Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 13 Kota Matahari


__ADS_3

Tulisan itu kembali berubah, dan kini tulisan itu menceritakan tentang kekaisaran teratai emas


" Teratai emas adalah nama kekaisaran yang terkuat di dunia langit, sehingga kaisar teratai emas dijuluki kaisar naga Langit, dan juga wakil dari dewa langit yang agung."


" saat ada yang menemukan tombak ini, maka dengan sendirinya, kekaisaran teratai emas atau teratai langit akan berdiri sebagai kekaisaran yang baru dengan kau sebagai kaisar pertama sekaligus pendiri kekaisaran teratai emas selanjutnya."


Setelah selesai membaca tulisan tersebut, tiba-tiba tombak itu bercahaya sangat terang, sehingga Liu Liang menutup matanya.


Tombak yang awalnya adalah tugu batu raksasa perlahan-lahan mengecil, hingga akhirnya ukurannya seukuran 120 cm.


Liu Liang kemudian membuka matanya secara perlahan-lahan, dan tombak itu sudah ada di tangannya.


Sementara itu, di benua bulan...


" Cahaya itu, adalah pertanda bahwa ada kekuatan besar yang akan berdiri di seberang lautan." Ucap seorang peramal.


" Maksud paman?" Tanya kaisar Moon Lie


" Kekuatan ini adalah kekuatan besar yang bangkit setelah kehancuran jutaan tahun yang lalu, yang terkubur dalam sejarah, dan bangkit kembali sebagai kekuatan besar seperti dahulu." Ucap peramal istana.


" Apa maksud paman? Aku tidak mengerti sama sekali."Ucap Moon Lie


" Kau akan mengetahuinya, dan orang yang membangkitkan kekuatan besar itu akan datang ke sini suatu saat nanti, dan mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya." Ucap Peramal istana lagi yang semakin membuat kaisar Moon Lie penasaran.


Kemudian peramal istana melanjutkan..


" Suatu kekuatan yang bangkit setelah orang itu menghancurkan pengkhianat klannya, dan nantinya kekuatan itu akan menjadi kekuatan terkuat dan terkenal dengan sebutan Kekaisaran Naga Langit." Ucap Peramal itu lalu menghilang.


" Hm, kekaisaran naga Langit." Ucap Moon Lie.


Kembali Ke Liu Liang...


Liu Liang hanya berdiri mematung sambil kebingungan.


" Bagaimana aku bisa membaca aksara kuno itu?" Tanya Liu Liang heran.

__ADS_1


Tidak mau pusing, Liu Liang langsung mengambil tombak tersebut dan berniat menyimpannya di ruang astralnya. Tapi keanehan terjadi saat Liu Liang memegang tombak tersebut. Dimana dia di perlihatkan kejadian dimana perang terjadi selama berbulan-bulan yang menyebabkan kekacauan. Lalu di tengah-tengah pasukan muncul seorang pria yang memegang tombak sambil menghabisi musuhnya satu persatu.


" Kejadian apa ini? Dan mengapa kejadian itu di perlihatkan kepadaku?" Tanya Liu Liang.


" Kak, ayo kita pergi dari sini, sebelum hewan yang menjaga tempat ini datang." Ucap Arsan.


" Kau benar. Dimana ada pusaka, di situ ada penjaganya." Ucap Liu Liang lalu melesat meninggalkan tempat tersebut.


" Kak apa yang kau pikirkan?" Tanya Arsan.


" Aku hanya memikirkan tentang kekaisaran yang pernah berdiri di benua teratai emas di masa lampau." Jawab Liu Liang.


" Memangnya ada apa dengan kekaisaran itu?" Tanya Liu Liang.


" Ya, aku hanya heran saja. Jika di benua ini pernah ada sebuah kekaisaran yang kuat, mengapa sejara itu seakan-akan di lupakan?" Tanya Liu Liang.


" Mungkin ada penyebabnya mengapa kekaisaran naga langit di lupakan." Jawab Arsan.


" Apa mungkin kekaisaran naga langit hancur karena di serang atau akibat peperangan?" Tanya Liu Liang dalam hati.


" Hah, rupanya hari sudah pagi." Ucap Arsan.


" Kau benar. Di dalam hutan, keadaannya sangat gelap, tapi mengapa aku bisa melihat dalam kegelapan?" Tanya Liu Liang.


