Dewa Semesta

Dewa Semesta
Chapter 24 Menuju ke Surga Langit


__ADS_3

Liu Liang lalu memanggil Genbu menggunakan kontrak darahnya. Beberapa saat kemudian, Genbu muncul di hadapan Liu Liang.


" Ada apa kau memanggil paman, Liang'er?" Tanya Genbu.


" Apakah paman ingin menempati kerajaan mutiara putih ini?" Tanya Liu Liang.


" Ya, paman mau. Lagi pula tempat ini sangat cocok dengan paman. dan lagi tempat ini sangat pas untuk melatih prajurit kura-kura." Jawab Genbu.


" Kalau begitu, tempat ini untuk paman saja. Lagi pula, seluruh penduduk negeri ini sudah di bunuh oleh para iblis." Ucap Liu Liang.


" Lalu kau mau kemana sekarang?" Tanya Genbu.


" Aku berencana ingin ke kerajaan Atlantis. Aku ingin mencari tahu apakah di sana ada bangsa iblis atau tidak, tapi sebelum itu aku ingin kembali ke kekaisaran dulu." Ucap Liu Liang.


" Oh iya paman, paman gunakan ini jika paman ingin ke kekaisaran" Ucap Liu Liang lalu memberikan sebuah giok berwarna abu-abu.


" Baiklah, tapi sebelum itu, apakah kau bisa membuatkan sesuatu yang bisa membuatku mengawasi seluruh istana kekaisaran dari sini?" Tanya Arsan.


" Baiklah." Jawab Liu Liang lalu mulai membuat sebuah segel tangan, dan seketika sebuah kristal berbentuk persegi melayang di hadapan Genbu.


" Jika paman ingin menggunakan kristal ini, paman cukup bayangkan tempat yang ingin paman awasi, maka dari kristal itu sebuah layar hologram akan muncul beserta dengan tempat yang ingin paman awasi." Ucap Liu Liang.


" Baiklah paman. Kalau begitu, aku pamit dulu." Ucap Liu Liang lalu menghilang.


Wussss


Wusss


Liu Liang muncul di gerbang istana, dan mengagetkan seluruh prajurit yang menjaga gerbang.


" Selamat datang kembali Yang mulia" Sambut prajurit penjaga gerbang.


" Oh iya, jangan beritahu kepada orang lain tentang diriku, aku ingin mengawasi gerak-gerik mereka." Ucap Liu Liang lalu berjalan masuk kedalam istana.


" Kau sudah kembali Liang'er." Ucap seseorang yang sangat femiliar di telinga Liu Liang.


" Ayah, ibu." Ucap Liu Liang lalu memeluk kedua orang tuanya sambil menangis.


" Sudahlah, kau seorang kaisar sekarang . Dan kaisar tidak boleh menangis." Ucap Liu Sin.

__ADS_1


" Bagaimana latihan ayah dan ibu?" Tanya Liu Liang.


" Ya, lumayan. Latihan yang di berikan oleh orang yang menyebut dirinya pamanmu itu sangat keras." Jawab Liu Sin.


" Jadi,apakah ayah masih ingin berlatih bersama paman Genbu?" Tanya Liu Liang.


" Ya, dan mungkin latihannya akan dimulai besok." Jawab Liu Sin.


" Oh iya ayah. Aku ingin ayah yang menggantikanku sebagai kaisar, karena aku ingin pergi menjelajah sekaligus mengumpulkan sumber daya untuk prajurit kekaisaran." Ucap Liu Liang.


" Tapi, kan, kau adalah kaisar sesungguhnya." Ucap Liu Sin.


" Tidak apa-apa. Itu hanya sementara kan." Ucap Liu Liang.


" Oh iya ayah, besok aku akan pergi lagi." Ucap Liu Liang.


" Secepat itu Liang'er?" Tanya Yuan Hua.


" Iya bu. Dan aku juga ingin mencari sumber daya untuk para prajurit kekaisaran bu." Jawab Liu Liang.


" Oh iya Liang'er, paman menemukan banyak sumber daya di kerajaan mutiara putih, tapi semuanya berunsur air." Ucap Genbu tiba-tiba yang membuat Liu Liang, Liu Sin, dan Yuan Hua kaget.


" Aishh paman ini kebiasaan muncul tiba-tiba. Hampir saja jantungku terbang." Ucap Liu Liang.


