu Liang kemudian melanjutkan kultivasinya dan sepuluh cahaya warna-warni menyelimuti tubuhnya.
Tujuh jam kemudian...
Booommm
Satu kali ledakan teredam terdengar dalam tubuh Liu Liang yang menandakan kultivasinya meningkat ke ranah pemula bintang empat.
" Peningkatan kultivasiku terlalu lambat. Aku harus keluar dari klan untuk mencari sumber daya sendiri." Batin Liu Liang
Liu Liang kemudian menepuk-nepuk bajunya dan keluar dari ruangan tersebut. Dia berencana meminta izin kepada ayah dan ibunya untuk ke hutan merah.
" Ayah ibu, ternyata kalian ada di sini." Ucap Liu Liang.
" Ada apa Liang'er?" Tanya Liu Sin.
" Aku ingin meminta izin untuk pergi ke hutan merah." Ucap Liu Liang.
" Kau mau apa kesana Liang'er?" Tanya Yuan Hua.
" Aku ingin berlatih di sana untuk meningkatkan kekuatanku." Jawab Liu Liang
" Ibu tidak mengizinkanmu ke sana. Hutan merah terlalu berbahaya untukmu." Ucap Liang'er.
" Sudahlah izinkan saja dia ke sana. Lagi pula Liang'er sudah besar." Ucap Liu Sin.
" Pokoknya tidak. Aku tidak mau kehilangan putraku untuk yang kedua kalianya." Ucap Yuan Hua.
" Ibu aku berjanji akan kembali dengan selamat bu." Ucap Liu Liang.
" Ibu akan mengizinkanmu, asalkan kau kembali sebelum ulang tahunmu yang ke 16 tahun." Ucap Yuan Hua.
" Baik bu." Jawab Liu Liang.
__ADS_1
" Kapan kau akan berangkat?" Tanya Liu Liang.
" Rencananya aku ingin berangkat besok." Jawab Liu Liang.