
" Apakah secepat itu Liang'er?" Tanya Yuan Hua.
" Iya ibu. Waktuku hanya lima bulan saja. Jadi aku ingin memanfaatkan waktu sebaik mungkin." Jawab Liu Liang.
" Baiklah, tapi ingat kau harus pulang tanpa luka sedikit pun." Ucap Yuan Hua.
" Baik bu." Jawab Liu Liang
" Liang'er, gunakan cincin ruang ini untuk menyimpan barang-barangmu." Ucap Liu Sin.
" Baik terima kasih ayah." Ucap Liu Liang.
" Kalau begitu aku akan bersiap-siap sekarang." Ucap Liu Liang, lalu dia berjalan menuju ke kamarnya dan mempersiapkan barang-barang yang akan di bawanya.
Sementara itu, di aula klan...
" Kurang ajar. Siapa yang melakukan ini kepada putraku?" Tanya Liu Nan.
" Kami juga tidak tahu patriak, kami menemukan mereka bertiga dalam keadaan pingsan dan tenggelam dalam kubangan pasir." Jawab tetua ke tiga.
" Aku tadi melihat tuan muda sedang menyerang tuan muda, tapi pemuda itu berhasil mengalahkan tuan muda dan menenggelamkan di lumpur sama seperti dia menenggelamkan tuan muda Liu Liang." jelas salah satu pemuda.
" Cari tahu dan tangkap pemuda itu. Bawa dia kehadapanku hidup-hidup." Perintah Liu Nan.
" Baik patriak." Jawab mereka lalu menghilang.
......................
Pagi harinya, setelah sarapan pagi, Liu Liang keluar dari area klan pagi-pagi sekali tanpa di ketahui oleh semua anggota klan kecuali kedua orang tuanya dan kakaknya.
Dia menggunakan elemen kegelapan untuk mengelabui penjaga gerbang klan.
Saat matahari sudah terbit, Liu Liang sampai di depan hutan merah.
Wusss
Wusss
Liu Liang masuk kedalam hutan merah dengan kecepatan penuh. Sesuai namanya, hutan merah memiliki pohon dengan daun berwarna merah. Hutan merah sering juga di sebut hutan darah merah karena darah dari pohon itu berwarna merah.
Wuss
Wusss
Liu Liang berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Untuk menghindari hewan buas di hutan merah.
Tak lama kemudian, Liu Liang tiba di depan sebuah air terjun dengan air berwarna putih susu.
" Hm, mengapa air terjun ini berwarna putih susu?" Tanya Liu Liang.
Byuuurrr
Tanpa sengaja, Liu Liang menendang sebuah batu kedalam kolam di bawah air terjun tersebut.
" kolam ini bukan kolam biasa. Aku harus mengeceknya sendiri." Ucap Liu Liang.
__ADS_1
Byuuuurrrrr
Liu Liang kemudian menceburkan dirinya kedalam kolam tersebut. Sebelum menceburkan dirinya, dia melapisi tubuhnya dengan elemen air terlebih dahulu.
Satu jam kemudian, Liu Liang tak kunjung tiba di dasar kolam itu. Bahkan air kolam yang awalnya putih, kini berubah menjadi warna-warni.
Dua jam kembali berlalu, dan akhirnya Liu Liang mendarat di dasar kolam.
" Energi alam di sini sangat tebal." Ucap Liu Liang.
Dia lalu berjalan dan mulai mencari tahu asal dari cahaya warna-warni tersebut. Tak lama kemudian, Liu Liang menemukan sebuah kerangka naga berwarna perak, dengan sebuah kristal jiwa warna-warni.
" Naga ini lebih besar dari naga yang ada di dalam buku-buku." Ucap Liu Liang.
" Naga apa ini sebenarnya, dan mengapa kerangkanya ada di dalam kolam ini?" Tanya Liu Liang.
Sementara itu di kedalaman Gua tak jauh dari tempat Liu Liang berdiri, lima buah cahaya melesat dan berhenti di hadapan Liu Liang. Cahaya itu terdiri dari warna putih, kuning, jingga, biru, dan merah maron. Cahaya putih berubah menjadi seekor burung surgawi, cahaya biru berubah menjadi seekor naga, cahaya biru berubah menjadi seekor kura-kura,dan cahaya merah maron berubah menjadi seekor burung phoenix. Sedangkan cahaya jingga berubah menjadi seekor Qilin.