" Dan satu lagi, aku menemukan informasi tentang sebuah tempat yang sangat misterius di benua ini. Konon di tempat itu udara mengalir dengan bebas, dan energi alam di sana berkali-kali lipat dari energi alam di benua teratai emas." Ucap Genbu.


" Apa nama tempat itu paman?" Tanya Liu Liang penasaran.


" Orang-orang menyebutnya surga langit, dan tempat itu terpisah dari daratan benua, dan tempat itu menjadi rebutan kekaisaran bulan, kekaisaran teratai suci, kekaisaran Bulan, dan kekaisaran awan. Mereka mengklaim tempat itu sebagai wilayah mereka, namun nyatanya tempat itu masih berada di wilayah benua teratai emas." Jelas Genbu.


" Dimana tempat itu berada paman?" Tanya Liu Liang.


" Hm tempat itu berada di wilayah barat." Jawab Genbu lalu menghilang lagi.


" Aishh, paman ini selalu muncul tiba-tiba, dan menghilang tiba-tiba." Ucap Liu Liang kesal.


" Liang'er, apakah kau akan ke tempat itu?" Tanya Liu Sin.


" Ya, ayah. dan sepertinya tempat itu adalah jantung dari benua langit dimasa lalu." Jawab Liu Liang.

__ADS_1


" Tapi, ingat. Jangan sampai kau terluka." Ucap Yuan Hua.


" Baik bu." Jawab Liu Liang.


...****************...


Pagi harinya, Liu Liang mulai bersiap-siap untuk pergi ke surga langit. Setelah sarapan pagi, Liu Liang langsung melesat ke arah barat dengan kecepatan penuh. Dari bawah, Liu Liang tampak seperti kilatan cahaya berwarna keemasan. Bahkan tak jarang ada penduduk yang mengiranya sebagai meteor jatuh.


" Hm, kuharap ke tiga kekaisaran itu tidak mengacau di sana." Ucap Liu Liang.


" Kak, Bagaimana mungkin ketiga kekaisaran itu mengklaim tempat itu sebagai wilayah mereka, padahal Surga Langit berada di wilayah benua teratai emas?" Tanya Arsan.


" Mungkin karena sudah berabad-abad benua teratai emas tidak memiliki penguasa, jadi mereka tidak mempedulikannya." Jawab Liu Liang.


" Kak, apakah kau tidak pernah berpikir dimana letak kekaisaran dimasa lalu?" Tanya Arsan.


" Ya, aku tidak pernah kepikiran soal itu." Jawab Liu Liang.


" Bisa jadi, hutan tempatku menemukan tombak ini adalah pusat kekaisaran dimasa lampau." lanjutnya.


Di tempat lain...


" Hai kau, tempat itu adalah wilayah kekaisaran Awan, aku yang lebih dulu datang di tempat ini." Ucap kaisar Long Heian.


" Cih, asal kau tahu, aku menemukan tempat itu lebih dulu, jadi, kekaisaran Teratai suci yang harusnya memiliki tempat itu." Ucap kaisar Qing Yuan.


" Cih, seharusnya kalian itu malu. Tempat ini bukan wilayah kalian. Tempat ini berada di benua teratai emas, jadi, kalian berdua tidak berhak mengklaim pulau itu." Ucap kaisar Moon Chan.


" Heh, asal kau tahu saja, benua ini tidak memiliki kaisar, jadi, siapa pun berhak memiliki tempat itu." Ucap kaisar Long Heian.


" Apakah kalian pernah mendengar kabar tentang kematian kaisar Moon Lie?" Tanya kaisar Moon Chan.


" Oh itu, tentu saja, semua orang sudah tahu prihal kematian kaisar bodoh itu di tangan seorang pemuda." Jelas kaisar Qing Yuan.


" Apakah kalian tahu tentang kemunculan tombak legendaris milik kaisar Naga Langit?" Tanya Moon Chan.


" Ya, tentu saja." Jawab kaisar Long Heian.


" Nah, menurut kabar yang aku dengar, ternyata tombak itu di pegang oleh pemuda yang membunuh Kaisar Moon Lie." Timpal kaisar Moon Chan.

__ADS_1


" Apakah kau serius hah. Tombak itu sudah hancur berabad-abad yang lalu, bagaimana bisa tombak itu muncul lagi?" Tanya Kaisar Qing Yuan.


" Itulah yang kalian tidak tahu. Tombak itu bukan tombak biasa. Tombak itu memilih tuannya sendiri. Dan bisa saja, tombak yang hancur itu adalah tombak tiruan saja." Jelas Moon Chan dengan bijak.


__ADS_2