" Aku juga tidak tahu kak. Mungkin kakak perlu berlatih lagi untuk membangkitkan kekuatan semesta kakak sepenuhnya." Ucap Liu Liang memberikan saran.


" Yang kau katakan benar juga." Jawab Liu Liang.


Mereka terus terbang menyusuri tanah lapang yang sangat luas, yang merupakan suatu lahan pertanian milik warga kota matahari.


Beberapa saat kemudian, Liu Liang melihat kota yang berjarak lima ratus meter dari lahan pertanian tersebut.


" Sepertinya itu kota yang besar." Ucap Liu Liang.


" Berhenti. Apa tujuan anda memasuki kota matahari?" Tanya Seorang penjaga gerbang kota.

__ADS_1


" Ya, Aku hanya ingin singgah di kota ini sebelum melanjutkan penjelajahanku." Jawab Liu Liang.


" Kalau begitu, tunjukkan lencana sekte yang kau punya." Perintah penjaga yang satunya lagi.


" Maaf, tapi aku bukan anggota sekte manapun yang ada di benua ini." Jawab Liu Liang Acuh.


" Ha..ha..ha...ha.. Aku tidak menyangka jika ada seorang pemuda yang tidak bergabung dengan sekte manapun." Ucap penjaga itu lagi.


" Kau benar kak. Mungkin dia sangat lemah, jadi, tidak ada sekte yang mau menerimanya." Ucap yang lain.


" Ciihh, bergabung dengan sekte hanya akan membuatku terkurung saja. Asal kalian tahu, aku lebih suka hidup bebas tanpa di kekang oleh aturan-aturan yang membosankan." Ucap Liu Liang.


" Baik, aku ingin masuk kedalam kota. Jadi, biarkan aku masuk." Ucap Liu Liang .


" Seorang sampah sepertimu tidak berhak menginjakkan kaki di kota matahari. Kau lebih pantas untuk menjadi budak seperti mereka dan seorang budak tidak pantas memiliki tempat di dalam kota." Ucapnya sambil menunjuk kearah para petani yang sedang menggarap lahan mereka.


" Boooooommmm"


Saat dia menyelesaikan kalimatnya, Liu Liang memukul mereka hingga membentur tembok kota dan membuat tembok kota retak.


" Sampah bukanlah orang yang tidak bisa berkultivasi, tapi sampah yang sesungguhnya adalah orang yang memandang rendah orang lain seperti kalian." Ucap Liu m|reka sambil membuat segel tangan dan menenggelamkan mereka sampai leher.


" Sialan kau. Kami adalah murid sekte bukit matahari, seharusnya kau bersikap hormat pada kami." Ucap salah satu dari mereka.


" Dua orang murid sekte besar yang di tugaskan menjaga gerbang kota. Itu sudah jelas kalau kalianlah sampah yang sebenarnya. Jika memang kalian adalah murid sekte, tidak mungkin kalian di suruh untuk menjaga gerbang kota." Ucap Liu Liang.


Kedua penjaga itu hanya tertunduk lesu, karena memang yang di katakan oleh Liu Liang benar. Mereka berdua adalah murid sekte yang sama sekali tak dianggap.


" Tuan, maafkan kesalahan yang kami buat. Yang tuan tadi katakan benar. Sekte sama sekali tidak menganggap kami sebagai murid sekte. Kami hanya dianggap sebagai babu para murid jenius sekte dan di perlakukan semena-mena, jadi kami melampiaskan kekesalan kami kepada para pengunjung yang datang di kota matahari." Ucapnya dengan sedikit senyum.


" Jika kalian ingin menipu orang, maka carilah orang yang tepat dasar pembohong. Ucap Liu Liang.


Liu Liang lalu mengangkat kedua penjaga itu ke udara dan memukul bagian bawah pusar mereka.


" Akhhhhh sialan kau. Sekte bukit matahari akan menghukummu." Ucap keduanya sambil berguling-guling kesakitan.

__ADS_1


" Ciih, awalnya aku sempat mengira kalian adalah murid terbuang dari sekte bukit matahari. Mana ada sampah yang memiliki kuktivasi ranah surgawi bintang sembilan, dan ranah bintang bintang 1" Jelas Liu Liang .


__ADS_2