" Anak muda, mengapa kau berada di sini?" Tanya naga kuning itu.
" Maafkan aku karena mengganggu kalian. Aku datang ke sini karena penasaran dengan warna air di kolam ini." Jawab Liu Liang.
" Aku suka dengan sifatmu. Kau rendah hati, dan tidak serakah. Walau kau melihat kristal jiwa itu kau tidak mengambilnya. Itu berarti kau memang di takdirkan untuk datang ke sini." Ucap burung surgawi.
" Sebelumnya perkenalkan namaku Liu Liang. Kalau boleh tahu, siapa kalian?" Tanya Liu Liang.
" Aku adalah burung surgawi, aku lahir dari mata naga semesta." Ucap Burung surgawi.
" Aku adalah naga bumi, aku lahir dari darah naga semesta."
" aku adalah phoenix dan aku lahir dari api sang naga."
" Dan aku adalah Qilin suci, aku juga lahir dari sisik sang naga."
" Apakah kalian adalah leluhur para hewan ilahi?" Tanya Liu Liang.
" Bukan, kami sama sekali tidak memiliki keturunan. Mereka adalah keturunan dari garuda." Jawab naga kuning.
" Apakah hanya kalian saja yang lahir dari naga semesta?" Tanya Liu Liang.
" Bukan, masih ada satu lagi. Dia seekor Cigau yang lahir dari tanduk naga semesta." Jawab sang phoenix.
" Apakah kalian tidak punya nama?" Tanya Liu Liang.
" Tidak. Kami tidak memiliki nama." Jawab kura-kura.
" Baiklah, aku akan memberikan nama kepada kalian. namamu adalah Genbu, Azure, Ryun, Arion, dan kau Suzaku." Ucap Liu Liang.
" Untuk yang satunya lagi, aku akan memberinya nama Russel." Ucap Liu Liang.
" Terima kasih."
" Oh iya, apakah kau mau menjadi tuan kami?" Tanya Suzaku.
" Aku sih mau-mau saja, tapi jika kalian ikut denganku, kalian akan di buru." Jawab Liu Liang.
__ADS_1
" Itu tidak masalah. Kau cukup meneteskan darahmu ke atas kepala kami dan kami akan datang kapan pun saat kau butuh bantuan." Ucap Russel.
" Dan terima kasih karena kau sudah memberiku nama." Ucap Russel.
" Baiklah kalau itu keinginan kalian." Ucap Liu Liang.
Liu Liang lalu melukai ujung jarinya dan meneteskan darahnya di atas kepala Azure, Ryun, Suzaku, Genbu, Arion, dan Russel.
" Hormat kami tuan." Ucap mereka berenam.
" Bangunlah, dan satu lagi. Panggil aku dengan namaku saja." Ucap Liu Liang.
" Baik tuan, eh, Liang'er." Ucap mereka.
" Sekarang, tuan boleh menyerap kristal elemen milik naga semesta." Ucap Genbu.
" Baiklah."
Liu Liang lalu berjalan menuju ke arah kristal elemen yang memiliki ukuran sebesar kepalan tangan itu.
Liu Liang lalu mengambil kristal itu dan mulai menyerapnya.
Wussss
Wuss
perlahan-lahan, energi elemen terserap kedalam tubuh Liu Liang di ikuti dengan cahaya sepuluh warna yang keluar dari dalam tubuh Liu Liang.
Satu bulan kemudian...
Booooommm
Booommm
Booommm
Boooommm
Booommm
Boooommm
.
.
.
Terdengar ledakan teredam dari dalam tubuh Liu Liang. Kultivasinya yang awalnya hanya ranah pemula bintang 4 menembus ke ranah surgawi bintang lima.
" Selamat Liang'er kau berhasil menembua ranah surgawi bintang 4." Ucap Suzaku
" Terima kasih paman" Ucap Liu Liang.
" Satu lagi, sekarang kekuatan elemenmu melebihi kekuatan elemen kultivator yang ada di alam semesta. Terutama elemen cahaya dan elemen apimu." Ucap Genbu
__ADS_1